Kenapa Kita Menjadi Mabuk dan Teler?
Lima Kunci bagi Pernikahan yang Berbahagia
Masa Depan Yerusalem
Pelajaran dari Sejarah

Pelajaran dari Sejarah

Januari-Februari 2007

Apakah anda telah disesatkan?

Hampir kebanyakan umat Kristen telah diajarkan untuk mempercayai suatu pemikiran bahwa pada saat mereka meninggal, mereka akan dengan bersegera naik ke sorga dan di sana mereka tidak akan melakukan suatu hal apapun - "melayang-layang di sorga" untuk selama-lamanya.

Pada kenyataannya, konsep pemikiran yang "kabur" ini sering membuat umat Kristen kelihatan tidak dewasa/kekanak-kanakan, tidak rasional, dan penuh khayalan bagi para ahli pikir. Tentu saja, pemikiran yang tidak jelas tentang nasib umat Kristen di masa mendatang ini tidak membuat mereka, bahkan yang secara teratur pergi ke gereja untuk benar-benar bersungguh-sungguh terhadap Allah.

Ketahuilah bahwa pada kenyataannya segala pemikiran tersebut benar-benar salah!

Ingatlah bahwa hanya Alkitablah yang sesungguhnya menjadi satu-satunya sumber informasi yang dapat dipercaya bagi umat Kristen untuk menyatakan hal-hal yang akan terjadi di dalam kehidupan mereka di masa mendatang. Oleh karena Allahlah Pribadi yang mewahyukan Alkitab, maka segala nubuatan yang ada di dalamnya dengan jelas akan terlaksana dan terpenuhi bahkan pada hari ini! Segala pemikiran tentang perihal "melayang-layang di sorga" pada kenyataannya tidak diajarkan oleh Alkitab anda! Segala pemikiran tersebut sesungguhnya hanya akan memberikan suatu gambaran yang salah dari apa yang diberitakan oleh Yesus Kristus, suatu gambaran yang salah tentang "panggilan" Kristen yang sebenarnya beserta segala tujuan dari kekristenan! Yesus Kristus datang untuk mewartakan "Injil dari Kerajaan Allah" (Markus 1:14). Injil Matius menyebutnya "Kingdom of Heaven" atau dengan lebih jelasnya "Kerajaan dari Sorga" dan bukan Kerajaan "di Sorga". Pahamilah bahwa suatu bank yang bernama "Bank Morgan" bukanlah suatu bank yang ada di dalam diri bapak Morgan! Melainkan, kata "Morgan" menunjukkan pribadi yang memiliki atau yang mengendalikan bank tersebut. Jadi ketahuilah bahwa "sorga" adalah tempat di mana tahkta Allah berada dan dari sanalah Ia memerintah KerajaanNya!

Umat Kristen yang hidup di abad awal memahami perihal ini dengan jelas seperti yang dapat kita lihat dari banyaknya pernyataan di dalam injil tentang mempersiapkan diri bagi Kerajaan Allah yang akan datang. Hal ini pun dapat kita lihat di dalam kitab Kisah Para Rasul dan tulisan-tulisan rasul Paulus. Meskipun, sebanyak yang diketahui oleh para kaum sekolahan, bahwa banyak umat Kristen di abad awal yang mengharapkan Yesus Kristus untuk mengusir kependudukan orang Roma dan mendirikan "Kerajaan" atau pemerintahanNya pada saat itu, sesungguhnya suatu kenyataan yang berbeda terjadi. Yesus menunjukkan bahwa hal tersebut bukanlah suatu hal yang ingin atau akan dilakukanNya pada waktu itu. Ia hanya mengatakan bahwa Ia akan mendirikan suatu Kerajaan atau pemerintahan yang nyata di bumi.

