Pendapat Kita atau Kristus

05 November 2008

Dear pelanggan yang setia,

Inilah renungan mingguan anda kali ini:

Pendapat kita atau pikiran Kristus: betapa seringnya kita mendengarkan atau bahkan membuat suatu komentar, "beginilah saya berpendapat tentang hal ini", "beginilah menurut saya", "begitulah sesungguhnya hal tersebut harus dilakukan", "saya akan memberikan pendapat saya". Dan sering kali, pendapat-pendapat yang seperti itu ditujukan kepada para pemimpin, bahkan di dalam jemaat sekalipun. Musa dikritik oleh orang-orang yang memiliki pendapat yang berbeda-beda. (Bilangan 16), dan Petrus secara tegas memiliki perbedaan pendapat dengan Yesus, dan bahkan menegur diriNya (Matius 16:21-23). Di dalam kedua kasus tersebut, orang-orang yang memberikan kritikan mereka tersebut sesungguhnya tidak memahami akar pikiran dan tindakan negatif mereka. Sebelum kita melontarkan pendapat kita, kita butuh untuk mengingat peringatan Allah bahwa, "pikiran-pikiranKu bukanlah pikiran-pikiranmu, demikian juga jalan-jalanmu bukanlah jalan-jalanKu" (Yesaya 55:8). Kita juga butuh untuk mengingat teguran, "keinginan daging bertentangan dengan keinginan Allah" beserta jalan-jalanNya, demikian juga dengan pemerintahanNya (Roma 8:7), dan "betapa liciknya hati, lebih licik dari segala sesuatu" (Yeremia 17:9). Sebagai umat Kristen, fokus kita seharusnya tidak menyebarkan pendapat-pendapat atau ide-ide kita sendiri, tetapi mengembangkan cara pandang ilahi yang mencerminkan pikiran Kristus (Filipi 2:5). Yesus berkata, "Ikutlah Aku" (Matius 4:19) sejalan dengan Yesus berpikir dan berjalan secara harmonis dengan Allah. Sikap Yesus adalah, "bukanlah kehendak ku tetapi kehendakNya" (Matius 26:39). Yesus patuh kepada BapaNya dan tidak menyombongkan diriNya sendiri. Rasul Paulus menginginkan umat Kristen untuk dapat mengendalikan diri, dan untuk "menaklukkan segala pikiran kepada Kristus" (1 Korintus 9:24-27; 2 Korintus 10:5). Salomo menuliskan, "Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya." (Amsal 29:11). Hendaklah kita bertanya kepada diri kita sendiri apakah kita lebih senang menyombongkan diri dan menyebarkan pendapat kita sendiri? Atau apakah kita lebih senang menyerahkan segala pikiran kita kepada Kristus?

All the best,

Arius Nusantara
Office Manager
The Living Church of God Indonesia
P.O. BOX 253
Malang, East Java
Indonesia 65100