23 Oktober 2008
Dear pelanggan yang setia,
Inilah renungan mingguan anda:
Kelemah lembutan adalah karakter ilahi: Kita memahami dari Alkitab bahwa umat Kristen dipanggil untuk menjadi raja dan imam, para pemimpin sipil dan agama, di dalam Kerajaan Allah. Di dunia ini, para pemimpin sering merasa bahwa untuk memperlihatkan kepemimpinan mereka, mereka harus menunjukkan kekuasaan mereka atas orang lain sehingga mereka akan mengetahui siapakah yang berkuasa. Yesus mengatakan kecenderungan manusia untuk "memperlihatkan" kekuatannya ini sebagai suatu karakter yang tidak boleh dimiliki, dan bahkan mereka yang memiliki karakter yang seperti ini pastilah tidak akan berada di dalam kerajaannya. (Matius 20:25-28). Allah mencari pribadi-pribadi yang ingin melayani orang lain, dan yang dapat memimpin di dalam kelemah lembutan tetapi tidak LEMAH. Daud mencatat bagaimanakah Allah secara lemah lembut berurusan dengan dirinya. (Mazmur 18:35). Salomo menyatakan bahwa kata-kata yang lemah lembut dan sabar akan dapat memenangkan hati orang-orang yang sulit (Amsal 25:15). Rasul Paulus menyebutkan bahwa daripada menggunakan sifat yang sok berkuasa karena jabatan yang dimiliki, Paulus lebih suka menggunakan kelemah lembutan di dalam memimpin jemaat (1 Tesalonika 2:6-7). Paulus juga mendorong umat Kristen untuk bersifat lembut, dan sabar ketika berhubungan dengan yang lain (Efesus 4:1-2). Nubuatan Alkitab mengindikasikan bahwa Yesus Kristus akan kembali ke bumi, dan memerintah dengan "tangan yang kuat", namun begitu Ia akan mengumpulkan jemaatNya sebagai seorang gembala dan "dengan kesabaran memimpin manusia." (Yesaya 40:10-11). Setiap orang yang berkeinginan untuk memimpin di dalam Kerajaan butuh untuk mengingat bahwa kelembah lembutan adalah salah satu karakter dari pemimpin ilahi.
All the best,
Arius Nusantara
Office Manager
The Living Church of God Indonesia
P.O. BOX 253
Malang, East Java
Indonesia 65100