Perhatikan apa yang dikatakan oleh Kristus kepada murid-muridNya setelah Ia dibangkitkan dari kematianNya. Murid-murid menanyakan kepadaNya, "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" (Kisah Para Rasul 1:6). Jika memang kerajaan yang akan didirikan oleh Yesus itu tidak nyata (seperti yang banyak dipikirkan orang), maka ayat diatas sesungguhnya adalah suatu kesempatan yang sempurna bagi Yesus untuk menjelaskan bahwa KerajaanNya bukanlah suatu pemerintahan yang nyata yang akan didirikanNya di bumi ini.

Tetapi apakah hal itu yang memang terjadi?

Apakah hal itu yang memang Ia lakukan? Tidak! Melainkan Yesus berkata, "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya." (Kisah Para Rasul 1:7). Hal ini dengan jelas menegaskan suatu pemahaman yang benar bahwa Yesus akan datang kembali dan mendirikan pemerintahan yang akan memerintah di atas bumi ini. Setelahnya, sejalan dengan terangkatnya Yesus ke sorga, seorang malaikat berbicara kepada para murid, "Hai orangorang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga" (ayat 11).

Di dalam Injil Lukas, Yesus menggambarkan banyak tanda-tanda terakhir yang akan terjadi pada akhir zaman, yaitu sesaat sebelum kedatanganNya yang kedua kali terjadi. Dimana setelah menggambarkaan beberapa kejadian yang mengejutkan di bumi, Yesus mengatakan, "Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat" (Lukas 21:31). Yesus tidak berkata bahwa KerajaanNya "telah" datang, atau kerajaanNya itu akan didirikanNya di "hati" para murid, melainkan Kerajaan tersebut adalah suatu Kerajaan yang nyata yang akan "datang" ke bumi ini.

Banyak ahli pendidikan Alkitab yang secara jujur sesungguhnya mengetahui tentang hal ini. Tetapi sayangnya hal ini sangatlah jarang di beritakan! Sebagai gantinya, pemikiran - pemikiran sentimentil tentang "melayang di sorga"lah yang biasanya dikhotbahkan pada saat salah satu anggota gereja meninggal. Hal ini dilakukan dengan tidak menyebutkan bahwa Kristus sesungguhnya akan mendirikan suatu pemerintahan yang nyata di bumi ini.

Edward Gibbon, seorang ahli sejarah sekular yang terkenal, menggambarkan kepercayaan-kepercayaan dari umat Kristen di zaman awal sebagai berikut: "Doktrin kuno dan terkenal dari Masa Seribu Tahun pada kenyataanya berhubungan erat dengan peristiwa kedatangan Kristus untuk kedua kalinya. Dan sejalan dengan terselesaikannya pekerjaan penciptaan dalam waktu enam hari, panjangnya masa itu, menurut tradisi yang berasal dari nabi Elia, dinyatakan di dalam kurun waktu enam ribu tahun. Dengan analogi yang sama dapat dinyatakan bahwa periode waktu yang dipenuhi dengan kerja keras dan perjuangan ini, yang pada saat ini sudah hampir berlalu, akhirnya diikuti dengan suatu masa kelegaan, yaitu masa Sabat yang lamanya seribu tahun; dan bahwa Kristus, bersama-sama dengan para orang kudus dan mereka yang terpilih yang terluput dari kematian, atau yang secara mukjizat telah dibangkitkan, akan memerintah di bumi sampai saat yang ditentukan bagi masa kebangkitan terakhir yang besar." (The Decline and Fall of the Roman Empire, Vol. 1, halaman 403).

Seperti Apakah Kerajaan Kristus Itu Nantinya?

Ketika Kerajaan Allah yang dipimpin oleh Yesus Kristus sang Anak Allah ada di bumi, aktivitas pekerjaan apakah yang akan ada di dalam Kerajaan tersebut? Apakah yang akan dilakukan oleh umat Kristen setelah mereka di bangkitkan dari kematian (1 Korintus 15:51-52)? Bagaimanakah Kerajaaan tersebut akan dijalankan? Bagaimanakah orang-orang kudus akan berinteraksi dengan orang-orang yang belum insaf dan bertobat tetapi yang masih di hidup di bumi?

