Apakah Anda Mempercayai Injil yang Benar? - Roderick C. Meredith

Januari 2001

Apakah yang sesungguhnya diberitakan oleh Yesus?

Apakah anda mengetahuinya? Janganlah terlalu YAKIN!

Apakah yang sesungguhnya dimaksudkanNya dengan "Kerajaan Allah"?

Inilah Kabar Baik yang menkajubkan: terdapat Suatu dunia baru yang akan datang!

Bab 1 Suatu Pesan tentang sang Mesias?

Kehidupan abadi anda bergantung kepada keinginan anda untuk memahami dan mempercayai Injil yang benar! Rasul Paulus memperingatkan orng-orang Kristen di zamannya, "Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima" (2 Korintus 11:4).

Sudah banyak memang bahkan jutaan, baik pria dan wanita yang telah menyerahkan diri mereka kepada injil yang palsu. Mereka memang telah sungguh-sungguh disesatkan dan sangat mudah sekali mereka disesatkan. Mengapa? Karena banyak dari mereka yang telah gagal untuk mematuhi perintah Allah yang mengatakan "buktikanlah segala sesuatu" (1 Tesalonika 5:21). Yesus Kristus mengatakan, "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil" (Markus 1:15). Jadi sudahkah anda mempercayai Injil yang sama dengan Injil yang diberitakan oleh Yesus? Anda harus memastikannya! karena sungguh terdapat banyak sekali "injil" yang sedang diberitakan di dunia pada saat ini! Pernahkah anda mendengar kabar/kata-kata seperti yang tertulis di bawah ini?

"Cukup hanya dengan memberikan iman anda kepada Tuhan. Yesus yang dilahirkan di dalam palungan sebagai Kristus yang adalah Anak Allah akan dapat, pada saat sekarang ini, menyelamatkan jiwa-jiwa sesaat ketika mereka menerimaNya di dalam hati mereka. Ketika Yesus tumbuh dewasa, Ia berjalan berkeliling untuk menunjukkan berbagai macam mukjizat dan mengampuni orang. Ia juga telah melakukan perintah Allah yang sulit bagi kita, sebelum akhirnya disalibkan ke kayu salib dengan segala hukum yang lama tersebut. Kemudian Ia bangkit dari kematian pada hari ketiga dan menampakkan diriNya kepada banyak saksi. Setelahnya, Ia kembali ke sorga dan mulai mendirikan kerajaanNya di hati manusia. Ia akan mengampuni dosa-dosa anda dan hadir di hati dan diri anda. Semuanya itu akan dapat anda peroleh hanya cukup dengan menerimaNya. Yesus akan menyelamatkan! Cukup hanya dengan mempercayaiNya, maka anda akan diselamatkan, dilahirkan kembali. Dan, ketika anda meninggal, anda akan bersama-sama dengan diriNya untuk selama-lamanya!"

Tetapi benarkah pesan diatas tersebut adalah Injil yang diajarkan oleh Yesus? Jika anda menerima, tanpa mempertanyakan, pesan-pesan lantang yang disuarakan oleh arus deras dunia Kekristenan seperti pesan diatas, maka kemungkinan besar anda pasti berpikir bahwa pesan tersebut adalah Injil yang benar. Bagaimana pun juga, cobalah anda pikirkan tentang apa yang dituliskan oleh Mark Twain tentang hal tersebut dibawah ini:

"Di dalam agama dan politik, seringkali kepercayaan dan pendirian orang di nomor duakan, serta jarang dipertanyakan, dari sumber-sumber yang mana mereka sendiri tidak pernah mempertanyakan permasalahan-permasalahan yang ada dan cenderung menomorduakan dari mereka yang memang tidak begitu mempertanyakannya, yang mana pendapat mereka tidak lebih bernilai dari suatu uang logam tembaga. " (Mark Twain's Autobigraphy, 1959).

Apakah anda benar-benar mengetahui seperti apakah Injil yang asli yang diajarkan oleh Yesus dan para rasul? Atau apakah anda telah membuat suatu asumsi/pemikiran yang sangat tidak berhati-hati tentang Injil yang benar dengan hanya mengikuti orang kebanyakan seperti apa yang dituliskan oleh Mark Twain diatas? yaitu menomorduakan kepercayaan anda dengan hanya di kira-kira saja?

Mungkin sepanjang kehidupan anda menjadi seorang manusia dewasa, anda sering diajarkan ajaran-ajaran "Injil" Kristen arus deras, atau mungkin anda mempelajari "Injil" dari berbagai publikasi dan siaran keagamaan yang ada pada dunia modern kita ini, kelihatannya anda memiliki suatu kecenderungan untuk tidak butuh mempertanyakan kepercayaan anda. Dan diatas semuanya itu, banyak dari mereka yang menyebut diri mereka Kristen sekalipun banyak yang setuju dengan kecenderungan anda untuk tidak mempertanyakan kepercayaan anda. Tetapi apakah memang hal ini benar untuk dilakukan? Sungguhkah mereka yang setuju dengan apa yang anda kerjakan tersebut memang benar, atau apakah mereka salah?

