Kenapa Kita Menjadi Mabuk dan Teler?
Lima Kunci bagi Pernikahan yang Berbahagia
Masa Depan Yerusalem
Pelajaran dari Sejarah

Masa Depan Yerusalem

Mei-Juni 2007

Perdebatan atas Yerusalem terus menerus memenuhi kabar berita. Bangsa Arab dan Israel bertempur untuk menentukan masa depan kota ini, namun Allah sesungguhnya memiliki rencana yang menakjubkan bagi kota yang sudah lama ditimpa konflik ini. Akankah kedamaian pada akhirnya datang di Yerusalem? Jawaban atas pertanyaan ini akan mengejutkan anda!

Yerusalem adalah titik utama dari konlik Timur Tengah. Di antara dunia Arab, terdapat jutaan yang menentang keberadaan orang-orang Israel di kota bersejarah ini. Di seluruh dunia, terdapat jutaan umat Muslim yang berharap bahwa harinya akan tiba ketika Yerusalem tidak lagi berada di bawah pengawasan Israel.

Akankah harapan mereka terpenuhi? Di akhir bulan Maret, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bertemu dengan para pemimpin kelompok militan Hamas Palestina, dan menunjukkan dukungannya atas usaha yang dilakukan untuk menekan penguasaan Yerusalem atas Israel. "Saat pemenuhan janji ilahi telah dekat. Rezim Sionisme [Israel] akan mendapatkan pengalaman terburuk dan berada di ujung tanduk kehancuran. Orang Palestina harus tetap berhati-hati dan mendukung kepemerintahan terpilih mereka untuk menyiapkan landasan dari pembebasan Quds [Yerusalem] yang suci dan pembebasan dari belenggu Sionis yang jahat," kata Ahmadinejad. Ia mendorong Hamas untuk memantapkan dan melanjutkan segala usaha "penolakan dan pengusiran tirani Sionis dari tanah suci Palestina. Dan perlawanan harus tetap dilakukan sampai bahkan tidak tersisa satu inci pun dari tanah Palestina" yang berada di bawah pengaruh Israel, kata Ahmadinejad.

Pendapat yang kurang lantang juga dilontarkan untuk mendorong Israel menyerahkan paling tidak beberapa kekuasaannya atas Yerusalem. Di tahun 1980, ketika Israel menyatakan Yerusalem sebagai "ibukota Israel yang bersatu dan akan berlangsung sampai selama-lamanya," Vatikan dengan keras menyatakan keberatannya atas deklarasi tersebut. Di tahun 1984, Paus Yohanes Paulus II mengajak Yerusalem untuk memiliki "status internasional yang dijamin secara khusus". Beberapa waktu yang lalu Paus Benedict XVI menimpakan amarahnya kepada orang Israel dengan menolak mengutuki seluruh serangan Palestina terhadap Israel, serta mengatakan bahwa respons Israel terhadap seluruh serangan tersebut terkadang menyalahi aturan Internasional. Di dalam pesannya pada hari Rabu Abu kepada umat Katolik Roma di Yerusalem pada bulan Februari yang lalu, seorang "Patriarch" berkebangsaan Latin bernama Michael Sabbah mengkritik kebijaksanaan Israel dengan menginginkan Israel untuk mengakhiri "kependudukan mereka yang tidak mengenal kasih dengan segala kekerasannya," serta mencela bahwa "pasukan Israel yang, pada saat kapan pun, memasuki kota-kota Palestina tersebut membunuh, mengambil para tawanan, mencabuti pohon-pohon, dan menghancurkan rumah-rumah."

Untuk memahami masa depan Yerusalem, kita terlebih dahulu wajib memahami masa lalunya. Setelah kejatuhan Roma, Yerusalem berada di dalam kekuasaan Kaisar Bizantin sampi pasukan Muslim mengalahkan kota tersebut di tahun 638. Di tahun 1099, Perang Salib Yang Pertama menyebabkan kekuasaan atas Yerusalem berpindah ke tangan penindas Eropa, yang kemudian menguasainya sampai tahun 1187. Di tahun 1187 itulah Yerusalem diambil alih oleh Jenderal Muslim bernama Saladin, yang mana penerusnya yang bernama al-Khamil pada masa setelahnya memberikan kota tersebut kepada Kaisar Frederick II dari Kekaisaran Roma Suci di tahun 1228. Di tahun 1244 Ayyubids dari Mesir mengambil alih Yerusalem, dan kota ini tetap dibawah pengawasan pemerintahan Mesir sampai tahun 1516 ketika pasukan dari Kaisar Ottoman mengambil alih kota ini.