Di seluruh Alkitab kita akan menemukan banyak penggambaran dari pemerintahan Kristus yang akan datang. Kerajaan ini akan memiliki bentuk pemerintahan hirarki dari atas ke bawah yang dikepalai oleh Yesus Kristus sebagai Raja di atas segala raja (Wahyu 19:16). Kita membaca "Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." (Wahyu 11:15).

Orang-orang kudus pada saat itu akan menyanyikan suatu wahyu dari "lagu baru", sama seperti yang diberitahukan oleh mereka kepada Kristus: "Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." (Wahyu 5:9-10). Dengan jelas Kerajaan Kristus tersebut tidak akan didirikan di Sorga tetapi di bumi ini. Seperti yang dijelaskan oleh Gibbon, bahwa ajaran itulah, dengan bimbingan Roh Kudus Allah, yang dipercayai dan diajarkan oleh jemaat Kristen zaman awal. Hal ini bukanlah suatu hal baru yang aneh. Agaknya, kebenaran ini secara perlahan "terhilang" pada saat Gereja Katolik Roma zaman awal dengan perlahan mengadopsi konsep-konsep non Kristen tentang sorga, neraka, dan jiwa. Seperti yang dijelaskan oleh Gibbon: "tetapi ketika pendirian gereja (Katolik) hampir usai, suatu pendukung tidak permanen diberikan. Doktrin dari kepemerintahan Kristus di bumi yang pada mulanya diperlakukan sebagai suatu allegori, dipertimbangkan sebagai suatu pendapat yang meragukan dan tidak berguna, dan akhirnya ditolak sebagai suatu ide temuan yang tidak berguna dari ajaran bida'ah dan kefanatikan (Vol I, halaman 404).

Kepada umat Kristen di Korintus, rasul Paulus menggambarkan dengan jelas upah dari orang-orang kudus: "Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikatmalaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari? (1 Korintus 6:2-3). Sekarang pahamlah kita bahwa orang-orang kudus akan menghakimi "bumi"-dan bukannya berada di sorga dengan tidak melakukan aktivitas apapun".

Murid-murid Yesus "menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan" (Lukas 19:11). Untuk membetulkan kesalahpahaman mereka, Ia memberikan perumpamaan tentang seorang kaya yang pergi ke suatu negeri yang jauh. Yesus menggambarkan di dalam perumpamaan ini tentang bagaimanakah beberapa dari muridNya akan menerima upah karena mereka menggunakan kekuatan atau uang (mina) mereka dengan bijaksana. Ketika seseorang berkata "Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota" (ayat 16-19). Beberapa ahli teologia modern mencoba untuk "merohanikan" contoh-contoh ini. Namun ketahuilah bahwa lagi dan lagi, mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu, Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Allah akan mendirikan suatu pemerintahan yang nyata di bumi ini yang akan dipimpin oleh Yesus Kristus sebagai Raja diatas segala raja!

Memimpin secara langsung dibawah Yesus Kristus, atas kedua belas bangsa keturunan Israel, adalah raja Daud, yang akan dibangkitkan dari kematian bersama-sama dengan orang kudus Allah yang lainnya! Menggambarkan tentang bagaimanakah Israel akan kembali dari perbudakan mereka yang terakhir setelah Kristus datang kembali ke bumi, Yeremia menuliskan "Maka pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mematahkan kuk dari tengkuk mereka dan memutuskan tali-tali pengikat mereka, dan mereka tidak akan mengabdi lagi kepada orang-orang asing. Mereka akan mengabdi kepada TUHAN, Allah mereka, dan kepada Daud, raja mereka, yang akan Kubangkitkan bagi mereka." (Yeremia 30:8-9). Perhatikan juga bahwa Pencipta kita memberikan wahyu kepada nabi Hosea untuk menggambarkan kebenaran yang mendasar ini tentang organisasi dari pemerintahan Kristus yang akan datang. "Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir." (Hosea 3:5)

