Januari-Februari 2008
Adakah sesuatu yang terhilang di dalam kehidupan kita? Mengapakah banyak dari kita yang mencari jawaban dengan mengonsumsi obat-obatan? Apakah yang harus kita lakukan?
Dunia pada saat ini dipenuhi oleh berbagai macam jenis zat kimia yang menjanjikan kesenangan namun yang pada kenyataannya dapat membawa kita kepada kehancuran. Jutaan orang menjadi pengguna obat-obatan walaupun berbagai macam resiko dan konsekuensi yang fatal telah diumumkan.
Suatu pertanyaan yang muncul adalah mengapakah orang-orang dari berbagai macam golongan usia berani mengambil resiko yang sangat berbahaya ini? Mengapakah orang berani membawa bencana kepada kehidupan mereka sendiri? Mungkin anda akan terkejut bila mengetahui bahwa kunci penting untuk memahami dan memerangi penyalah gunaan obat-obatan atau zat-zat kimia ini sesungguhnya tidak ditemukan di dalam program-program klinik kesehatan atau buku-buku kesehatan, melainkan kita dapat menemukan jawabannya di dalam Alkitab! Kita akan menemukan banyak bukti disana. Sungguh suatu hal yang amat baik bagi kita!
Ingatlah bahwa jika suatu zat itu dapat dicerna, disuntikkan, dihirup, atau diresap ke dalam tubuh, maka zat ini pada kenyataannya dapat disalah gunakan! Di Amerika Serikat sendiri, hampir sepertiga warga negaranya terlibat di dalam penyalah gunaan obat-obatan, atau memiliki hubungan dengan orang yang tergantung kepada obat-obatan! Ternyata permasalahan ini juga melanda negara-negara yang lain.
Patutlah diketahui bahwa alkohol itu dapat menghasilkan efek-efek yang menyenangkan dengan cara mengendurkan otot dan menenangkan otak kita sehingga keresahan atau kekhawatiran kita dapat hilang untuk sejenak. Sedangkan jika dikonsumsi di dalam batas wajar alkohol justru dapat menghasilkan perubahan yang sangat sehat di dalam tubuh manusia. Hal ini akan jauh berbeda jika alkohol digunakan di dalam ukuran yang tidak wajar atau ukuran yang dapat meracuni tubuh. Dalam kasus ini alkohol justru akan dapat mengganggu kemampuan pikir kita untuk memutuskan sesuatu, memperlambat kemampuan gerak refleks kita, menyebabkan hilangnya ingatan kita, menghancurkan hati dan liver, serta memperlemah sistem imunisasi dan bahkan menghasilkan cacat lahir. Mabuk berhubungan secara langsung dengan insiden kecelakaan kendaraan bermotor, kehilangan pekerjaan, tindak kejahatan dan aksi bunuh diri. Singkatnya, penyalah gunaan alkohol dapat menyebabkan seseorang membunuh dan mendapatkan kerugian. Inilah suatu hal yang dapat mengganggu dan menghancurkan masyarakat.
Penggunaan tembakau pada kenyataannya adalah "kegiatan candu yang paling serius dan yang telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi penyebab kematian (yang sesungguhnya dapat dicegah) terbesar di dalam masyarakat kita". (An Invitation to Health, Hales, halaman 399). Sebenarnya merokok berhubungan secara langsung dengan penyakit (seperti) jantung dan strokes, kanker paru-paru, kanker dada, dan kanker kandung kemih, demikian juga penyakit pernafasan seperti emphysema, keguguran, danjuga di dalam kehidupan anak-anak yang orang tuanya perokok (seperti) berat badan yang kecil, cacat lahir, dan kemunduran mental (ibid, halaman. 403-408).
Perokok memiliki tingkat kematian dini tiga kali lebih tinggi dari pada mereka yang tidak merokok, serta mengalami tingkat terkena serangan jantung lima kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak merokok.
