08 Januari 2008
Dear pelanggan yang setia,
Inilah renungan mingguan anda:
Tiga Pelajaran Penting Dari Kitab Yunus
Sudahkah kita mempelajari tiga pelajaran penting dari kitab Yunus? Harga dari kepatuhan kepada Allah, pentingnya kepatuhan serta arti yang sesungguhnya dari belas kasihan. Bagi kebanyakan orang di bumi, kitab ini secara sederhana menggambarkan kisah dari seorang manusia yang dimakan oleh seekor ikan besar, yang dikatakan sebagai seekor ikan paus. Di dalam ketidakpercayaannya, mereka bahkan memperolok kisah Yunus. Bagaimanakah dengan kita? Apakah kita memahami dengan benar ajaran dari kitab Yunus? Mengapakah Yunus melarikan diri, dan bukannya patuh ketika Allah pertama kali memanggil dirinya untuk melakukan suatu tugas? Bukankah ia seorang nabi Allah? Ya, tetapi ia juga seorang manusia yang membiarkan dirinya dipimpin oleh hawa nafsunya. Yunus mengetahui bahwa Allah adalah "Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya" (Yunus 4:2). Dengan kata lain, di dalam keirihatian dan kesombongan dirinya, Yunus tidaklah berbahagia terhadap Allah yang menunjukkan belas kasihan untuk menyelamatkan kehidupan orang banyak. Hal ini sungguh memedihkan diri Yunus. Baginya harga diri sebagai pelayan Allah adalah lebih penting daripada kehidupan ribuan orang.
Bukankah seperti itu pula kita terkadang menganggap orang lain? Kita sering membiarkan harga diri kita menentukan pikiran dan tingkah laku kita. Yunus, di dalam perut ikan yang besar, mempelajari pelajaran dari ketidak patuhan dan bertobat akan hal itu secara mendalam. Ketika kita membaca doanya (Yunus 2), kita menyadari bahwa doa Yunus banyak yang dikutip dari kitab Mazmur. Bab 2 dari kitab ini juga menyatakan pentingnya pertobatan pribadi yang harus kita lakukan sebelum baptisan di dalam kubur air (suatu pencelupan tubuh sepenuhnya di dalam air) dan munculnya kita ke dalam hidup "yang baru" yang mana hal ini menyimbolkan kebangkitan dari kematian. Bagaimanapun juga, pertobatan sendiri tidaklah cukup. Setelah baptisan, kita harus tumbuh di dalam kasih karunia dan pengetahuan akan Kebenaran. Kita harus meninggalkan jalan hidup duniawi kita yang lama, dan mulai bertindak di dalam cara Allah. Yunus mematuhi perintah Allah untuk kedua kalinya tanpa sungguh-sungguh memahami dalamnya kasih Allah kepada setiap orang. Yunus tidaklah berbahagia dan ia mengeluh karena Allah meunjukkan belas kasih terhadap orang-orang berdosa. Ia merasa bahwa tugasnya adalah sia-sia. Ini adalah pelaran ketiga yang dapat kita pelajari dari kitab ini: kita butuh untuk berbelas kasih kepada setiap orang terlepas dari apapun masalahnya. Ingatlah perkataan Kristus bahwa kita perlu untuk berbelas kasihan semenjak Bapa kita di sorga berbelas kasih (Lukas 6:36). Allah memberikan ilustrasi pelajaran ini kepada Yunus dengan menumbuhkan sebuah pohon ara dan menghancurkannya keesokan harinya. Ia ingin menunjukkan kepada Yunus bahwa belas kasihan terhadap manusia adalah jauh lebih penting dibandingkan mengasihani ciptaan Allah yang lainnya yang ada di bumi seperti hewan dan tumbuhan. Betapa sedihnya bahwa hampir kebanyakan orang tidak mempelajari tiga pelajaran penting ini ketika mereka membaca kitab Yunus!
Bagi anda semua yang ingin untuk mendengarkan acara Tomorrow's World di dalam bentuk audio CD, anda dapat menghubungi kami.
Beberapa judul yang paling sering diminta adalah sebagai berikut:
1. Apakah Terdapat Kehidupan Setelah Kematian? - oleh Richard F. Ames
2. Prinsip-Prinsip Dari Mempelajari Alkitab - oleh Roderick C. Meredith
3. Mengapakah Anda Dilahirkan? - oleh Wallace Smith
4. Mengapakah Kristus Harus Datang Kembali? - oleh Roderick C. Meredith
5. Membuka Rahasia Kitab Wahyu - oleh Roderick C. Meredith
Semua artikel ini sudah berbahasa Indonesia, dan anda dapat memperolehnya secara gratis. Hal ini menjadi mungkin oleh karena Allah dan persepuluhan yang dilakukan oleh jemaat Living Church of God Indonesia.
Bagi anda yang ingin memberikan sumbangan bagi pekerjaan Allah di akhir zaman ini, anda dapat menghubungi kantor perwakilan kami di Indonesia.
All the best,
Arius Nusantara
Office Manager
The Living Church of God Indonesia
P.O. BOX 253
Malang, East Java
Indonesia 65100