Suatu Pemerintahan yang Teratur

Allah juga memberikan wahyu kepada nabi Yehezkiel untuk menekankan hal yang sama ini ketika sang nabi memberikan gambaran tentang "zaman akhir" ketika semua suku Israel akan disatukan menjadi satu bangsa. "Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapanketetapan- Ku dengan setia." (Yehezkiel 37:24).

Akankah Daud dengan secara langsung memerintah kedua belas suku atau bangsa-bangsa yang diturunkan dari Yakub tersebut? Tidak. Sesungguhnya akan terdapat suatu struktur yang lengkap yang akan di dirikan di dalam suatu urutan yang baik, yang diatur oleh para pemimpin yang dipilih berdasarkan "pengangkatan/penunjukkan" dan bukannya voting (suara terbanyak) dan politik. Seperti yang diceritakan oleh Yesus kepada rasulNya yang setia di akhir masa kehidupanNya sebagai manusia: "Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel." (Lukas 22:29-30).

Jadi pemerintahan di Dunia Yang Akan Datang akan dipimpin oleh Kristus sebagai Raja diatas segala raja. Dibawah diriNya akan ada Raja Daud yang akan memerintah atas Israel. Dibawah raja Daud akan ada kedua belas rasul yang akan dibangkitkan yang mana masing-masingnya akan mengepalai salah satu suku-suku atau bangsa-bangsa Israel.

"Orang-orang kudus" Allah yang sesungguhnya, umat Kristen yang telah percaya dan mematuhi apa yang dikatakan oleh Alkitab, akan diberikan kesempatan untuk memerintah atas kota-kota di dunia ini di bawah sistem pemerintahan yang seperti ini. Dan semenjak Alkitab menyatakan bahwa sistem ini diperuntukkan pertama kalinya kepada bangsa Yahudi dan kemudian bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka dapat dipastikan bahwa kita akan melihat struktur pemerintahan yang sama bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi di bumi ini, suatu pemerintahan yang nyata yang dipimpin oleh Yesus Kristus, "Pangeran Damai", yang akan akhirnya membawa kedamaian dan kesenangan yang sesungguhnya ke seluruh bumi. Setiap pribadi dari kita, jika kita setia sebagai umat Kristen, maka kita akan memiliki bagian di dalam membawakan kedamaian dan kebahagiaan yang indah ini kepada bangsa-bangsa yang menderita di bumi pada saat dunia yang akan datang tiba!

Sungguh ini adalah suatu Kabar Baik yang nyata!, yaitu Injil yang benar yang digambarkan di dalam Alkitab anda. Inilah alasan mengapa darah Yesus dicurahkan, darahNya dikorbankan bagi dosa-dosa kita yang kemudian dapat mendamaikan kita kepada Allah. Umat Kristen yang benar, diperdamaikan kepada Allah dan diberikan pemberian yang baik akan Roh Kudus, sedang dipersiapkan untuk membantu Juru Selamat mereka memerintah seluruh bumi. Selama pemerintahan seribu tahun Kristus, bumi akan diselamatkan dari kuasa Setan, dan akan menjadi suatu saat yang menyenangkan dari kedamaian, kecukupan dan kebahagiaan. Jalan kehidupan Allah yang benar akan dinyatakan dan diajarkan kembali di bumi. Bacaan Alkitab menjelaskan bahwa Allah akan sekali lagi "dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu." (Kisah Para Rasul 3:20-21).

Jadi kita dapat mengerti bahwa semua nabi suciNya ternyata telah mengumandangkan suatu Kabar Baik tentang "masa pemulihan akan segala sesuatu", yaitu Kerajaan Allah yang akan datang. Memang, Wasiat Lama dipenuhi dengan bacaan-bacaan yang menggambarkan tentang kembalinya sang Mesias untuk memerintah seluruh bumi!