Terdapat banyak orang yang mengonsumsi apa yang mereka sebut sebagai obat "penghibur" yang tidak lain adalah zat kimia yang dikonsumsi bagi kesenangan dan kenyamanan. Di antara zat-zat tersebut, LSD dan PCP adalah zat kimia yang dapat menimbulkan halusinasi yang dapat mengubah persepsi mental dan menimbulkan perasaan " manusia super" kepada penggunanya, namun yang di lain pihak dapat menyebabkan tingkah laku dan serangan psikotik yang hebat. Kokain dan amphetamin dapat menimbulkan perasaan senang dan percaya diri yang sementara, tetapi yang di lain pihak dapat merusak jantung dan otak.
Obat-obatan pencipta suasana seperti ecstasy pada kenyataannya dapat menciptakan perasaan hangat dan terbuka namun yang di sisi lainnya dapat secara permanen menghancurkan sel-sel otak dan bahkan dapat membunuh penggunanya. Zat ini pada umumnya ditemukan dan digunakan pada setiap pesta-pesta semalam suntuk yang disebut "raves" (lihatlah Time, 5 Juni 2000, halaman 62-73).
Hampir separuh dari aktivitas penyalah gunaan obat-obatan di Amerika Serikat mengikut sertakan penyalah gunaan resep obat-obatan. Hal ini terjadi bukan hanya karena adanya faktor penyalahgunaan resep yang disengaja, surat kesehatan yang palsu, dan penjualan obat-obatan di pasar gelap, namun juga kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh dokter dan penyalahgunaan yang tidak disengaja terhadap obat-obatan yang diberikan dengan resep, khususnya oleh orang-orang lanjut usia (lihatlah Prescription Drug Abuse: The Hidden Epidemic, Colvin).
Banyak peneliti memperhatikan suatu peningkatan yang tajam di dalam penggunaan Ritalin. Ritalin adalah suatu obat yang diberikan berdasarkan resep dokter kepada anak-anak Amerika yang memiliki penyakit ADHD (suatu penyakit gangguan hiperaktif karena kurang mampunya seorang anak berkonsentrasi). Kafein-suatu unsur aktif yang terkandung di dalam kopi, teh, dan banyak soft drink lainnya mungkin adalah "suatu zat kimia/obat yang paling sering digunakan di dunia" (Hales, halaman 345). Level kafein yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan permasalahan dengan jantung, gumpalan di buah dada, dan kanker kandung kemih. Jumlah kafein yang besar dapat menyebabkan gangguan iritasi, kecemasan, insomnia, dan masalah perut serta usus. Penggunaan yang berkelanjutan dari minuman berkafein dapat menyebabkan ketergantungan psikologi dan fisik (lihatlah Drugs, Society dan Human Behaviour, Ray and Ksir, hal. 230-232).
Zat kimia yang secara luas digunakan dapat menghancurkan otak, jantung, dan paru-paru penggunanya, demikian juga janin bagi para pengguna yang sedang mengandung. Penggunaan obat-obatan adalah merupakan penyebab kematian terbesar di dunia, demikian juga pemicu penyakit jantung, stroke, serta berbagai jenis kanker. Penyalahgunaan obat-obatan juga memberikan beban finansial yang besar bagi masyarakat. Biaya total dari penyalah gunaan obat-obatan di Amerika diperkirakan telah mencapai $240 milyard setiap tahunnya (Colvin, hal 100). Di Amerika Serikat, tepatnya "satu dari lima ranjang pasien di rumah sakit ditinggali oleh seorang pasien yang menderita kecanduan obat" dan hampir "50 persen dari kematian yang sesungguhnya dapat dicegah berhubungan dengan beberapa aspek penyalah gunaaan obat" (ibid" Sebuah hasil studi World Bank mengindikasikan bahwa "penggunaan tembakau menyebabkan kerugian global yang mencapai US$ 200 milyard per tahun" (World Health, hal 23). Penyalahgunaan obat-obatan serta konsekuensinya adalah suatu masalah medis dan sosial yang besar.
Tetapi mengapakah anak-anak muda dan orang-orang dewasa di seluruh dunia menggunakan dan menyalahgunakan obat-obatan kimia yang berbahaya yang dengan jelas memiliki potensi yang dapat menghancurkan dan merusak otak, tubuh, keluara dan pada akhirnya masyarakat kita?