Di dalam nubuatan Bukit Zaitun yang terkenal, Yesus Kristus memperingatkan, "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang." (Matius 24:4-5). Banyak juga yang pada saat ini mengambil kutipan-kutipan sekitar "Aku adalah Kristus," yang berasumsi bahwa sesungguhnya Kristus pada saat itu sedang membicarakan orang-orang yang akan menyatakan diri mereka sendiri sebagai Kristus. Tetapi yang pada kenyataannya, tidak "BANYAK" orang yang menyatakan diri mereka sendiri sebagai Kristus. Dan mereka pun, jikalau ada, juga tidak menyesatkan "BANYAK" orang seperti apa yang dinyatakan oleh Yesus sendiri. Bahkan kebanyakan dari orang-orang tersebut tidak dipandang secara sungguh-sungguh, jadi jelas bukan merekalah yang dimaksudkan oleh Yesus ketika Ia berbicara, "...Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang." (Matius 24:4-5). Suatu tafsiran yang lain dari ayat yang sama pun muncul. Disini dikatakan bahwa Yesus sesungguhnya sedang berbicara tentang sosok "Juru Selamat" yang palsu seperti Hitler dan Mussolini. Sungguh suatu penafsiran yang sangat sembarangan, yang memberikan kebebasan sepenuhnya kepada kata-kata di dalam ayat. Ingatlah bahwa Kristus mengatakan," Banyak yang akan datang dalam namaKu." Suatu terjemahan yang lebih jelas tentang apa yang Yesus maksudkan adalah: "Janganlah biarkan orang menyesatkanmu. Sungguh akan banyak yang muncul, dan mereka akan menggunakan namaKu, dengan mengatakan bahwa Aku adalah Kristus, tetapi yang akan menyesatkan banyak orang."

Sungguh suatu peringatan penting yang patut kita cermati! Jadi Kristus telah mengatakan bahwa akan terdapat banyak pengabar palsu yang berbicara tentang diriNya dan bahkan yang memberitakan bahwa diriNya adalah memang Kristus, Mesias yang diharapkan. Tetapi mereka itu akan menyesatkan banyak orang. Bahkan sekalipun setelah mengetahui pengetahuan tentang keMesiasan Yesus, para penyesat tersebut dinubuatkan akan merayu mereka yang tidak waspada terhadap pemahaman yang benar tentang Injil Yesus yang asli! Sekarang bagaimanakah dengan anda? apakah para penyesat itu juga akan menyesatkan anda? Janganlah membuat asumsi/anggapan/perkiraan yang ceroboh! Oleh karenanya carilah dan buktikanlah apa yang benar! Maka anda akan benar-benar mengetahui dan tidak seorangpun akan dapat menyesatkan atau mengelabuhi anda!

Bagian 2 Asumsi dan Harapan Yang Menyesatkan

Yesus sesungguhnya pernah bercerita tentang pengajar-pengajar agama yang sesat di saatNya: "Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." (Matius 15:8-9). Dengan jelas disini Yesus berkata bahwa seseorang memang dapat memujaNya tetapi dengan cara yang sia-sia, yaitu dengan cara yang tak berguna. Hal ini dapat terjadi jika doktrin atau ajaran yang digunakan di dalam penyembahan tersebut didasarkan pada ide-ide salah manusia. Ide-ide manusia yang berhubungan dengan bagaimanakah cara menafsirkan Alkitab berdasarkan pikiran manusia dan bukannya ajaran yang jelas yang diinginkan oleh Firman Allah itu sendiri!

Sehingga pertanyaan yang muncul adalah bagaimanakah dan seperti apakah Injil yang sesungguhnya dikabarkan oleh Yesus tersebut? apakah Yesus dengan cara yang asal-asalan saja mengatakan kepada orang untuk mempercayai diriNya atau adakah hal lain yang lebih besar yang sesungguhnya Ia katakan? Ini adalah pertanyaan yang sangat penting untuk dipikirkan karena jika anda lebih percaya kepada kebohongan dari pada Kebenaran maka anda akhirnya hanya akan mendapatkan diri anda seperti seseorang yang memegang sebuah tas yang berisi harapan yang salah dan pengharapan yang tidak pernah datang dan terwujud!

Di dalam Lukas 13, Kristus menjelaskan keadaan dari mereka yang memeluk harapan-harapan palsu. Banyak orang akan "berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar." (ayat 25-28).

Jadi apakah terdapat perbedaan yang nyata bagi Allah perihal keharusan bagi kita untuk benar-benar berpegang kepada Injil benar yang diajarkan oleh Kristus dan para rasulNya? DI DALAM KUASA YESUS KRISTUS, SAYA MENGATAKAN BAHWA MEMANG TERDAPAT PERBEDAAN YANG SANGAT BESAR! ANDA BUTUH UNTUK MEMEGANG INJIL YANG BENAR!