Empat abad setelahnya, di saat Perang Dunia I di tahun 1917, Jenderal Admund Allenby memimpin pasukan Inggris yang pada akhirnya mengalahkan Ottoman Turks dan menempati Yerusalem. Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour di bulan November 1917 yang mengumumkan rencananya untuk mendirikan tanah air bagi orang Yahudi di Palestina, dan Liga Bangsa-Bangsa menyetujui Deklarasi ini di tahun 1922.

Namun Liga Bangsa-Bangsa bubar dan di bulan November 1947, sebuah lembaga internasional yang lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa baru saja terbentuk. Lembaga ini mengeluarkan Resolusi Majelis Umum 181/General Assembly Resolution 181, yang memasukkan suatu rencana untuk memberikan suatu daerah di sekitar Yerusalem di bawah kekuasaan internasional. Satu tahun selanjutnya, bangsa Arab dan Israel berperang, dan hal ini menghancurkan harapan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan perdamaian di wilayah ini. Dari tahun 1947 sampai 1967, Yerusalem Barat tetap berada di bawah kekuasaan Israel sementara Yordania mengatur wilayah Timur Yerusalem.

Di dalam "Pertempuran Enam Hari" di tahun 1967, pasukan Israel menghadapi serangan-serangan Arab dan menguasai Yerusalem Timur, menyatukan seluruh kota di bawah pemerintahan Yahudi untuk pertama kalinya setelah hampir 1900 tahun. Semenjak Jenderal Roma Titus dan pasukannya menghancurkan kota di tahun 70M Yerusalem berada di bawah pemerintahan Yahudi.

Semenjak tahun 1967, Yerusalem tetap berada di dalam kendali administrasi Israel. Walaupun begitu ketegangan-ketegangan tetap ada di kota yang penduduknya sangat padat ini, yaitu dengan perkiraan populasi diatas 700,000. Sekitar 32 persen dari penduduk kota adalah Muslim Arab, yang sering berkonflik dengan 65% penduduk kota yang adalah Yahudi.

Tiga Agama, Satu Kota

Dapatkah negara Israel dan negara-negara Arab menemukan kedamaian selama Yerusalem tetap menjadi pusat konflik? Akankah kota ini menjadi ibukota Palestina? akankah kota ini jatuh ke tangan internasional? Alkitab anda menunjukkan bahwa konflik atas kota Yerusalem akan menjadi pusat dari kejadian-kejadian akhir zaman.

Yerusalem pada saat ini adalah suatu kota dimana penduduknya memeluk banyak kepercayaan; salah satu survei di tahun 2006 mengidentifikasikan 1200 sinagoga, 150 gereja dan 70 masjid di dalam wilayahnya.

Orang Yahudi melihat Yerusalem sebagai kota dari banyak nabi besar, dan sebagai ibu kota dari Kerajaan Israel dan Yehuda dibawah pemerintahan raja Daud dan anaknya raja Salomo. Bait Allah kuno Israel yang pertama dan kedua di Yerusalem adalah merupakan pusat ibadah orang Yahudi sampai dengan saat ketika orang Roma menghancurkan kota di tahun 70 M. Pada saat ini ibadah orang Yahudi ada di Tembok Barat atau Tembok Ratapan/Wailing Wall, yang mereka percaya sebagai satu-satunya bangunan yang tersisa dari bait yang Kedua yang pada saat ini dapat dimasuki oleh para peibadah Yahudi.

Yerusalem adalah juga kota ketiga tersuci umat Islam setelah Mekha dan Medina. Pada saat ini, Mesjid Omar yang juga diberi nama Dome of The Rock mendominasi Temple Mount. Istilah Arab bagi Temple Mount adalah al-Haram as-Sharif, yang artinya Tempat Orang Suci. Umat Muslim percaya bahwa Muhammad naik ke sorga dari sana.