Kaum pendidikan dan jurnalis biasanya mengatakan bahwa penyalah gunaan obat itu terjadi karena kemiskinan, rendahnya harga diri, dan faktor genetika. Banyak dikatakan bahwa pengguna obat-obatan itu adalah korban dari lingkungan dan faktor keturunan. Sayangnya, para peneliti sering mengesampingkan bukti yang penting yang sesungguhnya dapat menghasilkan penemuan yang berbeda. Walaupun mungkin beberapa orang memang secara biologis memiliki tingkat kesensitifitasan terhadap alkohol dan zat kimia lainnya, namun perlu diingat bahwa terdapat aspek psikologi di dalam penyalahgunaan obat dimana seorang individu memutuskan sendiri suatu pilihan di dalam hidup mereka.
Banyak studi yang menyatakan bahwa hampir kebanyakan orang mulai terjerumus ke dalam penyalahgunaan obat-obatan hanya karena mereka ingin tahu. Banyak yang diperdaya bahwa zat yang ajaib ini dapat membuat anda bahagia, senang, dan percaya diri, dan memberikan suatu arti bagi kehidupan yang kosong. Banyak yang mencari suatu cara untuk menghadapi depresi atau untuk keluar dari tekanan kehidupan atau kebosanan rutinitas sehari-hari. (Hales, hal 318). Banyak yang mulai menggunakan dan menyalahgunakan zat-zat kimia bagi alasan sosial. Mereka beralasan bahwa penggunaan zat-zat kimia itu adalah agar mereka dapat menemukan teman yang cocok, diterima pada suatu kalangan, menaikkan harga diri yang rendah atau menciptakan suatu kesan dan agar diperhatikan. Demikian juga terdapat banyak iklan yang mempromosikan ide yang salah yaitu bahwa anda membutuh zat-zat kimia untuk mendapatkan kesenangan. Jutaan orang yang terbujuk pada akhirnya melakukan penyalah gunaan obat-obatan dari film dan acara televisi yang mereka tonton. Kebudayaan juga memainkan suatu peran yang besar di dalam tindakan penyalahgunaan obat-obatan. Orang Rusia, contohnya, "adalah peminum terberat dunia" seperti yang dikatakan oleh seorang direktur klinik kesehatan di Moscow, "jika anda tidak minum di Rusia,maka ada sesuatu yang salah dengan anda." (World Press, November 1997, hal. 44). Hal yang serupa juga terjadi di banyak kebudayaan di dunia ini.
Agaknya informasi lengkap yang dapat kita dapatkan pada saat ini berasal dari penelitian yang cermat terhadap anak-anak muda. Faktor keikutsertaan mereka kebanyakan bersifat sosial dan psikologis yang mengikutsertakan pengaruh orang tua dan teman yang pada akhirnya mempengaruhi prinsip hidup dan tingkah laku mereka. Orang dengan faktor resiko yang lebih besar akan lebih mudah terlibat di dalam penyalah gunaan obat-obatan. Dengan kata lain penyalah gunaan obat-obatan akan mengalami peningkatan ketika orang kehilangan bimbingan yang positif, tokoh panutan yang baik, serta prinsip kehidupan yang sehat. Sebaliknya mereka memiliki hubungan yang lebih kuat dengan teman-teman yang berpengaruh negatif dibandingkan dengan orang tua yang supportif.
Penelitian mengindikasikan bahwa anak-anak muda yang berteman akrab dengan individu-individu yang negatif yang terlibat di dalam tingkah laku yang tidak lazim akan lebih mudah untuk jatuh kedalam penyaalah gunaan obat-obatan daripada anak-anak muda yang memiliki masalah kepribadian atau menghadapi kesulitan sosioekonomi (Ray and Ksir, hal 13). Meskipun genetika dapat menjadi suatu faktor bagi beberapa orang untuk mengembangkan ketergantungan mereka terhadap obat-obatan, pada kenyataannya pengaruh lingkungan sangatlah besar.