Apakah Yang Akan Dilakukan Oleh Para Orang Kudus di Saat Kebangkitan?

Kita telah melihat bahwa orang kudus yang dibangkitkan akan menjadi "raja dan imam" di dalam Kerajaan Allah yang akan datang di bumi ini (Wahyu 5:10). Juga, kita membaca bahwa Setan akan "dibelenggu" selama masa "seribu tahun" pada permulaan Seribu Tahun, " upaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya" (Wahyu 20:2-3). Kemudian, kita akan diingatkan bahwa mereka yang ada di dalam kebangkitan yang pertama "akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya." (ayat 6).

Bacaan demi bacaan di dalam Alkitab mengingatkan kepada kita bahwa para imam di dalam Israel kuno adalah guru-guru. Mereka adalah satu-satunya yang akan mengajar orang-orang tentang hukum dan jalan-jalan Allah. Dengan jelas, umat Kristen akan menjadi "imam-imam" Allah di Dunia Yang Akan Datang dan akan mengajar orang-orang di seluruh dunia tentang jalan yang benar untuk hidup. Sekali Setan di "belenggu", kebutaaan yang ada di dunia akan diangkat. Maka orang-orang akan memahami Kebenaran dan menjadi lebih bisa diajar. Hasilnya, pekerjaan kita akan benar-benar lebih mudah dari pada saat ini ketika Setan masih menjadi "ilah dari zaman ini" (2 Korintus 4:4).

Di dalam bacaan-bacaan Alkitab, Allah menceritakan kepada kita bahwa di "zaman-zaman akhir" di dunia yang akan datang Kristus dan para orang kudus akan mengajar seluruh dunia tentang hukum Allah yang maha kuasa: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem." (Mikha 4:2). Dan "bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang." (ayat 3). Ya, orang-orang muda tidak lagi akan diajar untuk berperang.

Dunia ini, dibawah pengaruh Setan, telah menghabiskan banyak hasil buminya untuk berperang dan membunuh. Sekali segala kekayaan bumi ini digunakan untuk tujuan-tujuan damai, maka tidaklah sulit untuk membayangkan kota-kota, dan taman-taman nasional yang indah dan tempat-tempat yang indah yang akan bermunculan di seluruh penjuru dunia! Juga, di dalam keadaan yang sangat lain dengan apa yang ada di dunia pada saat ini, yaitu ketika banyak yang tidak memiliki kemakmuran atau kekayaan pribadi, Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa orang-orang akan memiliki harta milik mereka sendiri di dunia yang akan datang: "Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya." (ayat 4).

Nabi Yesaya menceritakan kepada kita tentang "gunung" (atau Kerajaan) Allah yang akan didirikan di "hari-hari akhir" dan bahwa Allah "mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran (hukum/law) dan firman TUHAN dari Yerusalem." (Yesaya 2:1-3). Sesungguhnya "hukum" apakah yang dimaksudkan disini? Apakah hukum ini hanyalah hukum "lalu lintas" dan hukum tentang masalah administrasi? Tentu saja tidak! Setiap orang yang benar-benar membaca ayat-ayat ini sesungguhnya memahami bahwa "hukum" ini sesungguhnya mengacu kepada "hukum rohani" Allah, yaitu Kesepuluh Perintah! Ya, suatu jalan hidup yang keseluruhannya didasarkan atas Kesepuluh Perintah. Inilah jalan hidup yang akan dijalankan oleh setiap manusia selama pemerintahan Kristus di bumi ini!

