15 Februari 2009
Dear pelanggan yang setia,
Dapatkah Anda memaafkan?
Salah satu dari hal yang menantang yang harus kita lakukan sebagai umat Kristen adalah untuk memaafkan seseorang yang telah menyakiti kita. Yesus mengatakan bahwa kita tidak boleh hanya mengasihi sesama, tetapi juga harus mengasihi musuh kita dan bahkan mereka yang telah menyakiti kita (Matius 5:43-48). Pada kenyataannya, hal ini mengikut sertakan kemauan untuk memaafkan, yaitu kemauan untuk mengembangkan pikiran Allah dan belajar untuk menggunakan Roh Kudus. Alkitab menyatakan bhawa Allah adalah Pribadi pengasih dan siap untuk memaafkan (Mazmur 86:5). Yesus mengajarkan bahwa jika kita tidak dapat memaafkan orang lain pada keseharian kita maka Allah juga tidak akan memaafkan kita. (Matius 6:14-15; 18:21-22). Rasul Paulus mengatakan bahwa "hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.... Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu." (Efesus 4:32, 26). Umat Kristen yang nyata tidak boleh menyimpan sakit hati, atau kedongkolan baik yang nyata maupun yang tidak. Melainkan, umat Kristen yang nyata harus belajar untuk memaafkan. Yesus bertanya kepada BapaNya untuk memaafkan mereka yang menyalibkan diriNya, Stefanus membuat pernyataan yang sama (Lukas 23:34; Kisah Para Rasul 7:60). Jika kita benar-benar mengikuti langkah Yesus Kristus, kita harus belajar melakukan hal yang sama. Sejalan dengan masa raya Paskah sudah mendekat, marilah kita melihat diri kita sendiri di dalam hal ini (Matius 5:21-24; 1 Korintus 11:27-32). Adakah seseorang yang harus anda maafkan? Atau adakah seseorang yang anda butuh meminta maaf? Ingatlah bahwa kapasitas untuk memaafkan adalah suatu kualitas Ilahi dan salah satu dari tanda dari umat Kristen yang benar.
All the best,
Arius Nusantara
Office Manager
The Living Church of God Indonesia
P.O. BOX 253
Malang, East Java
Indonesia 65100