Pada saat ini, teori medis mengenai tindakan kecanduan mendominasi banyak pemikiran dunia barat (lihatlah The Diseasing of America: Addiction Treatment Out of Control, Peele). Teori ini berasumsi bahwa orang-orang yang terlibat di dalam penyalah gunaan obat-obatan atau yang memiliki masalah yang berhubungan dengan tingkah laku penyalah gunaan obat-obatan pada kenyataannya adalah korban dari penyimpangan gen yang dihasilkan dari ketidakseimbangan kimia di dalam tubuh. Bagaimanapun juga, teori yang banyak diterima oleh khalayak ramai ini pada kenyataannya menyebarkan suatu pendapat yang tidak benar yaitu bahwa manusia, menurut mereka, "memiliki kendali yang tidak besar atas kehidupan mereka ... Yang mana hal ini pada akhirnya memberikan ijin kepada kedurhakaan untuk masuk ke dalam kehidupan manusia dengan cara mencampur adukkan tanggung jawab moral dengan diagnosa penyakit." (Hales, hal 18). Dengan jelas banyak dari "pendapat umum" yang berhubungan dengan penyalahgunaan obat-obatan tersebut tidak melibatkan tanggung jawab pribadi. Bahkan kebanyakan program dengan slogan "katakan tidak" kepada penyalahgunaan obat-obatan (say no to drug) adalah suatu program yang tidak lengkap di dalam banyak hal.
Hasil studi tentang tingkah laku manusia telah mengidentifikasikan faktor-faktor yang penting yang berhubungan dengan pencegahan dari penyalahgunaan obat-obatan. Anak-anak muda yang memiliki fondasi agama yang baik, yang tingkat kehadiran akademisnya tinggi, yang mendapatkan nilai yang baik, yang memiliki hubungan yang dekat dengan orang tua mereka dan yang tidak suka melanggar hukum adalah siswa-siswi yang dilaporkan sangat jarang terjerumus ke dalam penggunaan minuman keras dan obat-obatan. (Ray and Ksir, halaman 13). Nilai-nilai kuat dan tingkah laku yang positif seperti ini pada kenyataannya ditumbuhkan dengan baik di rumah oleh orang tua dan anggota keluarga dewasa yang berkompeten dan yang penuh perhatian. Kegiatan pengembangan nilai-nilai positif yang membantu pengembangan tanggung jawab pribadi yang disertai dengan pendidikan yang benar, serta pengaruh teman yang positif adalah suatu metode yang sudah dibuktikan dan didokumentasikan dengan baik. Hal ini dapat mencegah dan memerangi penyalahgunaan obat-obatan.
Bagaimanapun juga, masih terdapat banyak hal yang sesungguhnya dapat diceritakan! Jika orang ingin mengatakan "tidak" terhadap obat-obatan serta kegiatan beresiko lainnya, maka mereka harus memiliki alasan yang lebih dari hanya ingin tetap sehat dan meningkatkan diri mereka sendiri. Menulis pada media Unesco Courier, Federico Mayor mengatakan, "Untuk memerangi permintaan obat-obatan, kita haruslah masuk ke dalam akar permasalahan dan memberikan suatu tujuan bagi kehidupan ... kita harus memberikan kepada anak-anak muda bukan hanya cara untuk hidup tetapi juga alasan mengapa mereka harus hidup" (Desember 1998, hal 9). Anak-anak muda dan dewasa butuh diberikan informasi tentang upah yang harus mereka tanggung baik secara individu maupun sosial dari kegiatan penyalah gunaan obat-obatan. Juga perlu bagi kita untuk memberitahukan mereka sehingga mereka dapat mengembangkan "kemampuan diri untuk menolak" pengaruh buruk. Pada akhirnya mereka akan memiliki kekuatan untuk menolak kondisi yang menggoda tapi berbahaya tersebut.
Secara fundamental kita semua butuh untuk memahami alasan-alasan pokok mengapa kita harus menghindari resiko dan tingkah laku yang menghancurkan. Alasan-alasan tersebut tidak ditemukan di dalam buku-buku teks kesehatan atau manual perawatan kesehatan, namun di dalam Alkitab.