Meskipun banyak ahli agama modern menawarkan argumen yang pandai untuk berusaha membuktikan bahwa hukum Allah telah "dihapuskan", sesungguhnya hukum rohani yang agung tersebut akan tetap ada sebagai landasan masyarakat seluruh dunia pada beberapa tahun dari sekarang! Dan jika anda mau mempelajari lebih banyak tentang bagaimanakah memahami dan menjalankan hukum Allah yang menakjubkan tersebut, anda dapat menghubungi kantor regional kami terdekat (yang tertulis di dalam halaman ke 30 dari majalah ini) dan memesan buklet kami yang berjudul "Kesepuluh Perintah".

Bagaimanakah jadinya kehidupan di dunia di mana setiap orang mengetahui dan menjalankan hukum Allah? Ketahuilah bahwa pemerintahan Kristus yang akan datang akanlah menjadi suatu saat yang penuh dengan kedamaian dimana tidak ada lagi binatang-binatang yang buas (Yesaya 11:6-8). Kemudian "tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya" (ayat 9).

Alkitab menunjukkan bahwa umat manusia yang terserak akibat penawanan dan kesusahan yang berat di Masa Kesesakan dan Hari Tuhan akan mendapatkan bimbingan: "namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri" (Yesaya 30:20-21). Dibimbing oleh hukum Allah, masa itu akanlah menjadi saat dari kedamaian dan kebahagiaan. "Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orangorang yang diselamatkan akan berjalan di situ, dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersoraksorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh." (Yesaya 35:9-10).

Orang-Orang Kudus Akan Menjadi Pengajar-Pengajar

Pada saat itu, orang-orang kudus yang dibangkitkan akan mengajar orang-orang di bumi tentang jalan hidup Allah yang berdasarkan Kesepuluh Perintah. Hal ini akan menghasilkan dunia yang penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan yang abadi. Semenjak Kristus adalah "buah sulung yang pertama", maka kita harus melihat teladanNya untuk mengetahui tentang bagaimanakah wujud jasmani umat Kristen yang dibangkitkan dan seperti apakah interaksi yang akan dimiliki oleh mereka dengan orang-orang di bumi selama Masa Seribu Tahun. Yesus Kristus pada saat ini ada di dalam kemuliaan yang sangat agung. Di dalam penglihatannya, Yohanes melihat Yesus di dalam kemulianNya "Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah." (Wahyu 1:14-15).

Rasul Yohanes juga menuliskan: "Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri- Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya." (1 Yohanes 3:2). Ya, kita nantinya memang akan "menjadi sama seperti" Yesus Kristus! Kita akan mendapatkan kemuliaan di dalam kebangkitan yang akan datang sebagai anak-anak Allah yang sepenuhnya, saudara-saudara Yesus Kristus yang sepenuhnya! Karena Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus akan, "menjadi yang sulung dari banyak saudara" (Roma 8:29).

Tetapi bagaimanakah Kristus sendiri akan mengajari orang-orang pada saat Ia dipermuliakan? Setelah kebangkitanNya, Yesus menampakkan diri kepada para rasul dan orang lain selama beberapa kali. Meskipun demikian mereka tidak selalu mengenali diriNya karena Ia kelihatan sedikit berbeda dari tampang fisiknya yang biasanya, yaitu pada saat Ia masih hidup sebagai manusia. Walaupun demikian Kristus yang telah dibangkitkan hampir selalu menampakkan diri di dalam wujud seorang manusia dan berinteraksi dengan orang-orang di dalam cara yang demikian sehingga mereka akan memahami apa yang Ia katakan dan mereka tidak akan ketakutan. Ingatlah kisah Maria Magdalena di mana ia pada mulanya tidak mengetahui bahwa ia telah melihat Kristus yang telah dibangkitkan. Namun pada beberapa menit setelahnya, yaitu ketika Ia berbicara kepadanya dengan suaraNya yang normal dan menyatakan diriNya, Maria dengan cepat ingin memegangNya, tetapi Yesus berkata kepadanya: "Janganlah engkau memegang aku..." (Yohanes 20:14-17).

