Apakah Anda Dapat Diajar?

25 Januari 2009

Dear pelanggan yang setia,

Apakah anda dapat diajar?

Alkitab menyatakan bahwa salah satu dari karakter yang penting yang dicari oleh Allah di dalam diri umat Kristen sebagai pemimpin masa depan di dalam kerajaanNya adalah karakter diri yang dapat diajar. Hal ini tidak lain adalah keinginan untuk mendengarkan dan belajar. Abraham adalah orang yang dapat diajar dan berkeinginan untuk menanggapi instruksi Allah (Kejadian 12:1-4). Musa adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan yang baik, namun demikian ia adalah juga seorang yang rendah hati dan dapat diajar (Bilangan 12:3). Sikap Daud bisa kita ketahui di dalam Mazmur 119:33 ketika ia menuliskan, "Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu." Salomo mengenal kekurangannya sebagai manusia ketika ia meminta kepada Allah "kebijaksanaan dan hati yang dapat memahami" sehingga ia dapat belajar untuk memerintah umatNya dengan bijaksana (1 Raja-Raja 3:9). Ketika Yesus mengatakan bahwa diberkatilah mereka yang miskin dan lemah lembut, Ia pada kenyataannya menekankan kepada karakter mereka yang dapat diajar dan keinginan mereka untuk belajar dan bertumbuh (Matius 5:3-5). Alkitab juga menjelaskan bahwa ketika kita mengeraskan hati kita terhadap instruksi Allah, maka kita akan mendapatkan konsekuensi yang serius (Amsal 28:14). Kita dipanggil untuk memerintah dengan Yesus Kristus di dalam Kerajaan Allah, sedangkan karakter mau untuk diajar adalah salah satu dari kunci untuk mendapatkan upah tersebut. Oleh karenanya marilah kita bersungguh-sungguh mengembangkan kualitas diri yang penting tersebut.

All the best,

Arius Nusantara
Office Manager
The Living Church of God Indonesia
P.O. BOX 253
Malang, East Java
Indonesia 65100