Pada saat ini orang pada umumnya memiliki pemikiran, "Jika anda merasa senang, lakukanlah!"-hal ini sebenarnya adalah suatu cara pandang yang sempit dan memiliki konsekuensi yang berbahaya. Di dalam hidup yang kosong, jutaan manusia sesungguhnya terperdaya untuk mencari sensasi hidup yang baru dan berbeda. Dan yang menyedihkan , masyarakat dunia pada kenyataannya telah membuang petunjuk ilahi yang sebenarnya dapat menjelaskan dengan lengkap tentang bagaimanakah kita harus hidup, dan mengapakah kita harus hidup di dalam cara tertentu, Alkitab menunjukkan suatu jalan keluar bagi masalah penyalah gunaan obat-obatan.
Alkitab menyatakan tujuan hidup yang sebenarnya dan alasan yang nyata dari mengapa kita harus hidup di dalam suatu aturan tertentu, sehingga kita dapat mengetahui kapankah berkata "ya" dan kapankah berkata "tidak". Di dalam kitab Kejadian kita belajar bahwa sang Pencipta alam semesta menciptakan kita di dalam gambar dan rupaNya (Kejadian 1:26-27), dan bahwa kita butuh untuk memelihara apa yang diciptakan oleh Allah (Kejadian 2:15). Alkitab menyebutkan tubuh manusia itu diciptakan "secara dahsyat dan ajaib" (Mazmur 139:14). Umat Kristen menyadari bahwa tubuh mereka adalah "bait Allah", dan mereka haruslah juga berhati-hati terhadap peringatan Alkitab yang berbunyi "Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia." (1 Korintus 3:16-17). Alkitab penuh dengan tema-tema pokok yang berhubungan dengan tanggung jawab pribadi dan akibat yang harus ditanggung oleh seorang manusia akibat perbuatan yang telah dilakukannya. Allah telah menciptakan kita sebagai agen moral bebas sehingga kita dapat belajar membuat pilihan yang bijaksana. (lihatlah Ulangan 30:15-20). Orang tua dan para pemimpin haruslah mengajari generasi muda untuk memahami cara-cara mendapatkan hidup yang baik dan berbahagia (Ulangan 4:6- 10; 6:7; Amsal 22:6). Anak-anak muda harus diberi pengajaran dan petunjuk melalui teladan bahwa hukum-hukum Allah tersebut pada kenyataanya bersifat praktis (Amsal 3:1-2). Orang dewasa yang berpengalaman harus memberikan pelajaran tentang nas yang sangat penting yang berbunyi, "jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." (Amsal 14:12). Orang-orang harus diberi dorongan untuk mempelajari dan melakukan nas yang berbunyi, "tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu." (Amsal 4:26), demikian juga untuk menentukan tujuan-tujuan yang penting (Matius 6:33), untuk melakukan sesuatu hal secara maksimal (Pengkhotbah 9:10), dan untuk memilih teman secara berhati-hati (Amsal 1:10- 19). Cara untuk mendapatkan kebahagiaan yang nyata mencakup tindakan membuat keputusan yang bijaksana (Amsal 3:13-15), dan bukan mencari pelarian yang sia-sia kepada obat-obatan yang hanya dapat memberikan kelegaan sesaat saja!
Alkitab juga memberikan bimbingan yang khusus mengenai penggunaan zat-zat kimia. Alkitab memperingatkan berulang-ulang tentang perihal mabuk dan penyalahgunaan alkohol (Amsal 20:1; Roma 13:13; 1 Korintus 5:11; 6:10; Efesus 5:17-18; 1 Petrus 4:1-3). Alkitab menyatakan aspek-aspek kesehatan dari alkohol (1 Timotius 5:23) dan cara-cara tentang bagaimanakah kita dapat mengonsumsinya di dalam cara yang bertanggung jawab (Ulangan 14:26; Pengkhotbah 9:7; Matius 26:29). Alkitab mengajarkan kita untuk memiliki pandangan yang seimbang tentang suatu hal berdasarkan cara pandangNya (Filipi 4:5). Bagaimanapun juga, jika hal-hal penting yang berkenaan dengan jalan-jalan Allah tersebut dilupakan, khususnya di rumah, maka permasalahan akan timbul. Anak-anak muda yang menyaksikan suatu ijin bagi tindakan penyalah gunaan alkohol dan obat-obatan untuk terjadi di rumah akan cenderung untuk mencari teman yang juga melakukan perbuatan yang sama, yang mana hal ini akan menyebabkan terjadinya tindakan yang serupa. Bimbingan Alkitab berikut ini akan berjalan seiring dengan pencegahan terhadap penyalahgunaan obat-obatan/zat-zat kimia!