Kemudian, Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya di tempat dimana mereka bertemu, dan berkata "damai sejahtera bagi kamu". Ia kemudian memerintahkan Thomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (ayat 26- 27).

Jadi adalah jelas bahwa semua yang sungguh-sungguh "mengalahkan" dan menjadi orang-orang kudus Allah di dalam kebangkitan akan dapat mengajar orang di bumi secara pribadi sama seperti ketika Yesus mengajar rasul-rasulNya. Dengan jelas umat Kristen yang dibangkitkan, yang melayani Yesus Kristus di Masa Seribu Tahun, akan terkadang menampakkan diri di dalam kekuatan yang besar, dan pada saat yang lain akan berbicara dengan manusia secara tidak nampak seperti yang disebutkan di dalam Yesaya 30. Walaupun begitu mereka juga akan sering menampakkan diri di dalam wujud manusia, sama seperti apa yang Yesus lakukan ketika Ia bertemu dengan para rasul dan kemudian bahkan melakukan sarapan dengan mereka di samping danau Galilea (Yohanes 21:12-15).

Tidak mengherankan bahwa nantinya akan ada suatu ketika manusia daging, dikejutkan ketika mereka bertemu dengan orang-orang kudus yang telah dibangkitkan. Mereka akan terkesima dan terkesan serta akan berkata kepada sesamanya, "itulah tadi salah satu dari orang kudus tersebut!"

Sekarang akankah anda menjadi "salah satu dari mereka?" sejalan dengan kita mulai memahami rencana Allah yang sebenarnya, kita harus membuat keputusan bagi diri kita. Jika Allah memanggil anda untuk menjadi salah satu buah sulungNya, maka anda sesungguhnya diberi suatu kesempatan yang menakjubkan. Karena, sama seperti yang dibicarakan oleh Yesus: "Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku" (Wahyu 2:26- 27).

Umat Kristen pada saat ini harus benar-benar "bersungguh-sungguh" untuk menunjukkan kepada Allah bahwa mereka memang berkeinginan untuk mencari KerajaanNya terlebih dahulu. Hal ini haruslah menjadi tujuan utama dari setiap kehidupan umat Kristen! Ingatlah perintah Yesus: "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Alalh beserta kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:33). Karena Kerajaan Allah adalah sangat nyata, dan Kerajaan itu pun akan datang dengan segera. Kita harus menyadari hal ini dengan lebih baik, dan memfokuskan pikiran-pikiran kita untuk mempersiapkan diri sehingga kita nantinya dapat berada di dalam kerajaan tersebut. Yang mana umat Kristen pada saat ini akan memiliki kesempatan untuk mengajarkan jalan damai dan jalan kebahagiaan yang dituliskan oleh Allah di sepanjang Alkitab kepada dunia yang penuh dengan penderitaan dan peperangan.

Setiap pribadi dari kita perlu untuk berserah diri secara total dengan membiarkan Kristus menghidupkan hidupNya yang patuh di dalam diri kita, jadi Ia dapat membuat bersama dengan kita, sebagai umat Israel rohani, "perjanjian yang baru" sesuai dengan firmanNya: "Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat- Ku." (Yeremia 31:33)

Biarlah Allah memberikan kepada kita pemahaman tentang rencana dan tujuanNya yang indah yang sedang Ia kerjakan pada saat ini. Dan biarlah Ia memberikan kepada kita semangat untuk mempersiapkan diri bagi saat ketika kita dapat membantu dan melayani serta mengajar umat manusia yang menderita tentang jalan-jalan dan hukum-hukum Allah yang agung. Hendaklah kita selalu mengingat bahwa menjadi anak Allah secara roh serta tinggal di dalam Kerajaan atau Pemerintahan Allah yang "nyata", yaitu Kerajaan yang akan Yesus Kristus dirikan di bumi ini haruslah menjadi tujuan yang paling utama dari setiap kehidupan seorang umat Kristen!