Umat Kristen mengingat Yerusalem sebagai tempat di mana sang Juru Selamat disalibkan dan dimana Ia mengajar di dalam Bait Suci dan tempat dimana Ia nanti akan kembali untuk mendirikan kerjaanNya, dan kota Yerusalem akan menjadi ibukota dunia.

Pergerakan Militer Yang Dinubuatkan

Apakah yang dinyatakan oleh Alkitab tentang apa yang akan terjadi dengan Yerusal em? Akhirnya kota kuno ini akan menjadi ibukota dari seluruh dunia. Tetapi sebelum saat itu datang, pergerakan militer yang besar akan melanda Yerusalem. Akan datang harsaatnya menjelang akhir zaman ketika pasukan musuh akan memasuki Tanah Suci, dan mengelilingi kota Yerusalem. Seperti yang telah diperingatkan oleh Yesus Kristus sendiri, "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentaratentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat." (Lukas 21:20).

Patutlah diketahui bahwa tentara-tentara disini bukanlah pasukan mana pun dari Timur Tengah; nubuatan Kristus menunjukkan bahwa tentara-tentara ini bukanlah pasukan Israel. Kristus melanjutkannya, "sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." (ayat 22-24).

Pastikan anda membaca kisah yang sama di dalam Matius 24 dan Markus 13. Sejalan dengan anda membacanya, perhatikanlah bahwa kehancuran Yerusalem di tahun 70M adalah suatu gambaran nubuatan tentang kehancuran akhir zaman yang digambarkan oleh nubuatan-nubuatan ini.

Setelah Yerusalem jatuh kepada tangan bangsa bukan Israel, untuk berapa lamakah orang-orang tersebut akan tinggal disitu? Jawabannya ada di dalam kitab Wahyu yang mengkonfirmasi bahwa pada akhir zaman Israel akan sekali lagi kehilangan kekuasaannya atas Yerusalem. Rasul Yohanes mengatakan, "Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya." (Wahyu 11:1-2).

Ya, Yerusalem akan ada di bawah kekuasaan bangsa bukan Israel selama 42 bulan di akhir zaman. Sejalan dengan anda membaca kitab Wahyu, anda akan melihat bahwa periode tiga setengah tahun ini akan mendahului peristiwa kedatangan Kristus. Dua nabi Allah akan bersaksi dengan kekuatan yang besar di dalam periode tiga setengah tahun yang sama (Wahyu 11:3-15). Dua saksi ini akan berhadapan dengan pasukan bukan Israel yang mendominasi Timur Tengah.

Penglihatan Daniel Menjelaskan

Nabi Daniel menerima suatu penglihatan dari seorang malaikat yang memberikan kepada kita pandangan tentang masa depan Yerusalem. Ketika ia bertanya tentang arti daripada penglihatan tersebut, malaikat mengatakan kepadanya: "Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman." (Daniel 12:9). Lebih dari 2500 tahun setelahnya, kita pada akhirnya dapat memahami nubuatan-nubuatan ini semenjak zaman dimana kita hidup pada saat ini adalah zaman akhir! "Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari." (ayat 11). Allah menyatakan bahwa pada akhir zaman, beberapa saat sebelum kembalinya Kristus, korban harian akan dihentikan atau dipergikan. Hal ini dengan jelas menyatakan bahwa aktivitas persembahan korban harukurian haruslah dimulai sebelum mereka dapat dihentikan! Di sana terdapat Yahudi Ortodoks yang sudah merencanakan untuk mengembalikan lagi praktek pengorbanan binatang/korban harian jika saatnya sudah memungkinkan. Pada saat ini, bagaimanapun juga, orang Yahudi tidak diperkenankan untuk beribadah di depan umum di Temple Mount, jadi akan dapat dilihat dimana dan kapankah orang-orang Yahudi akan memulai mempersembahkan korban persembahannya. Hal ini akan menyebabkan krisis nasional yang mempercepat peristiwa dihentikannya praktek korban persembahan tersebut.

