Iman

Iman: Mengapakah umat Kristen sering merasa putus asa pada hari ini? Mengapakah terkadang mereka ragu dan kehilangan kedamaian pikiran yang harus mereka miliki ketika mereka mendengar kabar tentang perang, kelaparan, masalah keuangan dan turunnya moral? Tidakkah kita semua mengetahui nubuatan akhir zaman Allah? Atau, haruskah kematian mereka yang kita kasihi membuat kita berpikir bahwa Allah telah meninggalkan kita? Di setiap saat, kita harus mengingat janji-janji Allah dan tidak pernah kehilangan iman. Paulus menuliskan, "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" Kita tidak boleh merasa sendirian atau ditinggalkan. Kristus berkata, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5-6). Dan Daud menuliskan, "TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Mazmur 118:6). Pandangan kita haruslah tetap menuju kepada Allah dan kerajaanNya. Bahkan pada saat kita ditengah cobaan, kita harus bersabar dan mempertahankan sikap yang positif. Allah berkata, "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga..." (Matius 5:11-12). Kita memiliki segala alasan untuk menjadi kuat. Marilah kita mengingat janji-janji Allah di setiap waktu dan memandang masa depan dengan semangat dan kegembiraan.