Sekarang marilah kita melanjutkan pembicaraan kita, setelah penyaliban dan kebangkitan diriNya, Yesus menampakkan diri kepada para rasulNya dan memberi tugas kepada mereka, "Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum." (Markus 16:15-16). Kristus kemudian juga memberikan wahyu kepada rasul Paulus untuk memberitahukan suatu kutukan ganda bagi setiap orang yang berani memberikan/menyebarkan injil yang berbeda. Kepada umat Kristen di Galatia, rasul Paulus mengatakan, "Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, TERKUTUKLAH dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, TERKUTUKLAH dia" (Galatia 1:8-9).

Dengan sangat bersungguh-sungguh rasul Paulus memperingatkan umat Kristen di Korintus perihal pelayan yang sesat/palsu yang akan mengajarkan "Yesus yang lain" dan mengumandangkan "injil yang lain" (2 Korintus 11:4). Inilah mengapa saya, sebagai seorang pelayan Yesus Kristus, mengatakan bahwa amatlah penting bagi anda dan keselamatan anda untuk mengenali Yesus Kristus yang benar dari Alkitab dan untuk membuktikan diri anda sendiri tentang yang bagaimanakah Injil yang benar yang Yesus beritakan! Hal ini dengan jelas diperingatkan oleh Yesus sendiri!

Dapat diketahui dan ditunjukkan dengan mudah dari Alkitab bahwa Injil tidak hanya di fokuskan di sekitar diri Yesus, Anak Allah. Kita harus memahami bahwa Yesus adalah Mesias bagi kita yang telah mencurahkan darahNya bagi dosa-dosa kita agar dapat diampuni. Dan kita pun butuh untuk menghargai pengorbanan ini dengan sangat dalam dan memberitakannya sebagai kebenaran. Tetapi hal ini saja bukanlah merupakan Injil yang lengkap walaupun tentu saja kita memang butuh untuk memahami pengorbanan Kistus bahkan dengan penghargaan yang sungguh-sungguh. Alkitab mengatakan, "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para Rasul 4:12). Oleh karenanya, nama Yesus Kristus pun sangatlah penting. Walaupun begitu, adalah salah jika tentang Yesus kita mengatakan seperti apa yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang pada saat ini bahwa "Ia adalah Kabar Baik. Ia adalah Kerajaan Allah." Sesungguhnya terdapat jauh lebih banyak hal-hal yang dimiliki oleh Injil yang benar yang diberitakan oleh Yesus Kristus.

Injil "Kristus" atau "Tentang" Kristus?

Di dalam akhir Wasiat Lama, Allah mewahyukan nubuatan berikut ini: "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Sang Pembawa Pesan Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam." (Malakhi 3:1). Berdasarkan Markus 1:2-4, pengirim pesan pertama yang disebutkan disini mengarah kepada Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Kedatangan Kristus yang pertama kalinya. Sedangkan selanjutnya Kristuslah yang kemudian diacukan sebagai "Tuhan...........bahkan Sang Pembawa Pesan dari perjanjian". Jadi Yesus Kristus dikirim sebagai "Sang Pembawa pesan" dan seorang pembawa pesan akan membawa pesan dari orang lain. Hal ini pun terjadi juga pada Yesus sebagai sang Pembawa pesan yang sesuai dengan pesan yang jelas yang ia katakan, "Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku." (Yohanes 14:24).

Allah Bapa memang mengutus Kristus untuk mewartakan suatu pesan dari diriNya. Apakah pesan tersebut? Injil/Kabar Baik. Kata "Injil" berasal dari kata bahasa Inggris "Gospel" yang berasal dari kata bahasa Inggris kuno "godspell" yang artinya "kabar baik" atau "pengumuman tentang hal-hal yang menggembirakan". Penterjemah Alkitab Wasiat Baru berbahasa Inggris menggunakan kata "gospel" bagi kata bahasa Yunani euaggelion. Sedangkan kata "ke-evangelis-an" atau yang di dalam bahasa Inggris "evangelism" berasal dari kata "euaggelion" yang artinya memberitakan Gospel/Injil/Kabar Baik. Matius, Markus, Lukas dan Yohanes terkenal dengan sebutan keempat Injil karena mereka menghubungkan keempat catatan terpisah tentang Kristus yang mewartakan pesanNya tentang Kabar Baik!

