24 Januari 2008
Dear pelanggan yang setia,
Ini mungkin adalah renungan mingguan anda yang terakhir dari saya sebelum saya bertolak ke Malaysia dan Filipina untuk menghadiri konferensi regional Asia Pasifik. Saya akan kembali menulis kepada anda pada minggu kedua bulan Februari, dan saya berharap anda dapat menikmati seluruh materi-materi kami baik melalui Internet ataupun layanan pos. Anda tetap dapat menghubungi kantor kami dan berkontak dengan saudara Ronaldo Sintoro untuk pemesanan materi.
Terima kasih atas kesetiaan anda untuk selalu membaca, mempelajari, dan membuktikan Alkitab dan kebenarannya. Ingatlah selalu akan Matius 6:33, dan anda akan menjadi pribadi yang sangat berharga di hadapanNya. Di dalam Kisah Para Rasul 17:11, kita mendapatkan suatu teladan yang baik dari orang Yahudi yang tinggal di kota Berea.
Hendaklah kita tetap mengobarkan semangat kita untuk SELALU BELAJAR FIRMAN ALLAH!
Apakah Yang Anda Syukuri? Pada saat ini kita hidup di dalam suatu dunia di mana banyak di antara kita yang terobsesi untuk mendapatkan hak-hak diri kita sendiri, yaitu untuk mendapatkan segala hal yang kita rasa adalah hak kita untuk kita dapatkan atau bahkan segala hal yang bisa kita tuntut dari orang lain sebagai hutang mereka kepada kita! Bagaimana pun juga, Alkitab menekankan kepada kita akan pentingnya rasa syukur dari apa yang Allah telah sediakan (Mazmur 95:2; 100:4). Rasul Paulus menunjukkan suatu sikap yang baik dengan bersyukur "atas segala sesuatu" yang ada di hidupnya (Efesus 5:20), atas persembahan (2 Korintus 9:15), atas makanan dan pelayananNya (1 Timotius 1:12; 4:3), dan juga bagi kabar baik yang membuat kita bertobat (Roma 1:8). Paulus menyebutkan bahwa doa permohonan haruslah disertai dengan rasa syukur (Filipi 4:6). Yakobus menyatakan bahwa kita harus berterima kasih atas bahkan masalah/ujian kehidupan yang membuat kita bertumbuh (Yakobus 1:2-4). Lebih jauh rasul Paulus memperingatkan kita untuk berhati-hati dari dosa rasa tidak bersyukur, yaitu khususnya rasa tidak bersyukur atas pengetahuan dan kebenaran yang telah diberikan oleh Allah. Hal ini dipandang sebagai suatu hal yang tidak benar (Roma 1:21). Sekarang marilah kita merenungkan tentang kapankah terakhir kali anda menyisihkan waktu untuk duduk dan membuat sebuah daftar dari hal-hal yang sudah seharusnya anda syukuri? dan sudahkah anda bersyukur kepada Allah secara langsung di dalam doa?
All the best,
Arius Nusantara
Office Manager
The Living Church of God Indonesia
P.O. BOX 253
Malang, East Java
Indonesia 65100