Tidak hanya Alkitab memberikan kepada kita alasan dan instruksi khusus untuk mencegah penyalahgunaan obat-obatan; bahkan Alkitab memberikan suatu contoh kasus pribadi sebagai peringatan. Allah memberikan kepada Salomo kebijaksanaan (1 Raja-Raja 3:9-12), walaupun begitu ia mempelajari beberapa pelajaran kehidupan dengan cara yang sulit, yaitu dengan cara menjalani pengalaman yang pahit. Salomo menjelaskan tentang usahanya yang sia-sia untuk mendapatkan kebahagaiaan degan menuruti segala keinginan jasmani yang diinginkan oleh hatinya. Keinginannya tersebut ia tuliskan di dalam amsal dengan anggur (Pengkhotbah 2:3), para wanita dan lagu. Eksperimen yang dilakukannya adalah suatu kegagalan total, yang pada akhirnya membuat Salomo membenci hidupnya sendiri. (ayat 17).
Pelajaran apakah yang pada akhirnya dipelajari oleh Salomo? " Orang jahat terjerat oleh pelanggaran bibirnya, tetapi orang benar dapat keluar dari kesukaran. Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya." (Pengkhotbah 12:13-14). Salomo memahami hal yang penting ini untuk menghindari penyalah gunaan zat-zat kimia yang dapat mengundang hukuman Allah! Ketika Yesus Kristus kembali ke dunia, dan akan Ia akan memberikan upah kepada mereka yang telah belajar untuk membuat pilihan yang bijaksana dan yang telah berusaha untuk hidup berdasarkan hukum Allah, tetapi akan menghukum orang-orang dan bangsa-bangsa yang mengabaikan hukum tersebut. (Matius 25:1-34; Wahyu 11:18).
Penyalahgunaan obat-obatan telah mewabah di dalam kehidupan umat manusia di sepanjang zaman. Walaupun demikian, penelitian telah mengindikasikan bahwa "kecanduan obat dapat dengan pasti dirawat jika pasien memiliki motivasi dan memiliki sesuatu di dalam kehidupan ini untuk ia perjuangkan ... Orang-orang haruslah memiliki suatu perasaan bahwa di dunia ini sesungguhnya terdapat sesuatu yang lebih baik daripada hanya sekedar obat-obatan." (Hales, halaman 369). Jika permasalahan penyalahgunaan obat-obatan tersebut dikategorikan sebagai suatu penyakit, maka tindakan "pengobatan" yang diberikan pada kenyataannya menolak penyebab utama yang sebenarnya menyebabkan tindakan penyalahgunaan tersebut. Pengobatan tersebut biasanya tidak mengikutsertakan perasaan bersalah para penggunanya, yang mana hal ini justru akan menghilangkan sautu faktor motivasi yang kuat untuk menghindari tindakan penyalah gunaan zat-zat kimia yang sangat merugikan.
Alkitab menjelaskan bahwa Allah akan memberikan upah kepada mereka yang berjalan di dalam jalan-jalanNya dan yang dapat mengalahkan hawa nafsu. Pencipta kita tidak hanya menyatakan tujuan kehidupan manusia yang sebenarnya; namun juga jalan hidup yang akan membuat kehidupan kita berbahagia, sehat dan lengkap. Ketika manusia kehilangan pengetahuan yang penting tentang arti dan tujuan hidupnya, tidaklah mengherankan jika terdapat banyak orang yang terjerat di dalam bujukan untuk menjadi teler. Tetapi mereka yang kembali kepada Allah akan dapat disembuhkan dari kecanduan mereka dan masalah yang lain, dan dengan mematuhi bimbinganNya yang penuh kasih, maka mereka akan dapat menemukan suatu kebahagiaan di dalam kehidupan mereka yang tidak dapat disediakan oleh obat manapun!