Tentang apakah Kabar Baik ini sesungguhnya? Biarlah firman Allah yang menjawabnya! Bukalah Alkitab anda dan bukanlah Marlus 1:14-15. Bacalah apa yang Allah wahyukan Markus untuk ia tuliskan: "Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!". Inilah yang sesungguhnya dimaksud dengan INJIL. Hanya terdapat satu Injil saja! yang mana Injil tersebut berbicara tentang Kerajaan Allah. Namun, terdapat beberapa orang yang berusaha menyangkal kenyataan/keberadaan dari "kerajaan Allah" di dalam Injil dengan mempertanyakan isi Markus 1:1 sebagai ayat yang menyebutkan bahwa Injil adalah "Injil tentang Yesus Kristus". Perlu diketahui bahwa Markus 1:1 tetap mengarah kepada "Injil Allah" karena memang Injil yang dibawa oleh Yesus tersebut adalah pesan yang dibawa oleh Yesus dari Allah. Kitab-kitab Wasiat Baru menyebut Injil sebagai "Injil Kerajaan Allah." oleh karena itulah sesungguhnya yang ada pada Injil! Lihatlah apa yang dinyatakan oleh sebuah tulisan kaum sekolahan di bawah ini:

"Terdapat suatu persetujuan yang jelas diantara pandangan akan Injil [Matius Markus dan Lukas] bahwa Kerajaan Allah adalah Tema Pokok di dalam pesan-pesan yang dibawa oleh Yesus.........Secara keseluruhan, kitab-kitab tersebut berisi sekitar 50 perkataan dan perumpamaan dari Yesus tentang kerajaan (Allah).........Dan karenanya maka haruslah dipahami bahwa di dalam kanon, perihal kerajaan (Allah) adalah merupakan FOKUS UTAMA dari ajaran agama dari Yesus" (Oxford Companion to the Bible), 1993, hal 408).

Bagian 3

Janganlah anda percaya begitu saja dengan buklet ini atau komentar mana pun atau alat bantu belajar Alkitab manapun melainkan percayailah Alkitab anda, percayai Allah! Pada kenyataannya, telah banyak orang yang telah keluar jalur secara rohani dengan mempercayai begitu saja kepada apa yang dikatakan oleh manusia, oleh karenanya anda harus mengingat bahwa firman Allah memerintahkan anda "untuk membuktikan segala sesuatu" (1 Tesalonika 5:21). Periksa dan telitilah dengan baik-baik segala apa yang kita diskusikan ini dan buktikanlah. Anda harus benar-benar membuktikannya. Hilangkan segala pendapat yang pernah anda pikirkan dan bacalah apa yang Allah katakan. Karena jika anda melakukannya maka dengan secara jelas anda akan mengetahui bahwa ternyata Injil Kristus adalah benar-benar pesan Kristus yang berasal dari Bapa yang isinya tidak lain adalah tentang kerajaan Allah. Yesus menguatkan hal ini setelah Ia mengajar di kota Kapernaum dengan mengatakan, "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." (Lukas 4:43). Matius 9:35 menyatakan bahwa hal inilah yang benar-benar Ia lakukan: "Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga"

Menurut Yesus, apakah yang menjadi fokus utama kehidupan? "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:33). Di dalam "doa Tuhan/Lord's Prayer", Yesus mengatakan, "Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga" (ayat 9-10). Injil yang dibawa oleh Yesus adalah memang Kabar Baik dari Kerajaan yang akan datang dan hal itu adalah pesan yang diajarkan Yesus. Ia mengirimkan murid-muridNya untuk mewartakan pesan yang sama. Dan mereka mewartakan pesan yang sama tersebut di sepanjang sisa hidup mereka! Tidak sampai pengajar-pengajar palsu mulai menumbangkan Jemaat mula-mula, Injil Kristus mulai diputarbalikkan. Paulus, yang menulis selama lebih dari 20 tahun setelah kematian Kristus, mengetahui hal yang buruk ini: "Ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus." (Galatia 1:7). Diantara segala ajaran palsu yang ada, kelihatannya tidak ada yang lebih besar pengaruhnya dari pada injil yang palsu yang berbicara tentang kisah-kisah hidup Yesus, yang dengan sederhananya mengatakan bahwa hanya dibutuhkan percaya kepada Dia secara buta sudah cukup bagi seseorang untuk diselamatkan. Lambat-laun, kemudian, Injil benar yang dibawa oleh Kristus digantikan dengan suatu injil yang palsu tentang Kristus, jadi Injil Kristus berubah menjadi injil tentang Kristus.

"Di mulut Kristus dan mereka yang, ketika Ia ada di bumi, Ia perintahkan untuk mewartakan pesan terdapat Injil yang sangat erat berhubungan dengan dan tentang kerajaan Allah yang akan Kristus dirikan..........Tetapi setelah kematian dan kebangkitan Kristus, injil itu menjadi pesan-pesan baik tentang Kristus" [Emphasis ours] James Hastings, A Dictionary of the Bible, Charles Scribner's Sons, 1988, halaman 233).

Bagaimanakah dengan Nama Yesus?

Kristus mengirimkan murid-muridNya "untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang.......... Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat." (Lukas 9:2,6). Ketika murid-murid itu kembali, di ayat 10, Kristus membawa mereka ke gurun, "Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan" (ayat 11).

Berdasarkan teladan dan instruksi Yesus: mewartakan Injil ADALAH mewartakan Kerajaan Allah!