Perhatikan kunci yang lain yang disebutkan oleh Daniel, "peristiwa penghancuran yang menjijikkan". Apakah yang dimaksud dengan hal ini? Secara sejarah, penguasa Yunani yang bernama Antiochus Epiphanes mengeluarkan suatu dekrit di tahun 167 SM yang melarang dilakukannya aktivitas pengorbanan di Bait Yerusalem. Sejarawan Yahudi bernama Yosephus menggambarkan tindakan Antiochus: "Dia [Antiochus] merusak Bait Allah, dan menghentikan secara permanen kegiatan mempersembahkan korban pendamaian harian selama tiga tahun dan enam bulan." Yosepus juga menjelaskan bagaimana Antiochus menajiskan altar. "Sekarang Antiochus tidak puas hanya dengan tindakannya menguasai kota secara mendadak, atau dengan jarahannya, atau dengan pembantaian besar yang telah ia lakukan disana...ia memaksa orang Yahudi untuk menghapuskan hukum negeri mereka, dan membuat anak-anak mereka tidak bersunat, dan untuk mempersembahkan daging babi di altar" (Perang Yahudi/ Wars of the Jews, Book I, Chapter I, Sections 1-2).

Setelahnya Antiochus bahkan mengotori bait dengan lebih. Ia mendirikan sebuah patung Yupiter Olympus di dalam bait dan menyuruh orang untuk menyembahnya. Hal yang sangat menjijikkan ini, yang diacukan di dalam bab 8 dan 11 dari nubuatan Daniel sesungguhnya memberikan gambaran tentang peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman. Inilah hal yang dikatakan oleh Yesus: "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya - maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan" (Matius 24:15- 16).

Yesus memperingatkan kita untuk tetap berjaga-jaga melihat suatu peristiwa yang sama pada saat ini, yaitu peristiwa najis yang menjijikkan di akhir zaman. Sama seperti ketika Antiochus Epiphanes membuat bait Allah tidak suci di tahun 167SM, dan melarang kegiatan persembahan korban, maka penguasa yang tidak suci di masa depan itu juga akan melarang dilakukannya kegiatan mempersembahkan korban. Siapakah dan apakah yang akan menjadi "pelaku" dari segala kegiatan najis di akhir zaman ini? Perhatikan: "Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah." (2 Tesalonika 2:3-4).

Ya, seorang nabi palsu yang besar akan duduk di Bait Allah, dan anda harus berawas-awas. Anda butuh untuk memahami masa depan. Jangan biarkan diri anda disesatkan.

Nabi yang palsu ini akan mengadakan tanda-tanda yang besar. Perhatikan deskripsi berikut ini: "Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu." (Wahyu 13:11-14).

Sementara kekuatan Binatang tersebut menguasai Yerusalem, dua saksi Allah akan bernubuat dan mempersiapkan jalan bagi sang Mesias, Raja diatas segala raja, untuk pada akhirnya mengambil alih Yerusalem dan seluruh dunia. Kitab Wahyu menggambarkan pekerjaan dua nabi akhir zaman ini. "Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya." (Wahyu 11:3).

Kitab Wahyu melanjutkan menjelaskan bahwa di akhir kesaksian mereka, kekuatan Binatang akan mengalahkan dan membunuh dua saksi ini, tetapi Allah akan membangkitkan mereka setelah tiga hari. Hal ini dilakukanNya untuk membuat musuh-musuh mereka tercengang. Allah akan kemudian memulai penghakimanNya dengan menyebabkan suatu gempa bumi yang besar di kota Yerusalem. Tujuh ribu orang akan mati. Kemudian sangkakala yang ketujuh akan dibunyikan dan mengumandangkan kabar baik tentang kembalinya Mesias ke dunia: "Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selamalamanya." (ayat 15).

Kedamaian Akan Datang

Pada saat ini kita hidup di dalam suatu dunia yang penuh dengan peperangan dan kegiatan terorisme. Bangsa-bangsa berjuang untuk mendapatkan kedamaian, tetapi seperti apa yang dikatakan oleh rasul Paulus kepada kita, "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah" (Roma 3:10-11). Ia melanjutkan: "kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu." (ayat 15-18).