Minum Pil? "Kita terbiasa memiliki suatu kata bagi penderita ADHD. Kita memanggil mereka "boys/anak laki-laki." Mencuplik dari apa yang dikatakan oleh seorang psikoanalis di dalam Shyness: How Normal Behaviour Became a Sick ness (Bagaimanakah Tingkah Laku Yang Normal Menjadi Suatu Penyakit), oleh seorang professor Northwestern University bernama Christopher Lane.
Pembelanjaan obat-obatan untuk memerangi kelebihan perhatian/masalah hiperaktif meningkat. Badan Kesehatan Nasional Inggris sendiri melihat pembelian obat-obatan bagi anak-anak penderita ADHD mencapai 101 juta poundsterling di tahun 2012, yang mana hal ini meningkat 17 juta poundsterling di tahun 2006, dan Amerika Serikat kelihatannya mengalami suatu peningkatan sekitar 4 juta bagi pembelanjaan obat ADHD tahunan di tahun 2010, berdasarkan sebuah studi dari Universitas Heidelberg yang dikeluarkan di bulan November 2007.
Walau demikian banyak pengamat, seperti Lane, pada saat ini mempertanyakan penekanan luas akan obat-obatan. Pada bulan November yang lalu, para peneliti di Institut Nasional bagi masalah Kesehatan Mental melaporkan bahwa otak dari anak-anak didiagnosa dengan ADHD matang di dalam pola normal, tetapi memiliki keterlambatan sampai tiga tahun di beberapa bagian otak. "Menemukan suatu pola normal di bagian kematangan cortex, keterlambatan albeit, pada anak-anak dengan ADHD harus meyakinkan keluarga dan dapat membantu untuk menjelaskan mengapa banyak anak muda pada akhirnya tumbuh di dalam kelainan," jelas Philip Saw, M.D, yang memimpin tim penelitian. Diantara 233 penderita ADHD, separuh dari 40.000 bagian cortex otak mencapai ketebalan pada usia 10.5, dibandingkan dengan usia 7.5 didalam sebuah kelompok yang dari anak-anak yang tidak mengalami kelainan. Menariknya, NIMH’ s Multimodal Treatment study of Children, yang telah meneliti perawatan ADHD pada anak-anak semenjak tahun 1990, menemukan bahwa perawatan obat seperti Ritalin tidak menghasilkan sesuatu yang lebih dibandingkan terapi setelah tiga tahun perawatan.
Kontroversi terus bergulir. Buku-buku seperti David Healy’s Let Them Eat Prozac" The Unhealthy Relationship Between the Pharmaceutical Industry and Depression, and The Loss of Sadness: How Psychiatry Transformed Normal Sorrow into Depressive Disorder, oleh Allan Horwitz dan Jerome Wakefield, menegaskan suatu kesamaan ketertarikan dari para ahli penyakit jiwa yang berkeinginan untuk mendapatkan pasien dan sebuah industri obat untuk menjual resep.
Healy, bekas sekretaris British Association for Psychopharmacology, mencela apa yang ia sebut sebagai "biobabble" dari industri farmasi yang menarik suatu kesimpulan yang salah tentang hubungan penyebab yang menyesatkan antara depresi dan kehilangan serotonin di dalam otak; orang yang sering merekomendasikan pill dengan cepat menawarkan pengganti serotonin, tidak menyebutkan bahwa konseling yang efektif dapat dengan sendirinya mendorong tubuh untuk memproduksi serotonin di dalam tubuh. Horwitz dan Wakefield setuju, juga menyalahkan American Psychiartic Association, yang di tahun 1980 mengklasifikasikan ulang banyak "penyakit syaraf" yang lama sebagai penyakit medis yang nyata.
Pada saat ini ketika ilmu pengetahuan memahami bagaimana terapi dapat lebih efektif dibandingkan obat-obatan untuk merawat gangguan emosional, agaknya ini adalah saat untuk mempertimbangkan nilai terapis dari resep Alkitab yang sudah teruji, unit keluarga, suatu lingkungan yang aman dan penuh kasih dimana seorang ayah menyediakan bimbingan dan sumber informasi, dan seorang ibu mensuplai perhatian perseorangan yang sangat penting bagi perkembangan anak-anak muda.