Kemudian di ayat 18 dari bab yang sama yaitu ketika Kristus sendirian bersama dengan para muridNya, Ia menanyakan: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?". Dan mereka menjawab, "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." (ayat 19).

Matius 16 berisi suatu kisah yang lebih lengkap yang serupa dengan kisah ini: "Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga." (ayat 15-17).

Dengan jelas disini dapat dilihat bahwa sebelum Kristus mempertanyakan dan menceritakan perihal siapakah diriNya kepada murid- muridNya, Ia telah mengirimkan para murid untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah. Perhatikan ayat 20: "Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias." Alasan mengapa Ia memerintahkan hal ini adalah karena Ia tidak menginginkan diriNya untuk disalibkan lebih awal. Jadi jelaslah dari ayat ini bahwa Injil Kerajaan Allah bukanlah hanya berhubungan dengan pewartaan yang sederhana yang menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah. Karena kita telah melihat di dalam Lukas 9:11 bahwa mereka telah mulai mewartakan Injil tetapi pada saat itu dengan jelas dapat dilihat bahwa Yesus BELUM menceritakan kepada orang-orang bahwa Ia adalah Kristus!

Beberapa mungkin mengatakan, "Ya, tetapi mungkin Injil yang diwartakan oleh Kristus dan para RasulNya adalah tentang suatu kenyataan bahwa Mesias harus meninggal bagi dosa-dosa kita dan dibangkitkan dengan tanpa menyebutkan tentang identitas dari sang Mesias." Untuk menjawab hal itu, perhatikan apa yang terjadi setelah Petrus mengenali bahwa Yesus adalah sang Mesias, seperti yang dicatat di dalam Markus 8:

"Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia. Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (ayat 30-33)

Hal diatas tersebut terjadi setelah Petrus mengetahui bahwa Yesus adalah Kristus, yaitu ketika Yesus mulai mengajarkan muridNya tentang datangnya penyaliban dan kebangkitanNya. Tetapi Petrus tidak menerima ajaran ini dengan baik pada saat itu. Jadi harus dengan jelas seperti siang hari bahwa pengumuman dari Yesus sebagai Kristus yang disalibkan, tidak menjadi suatu bagian dari Injil yang Kristus sebelumnya suruh Petrus untuk diwartakan!

Untuk lebih jauh menjelaskan hal ini, perhatikan kejadian yang sama seperti yang dicatat di dalam Lukas 9:18-22, Di dalam ayat 22, Kristus memberikan instruksi kepada para Rasul bahwa Ia akan meninggal dan dibangkitkan tetapi terbukti di waktu kemudian bahwa mereka masih tidak dapat memahami perkataanNya! Kristus mengatakan kepada para muridNya, "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya." (ayat 44-45).

Injil yang Yesus suruh para Rasul untuk wartakan tidaklah difokuskan kepada perihal mempercayai sosok Kristus atau menerima pengampunan akan dosa melalui pengorbananNya. Hanya berbicara tentang Kristus bukanlah Injil! Ya, Yesus Kristus adalah Pribadi yang paling penting yang pernah berjalan di bumi. Ia adalah juga benar-benar Allah yang menjadi manusia, Anak Allah, yang datang sebagai Kristus yang memberikan hidupNya untuk memperdamaikan dosa-dosa umat manusia. Dan Ia telah dibangkitkan untuk menjadi Juru Selamat dunia dan semuanya ini adalah benar. Bagaimanapun juga, meskipun hal ini benar-benar penting, hal ini bukanlah fokus utama dari injil tentang kerajaan Allah. Hal ini baru muncul setelah Yesus dibangkitkan yaitu ketika Ia menambahkan pesan tambahan ini kepada Pesan yang telah Ia suruh Rasul untuk wartakan:

"Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini" (Lukas 24:45-48).

Nama Yesus Kristus, (namaNya yang sebenarnya), mengandung arti tentang siapakah diriNya, apa yang telah Ia lakukan bagi kita dan segala sesuatu yang Ia ajarkan, perintahkan dan lakukan. Informasi yang penting tentang diriNya ini ditambahkan untuk diajarkan bersama Injil Kerajaan Allah, yaitu setelah peristiwa kematian dan kebangkitanNya. Kebenaran perihal ini bukanlah asumsi atau dugaan belaka! Sama sekali tidak! Perhatikanlah catatan Alkitab yang berhubungan dengan pekerjaan pengajaran yang dilakukan oleh para pengajar Injil dan rasul yang mula-mula beberapa tahun setelah kematian Kristus.

Perhatikan apa yang diwartakan Filipi di Samaria. "Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan (hal-hal) tentang [1] Injil Kerajaan Allah dan [2] tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan ." (Kisah Para Rasul 8:12).

Jemaat yang benar haruslah juga mengabarkan kedua hal ini: yang pertama adalah Injil Kerajaan Allah dan yang kedua adalah nama yang benar dari Yesus Kristus.

Bagian 4 Bab 2 Apakah yang dimaksud dengan Kerajaan Allah?