Satu-satunya yang akan membawa kedamaian kepada kita kedamaian adalah sang Mesias, Yesus Kristus. Ia kembali sebagai Raja diatas segala raja, Tuhan diatas segala tuhan, seperti yang dikatakan oleh kita di dalam Wahyu 19:16. Dan Alkitab menceritakan kepada kita tentang suatu tempat yang pasti dimana Ia akan kembali: "Kemudian TUHAN akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran. Pada waktu itu kaki- Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan." (Zacharia 14:3-4). Bukit Zaitun berada di sisi timur Temple Mount di Yerusalem di seberang Lembah Kidron.

Yerusalem akan menjadi makmur dan subur ketika sang Mesias memerintah dunia dari Yerusalem. Perhatikanlah gambaran tentang hal tersebut: "Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengah lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin. Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya." (Zakharia 14:8-9).

Saya berharap anda benar-benar menantikan hari yang oleh nabi Yesaya telah dibicarakan. "Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!" (Yesaya 40:9).

a, seperti yang telah kita lihat, Mesias akan datang ke Yerusalem! Seluruh dunia akan segera memahami bahwa Allah Abraham, Ishak dan Yakub adalah sang Mesias. Ingatkah anda terhadap Batu Karang Israel? Berbicara tentang Israel kuno, rasul Paulus menuliskan, "Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus." (1 Korintus 10:1-4). Ya, Batu Karang itu adalah Mesias dan Ia akan segera kembali!

Seperti yang dituliskan oleh Yesaya: "Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati." (Yesaya 40:10-11).

Ya, Tuhan akan menyelamatkan umatNya, dan Ia akan mendidik ulang dan memerintah semua bangsa secara bijaksana. Perhatikan nubuatan yang berhubungan dengan Yerusalem ini. "Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana," (Yesaya 2:1-2).

Pemerintahan Dunia Yang Penuh Dengan Damai Sejahtera Di Masa Depan

Gunung adalah suatu simbol Alkitab bagi kerajaan atau pemerintahan. Yesaya menyatakan dengan jelas bahwa kerajaan Tuhan akan didirikan di Yerusalem. Semua bangsa akan menyerahkan diri kepada pemerintahan dunia yang baru ini. Hal ini bukanlah pemerintahan yang ada di tangan manusia yang egois. Pemerintahan yang baru ini tidak lain adalah Kerajaan Allah yang akan memerintah dunia. Pemerintahan yang memerintah dunia ini akan diatur oleh sang Mesias, Raja di atas segala raja, Yesus Kristus! Hal ini adalah kabar baik yang harus kita sambut. Saya berharap anda menantikan saat dari kedamaian dunia tersebut! Saya berharap anda betul-betul menunggu Kerajaan tersebut! Saya berharap anda berdoa bagi kedatangan Kerajaan tersebut seperti yang mana kita diajarkan untuk berdoa di dalam Matius 6:10!

Perhatikanlah gambaran yang sangat indah tentang kehidupan di Yerusalem di masa mendatang: "Beginilah firman TUHAN: Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung Kudus. Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek duduk di jalan-jalan Yerusalem, masing-masing memegang tongkat karena lanjut usianya. Dan jalan-jalan kota itu akan penuh dengan anak laki-laki dan anak perempuan yang bermain-main di situ." (Zakharia 8:3-5).

Kota Yerusalem akan pada akhirnya mencerminkan nama aslinya kembali "Kota Damai", oleh karena sang Mesias, Yesus Kristus akan tinggal di dalamnya. Baru saat itulah maka seluruh dunia akan mulai mengalami kedamaian yang sesungguhnya.

Yerusalem akan menjadi ibukota bumi, dan anda akan dapat memiliki suatu bagian di dalam Kerajaan yang agung yang diperintah oleh Rajanya dari kota Yerusalem tersebut. Dunia yang akan datang akan ada di bumi ini lebih cepat dari pada apa yang pernah anda bayangkan. Sejalan dengan kejadian-kejadian yang semakin cepat menuju puncaknya, pastikan anda melihat berita-berita dunia di dalam terang cahaya Alkitab dan nubuatannya!