Kita telah melihat bahwa Injil yang benar yang diajarkan oleh Kristus dan para rasulNya adalah Injil tentang Kerajaan Allah. Tetapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah yang sesungguhnya dimaksud dengan Kerajaan Allah? Sedangkan banyak sudah ide-ide yang telah dikemukakan. Orang Yahudi di zaman Kristus berpikir bahwa seorang Mesias akan memimpin bangsa mereka untuk mengalahkan pemerintahan-pemerintahan dunia secara militer sampai akhirnya mereka memerintah seluruh umat manusia. Ada juga yang mengatakan suatu konsep bahwa Gereja itulah Kerajaan Allah. Sementara itu ada beberapa orang yang mempercayai bahwa Kerajaan Allah adalah sesuatu hal yang ada di hati manusia.Yang lainnya memandang dan menyebutnya "kerajaan Sorga" seperti yang ada di dalam Injil Matius. Dan beberapa yang lain tetap mempertahankan pendapat bahwa Kerajaan Allah adalah Yesus Kristus itu sendiri.

"Kerajaan Allah/Sorga adalah suatu perihal yang paling penting di dalam Alkitab bagi dua alasan mendasar: banyaknya kemunculannya di dalam ketiga kanon (sinopsis) Injil yang pertama dari Wasiat Baru dan suatu kenyataan bahwa Kerajaan Allah adalah merupakan pusat pesan dari Yesus. Arti dari pada Kerajaan Allah sendiri, yang berasal dari suatu dunia monarki oriental dan monarki yang berbeda dari demokrasi dunia Barat modern, telah ditafsirkan di dalam banyak cara. Berdasarkan sejarah, hal ini dihubungkan dengan keadaan masa depan dari mereka yang dibangkitkan, yang diberkati dengan hidup abadi; dengan Gereja; dengan kehidupan biara asing; dengan pengalaman ekstasi yang penuh gaib; dengan masyarakat yang diperdamaikan dengan kasih; dengan pengubahan dunia yang ini di masa datang; dengan harapan berdasarkan nubuatan bagi dunia akan datang; dan dengan suatu simbol yang dapat ditafsirkan secara terbuka dan luas" (The Anchor Bible Dictionary, vol 4, halaman 49).

Menurut pengarang George E. Ladd (yang dipertimbangkan oleh banyak orang sebagai seorang nara sumber bagi hal Kerajaan Allah), seorang ahli teologi menurunkan pandangan tentang Kerajaan Allah kepada "suatu hal yang bisa digantungan akan pendapat perseorangan dan dipamahami dalam yang berhubungan dengan jiwa manusia dan hubungannya dengan Allah. Kerajaan Allah adalah kekuatan dari dalam yang masuk ke jiwa manusia dan menjadi suatu hal yang mendasar darinya. Hal ini terdiri dari beberapa kebenaran agama yang mendasar dari aplikasi yang universal." Suatu pentafsiran yang lebih baru, Ladd menyebutkan, "pemahaman akan Kerajaan sangatlah diperlukan, "segalanya" yang telah masuk dalam waktu dan tempat di dalam diri Yesus dari Nazareth......." (The Gospel dari Kerajaan, halaman 15).

Ia menambahkan:

"Suatu pendapat ekstrim lainnya, seperti Albert Schweitzer, mendefinisikan pesan Yesus akan Kerajaan Allah sebagai suatu perihal nubuatan yang dilaksanakan oleh suatu tindakan supernatural dari Allah ketika sejarah manusia akan disudahi dan pemerintahan sorgawi dimulai. Kerajaan Allah di luar arti katanya adalah suatu kenyataan spiritual; hal itu mengarah kepada baik masa depan dan sesuatu yang supranatural/bersifat rohani" (Ibid).

Buku Ladd juga mengutarakan pandangan atau tafsiran yang "menghubungkan Kerajaan Allah di satu pihak atau lainnya dengan Gereja." Semenjak zaman-zaman Agustin, "Kerajaan Allah diidentifikasikan dengan Gereja." Sang pengarang menjelaskan:

"Sejalan dengan bertumbuhnya Gereja, pengertian akan Kerajaan Allah berkembang dan menjadi meluas di dunia. Banyak ahli Protestan yang mengajarkan suatu bentuk tafsiran ubahan yang berpendapat bahwa Kerajaan Allah juga dapat diidentifikasikan sebagai Gereja yang benar yang menjadi satu tubuh dengan Gereja yang nyata dan terlihat. Sejalan dengan Gereja yang mengabarkan Injil keseluruh dunia, maka hal ini pun juga berarti memperluas besarnya Kerajaan Allah.

Suatu versi pandangan terkenal tentang Kerajaan Allah adalah bahwa misi dari Gereja adalah untuk memenangkan seluruh dunia kepada Kristus dan mengubah dunia menjadi Kerajaan Allah" (Ibid).

Tetapi sekarang yang harus kita pikirkan adalah apakah semua tafsiran tersebut telah menafsirkan Kerajaan Allah dengan benar? Adakah Kebenaran yang murni ditengah-tengah kebingungan ini? Dan apakah yang sesungguhnya dimaksud dengan Kerajaan Allah tersebut?

Bagian 5 Apakah yang Dimaksud dengan Sebuah Kerajaan Tersebut?

Untuk memahami Kerajaan Allah, kita harus memulai dengan bertanya tentang apakah kerajaan tersebut. Definisi kamus yang utama dari kata "Kerajaan" adalah "suatu pemerintahan atau kekuasaan yang memiliki seorang raja atau ratu sebagai kepalanya." (Webster's Encyclopedia Unabridged Dictionary, Portland House, 1989).

Secara definisi Alkitabiah, terdapat empat hal penting yang harus ada agar suatu kerajaan tersebut berdiri: 1. seorang raja atau agen yang memerintah; 2. tanah atau kawasan; 3. warga negara didalam kawasan yuridiksi; 4. hukum-hukum dan suatu bentuk pemerintahan. Jika kita meninggalkan hal-hal diatas maka kita tidak akan memiliki kerajaan yang nyata. Dan jika kita percaya kepada perihal "kerajaan" dengan hanya dirasa-rasa, maka kita adalah orang yang TIDAK percaya kepada Injil yang benar!

Perihal Kebenaran yang berhubungan dengan Kerajaan dinyatakan didalam Firman Allah. Apa yang dipikirkan oleh manusia mungkin saja menarik dan menawan bagi kaum intelektual, tetapi haruslah diingat bahwa Kebenaran yang sesungguhnya ada di dalam Alkitab, "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran." (Yohanes 17:17).

Alkitab menyatakan bahwa Pesan Yesus berhubungan dengan pemerintahan dan kepemerintahan. Ia dilahirkan untuk menjadi Raja umat manusia! Nabi Yesaya menuliskan tentang diriNya:

"Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel." (Yesaya 9:6-7).

Tidak lama sebelum peristiwa pengandungan Kristus, salah satu malaikat besar yaitu Gabriel mengatakan kepada Maria yang kemudian menjadi ibu Kristus, "Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (Lukas 1:32-33).

Selama pemeriksaan pengadilan Yesus, Pontius Pilatus menanyai diriNya jika Ia adalah seorang raja. Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku. (Yohanes 18:37). Memanglah banyak orang di dunia ini yang disesatkan dengan memikirkan Kristus sebagai "Tuhan Yesus yang kecil yang ada didalam palungan" atau sebagai seseorang yang lemah yang disalibkan. Mereka tidak memandangNya sebagai Penguasa dan Raja yang maha kuasa di masa yang akan datang.

Mimpi Nebukadnezar

Seperti apakah pemerintahan yang ada di pundak Kristus? Apakah pemerintahan tersebut hanya sekedar "penyembahan" terhadap "Yesus yang manis"? jawabnya adalah TIDAK! Ketahuilah bahwa Pesan dan Rencana Allah bagi umat manusia adalah tetap. Sekitar 600 tahun sebelum kelahiran Kristus, Nabi Daniel diberikan wahyu untuk menulis tentang Kerajaan Allah.

Selama perbudakan Yahudi di Kekaisaran Kaldea atau Neo-Babilonia, Daniel melayani tuan-tuannya di istana kaisar Nebukadnezar. Pemimpin dunia ini memiliki mimpi yang amat merisaukan dirinya sehingga ia tidak dapat tidur. (Daniel 2:1). Ia hanya ingin mengetahui makna mimpi tersebut! Oleh karenanya Nebukadnezar memerintahkan para ahli nujum, bintang, penyihir di dalam kerajaannya untuk menyatakan kepadanya arti daripada mimpi tersebut tetapi raja yang lalim ini tidak memberitahukan apa yang ia mimpikan tersebut kepada "penasehat" kepercayaannya sekalipun! Nebukadnezar justru memerintahkan mereka untuk menceritakan kepada dirinya tentang mimpi apakah yang ia mimpikan sehingga ia dapat mengetahui tafsiran mimpi yang manakah yang dapat dipercaya (ayat 2-9). Dan tentu saja mereka tidak dapat melakukan permintaan tersebut (ayat 10-11).

Allah, bagaimanapun juga, telah memberikan Daniel " pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi (Daniel 1:17)". Ketika ia dibawa kehadapan Nebukadnezar (2:25), ia menjelaskan, "Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang." (ayat 27-28).

Jadi tujuan Allah disini adalah untuk menyatakan kepada Nebukadnezar, pemimpin berhala tersebut, bahwa terdapat Allah yang berkuasa atas alam semesta yang luas ini dan Ia juga berkuasa untuk menyatakan hal-hal yang akan terjadi di "kemudian hari". Memanglah benar jika anda ingin memahami berita yang menakjubkan tentang kejadian-kejadian di masa mendatang, yaitu suatu kejadian memuncak yang terjadi di masa anda hidup, maka bukalah Alkitab anda dan kembalilah pada bab Daniel yang menarik dan membacanya sendiri!

"Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi. Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja" (ayat 31-36).

Apakah mimpi ini memiliki arti tertentu? Jawabnya adalah YA, karena Allah telah memberikan wahyu! Hal ini adalah nubuatan. Bagaimanapun juga, beberapa orang berpikir bahwa nubuatan Alkitab adalah suatu puisi nyanyian yang tidak memberikan bimbingan apapun, atau tujuan apapun. Beberapa yang lainnya mempercayai bahwa nubuatan benar-benar memiliki arti tetapi yang mana artinya tersebut tidak akan dapat dipahami paling tidak sampai nubuatan tersebut dipenuhi, dan sayangnya kebanyakan orang tidak mencapai saat pemenuhannya. Masih terdapat juga mereka yang berpegang kepada pendapat bahwa arti nubuatan sangatlah tergantung kepada pentafsiran pribadi.

Pandangan-pandangan ini menolak suatu aspek penting akan Pesan Kristus dan semenjak lebih dari seperempat Alkitab adalah nubuatan, maka pendapat-pendapat seperti ini akan membuat sebagian besar firman Allah menjadi tidak berguna bagi kita.

Walaupun Allah menceritakan kita "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (2 Timotius 3:16) dan Wahyu 19:10 mengajarkan kita bahwa "kesaksian akan Yesus adalah roh nubuatan." Rasul Petrus menuliskan bahwa :"Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." (2 Petrus 1:19-21).

Kita tidak boleh mencoba untuk mentafsirkan Alkitab berdasarkan ide-ide kita sendiri! Dan kita TIDAK boleh mempercayai tafsiran pribadi dari manusia. Kita harus benar-benar mempelajari Alkitab dengan dalam, serta memperhatikan bacaan Alkitab yang satu dengan bacaan Alkitab yang lain. Kita harus membiarkan Alkitab menterjemahkan/mentafsirkan dirinya sendiri.

Bagian 6 Suatu Urutan Rangkaian dari Kekaisaran yang Memerintah Dunia

Daniel memberikan penjelasan Allah tentang mimpi Nebukadnezar: "Ya tuanku raja, raja segala raja," (Daniel 2: 37). Adalah benar bahwa Nebukadnezar tersebut memang menaklukkan kerajaan-kerajaan di dunia di bawah kekuasaannya. Ia adalah benar-benar penguasa pertama yang memerintah atas kekaisaran yang berkuasa atas dunia, walaupun hal ini terjadi tidak semena-mena oleh karena kekuatannya sendiri melainkan Allah yang menyebabkannya: "yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan," (ayat 37). Melalui kejadian-kejadian di dunialah Allah yang menyatakan kebesaranNya. "Padamu", Allah mengatakan kepada Nebukadnezar, "tuankulah kepala yang dari emas itu. Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi" (ayat 38-39).

Pahamkah anda sekarang? Ketahuilah bahwa disini Allah berbicara tentang kerajaan yang nyata-pemerintahan yang benar-benar berkuasa di bumi. Jadi hal ini tidak berbicara tentang hal-hal sentimentil atau yang ditambah-tambahkan. Ingatlah bahwa Allah membuat Kebenaran menjadi jelas! Kekaisaran Kaldea Nebukadnezar diwakili oleh kepala yang dari emas. Dari kekaisaran ini, muncullah sebuah kekaisaran yang lain yang mana kekaisaran-kekaisaran setelahnya muncul. Bacalah buku-buku sejarah maka anda akan melihat bahwa kekaisaran Persialah yang muncul dari kekaisaran Kaldea Nebukadnezar yang kemudian diikuti oleh Aleksander yang agung dari Kekaisaran Greko-Masedonia.

Dan setelahnya, suatu kekaisaran yang lain yang diwakili oleh dua kaki dari besi mengikutinya, "Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya" (ayat 40). Dan memang hal itulah yang dilakukan oleh Kekaisaran Roma yang terbagi menjadi dua bagian/"kaki", Barat dan Timur dengan dua ibukotanya di Roma dan Konstantinopel.

Jika kita membandingkan hal diatas dengan Daniel 7 dan Wahyu 13 dan 17, kita akan dapat memahami bahwa sistem kekaisaran Roma memiliki sepuluh kebangkitan pada abad-abad setelahnya. Ketujuh kebangkitan terakhir akan dikendalikan oleh seorang pemimpin agama yang memiliki kekuasaan yang besar tetapi sesat. Kebangkitan terakhir dari kesepuluh kebangkitan tersebut sama dengan kaki dan jari-jari kaki dari kaki patung Daniel 2 yang besar tersebut. Kesepuluh jari kaki yang merupakan "besi bercampur dengan tanah liat" (ayat43) tersebut adalah kuat tetapi sayangnya campuran tersebut adalah campuran yang rapuh (ayat 42). Campuran tersebut menyimbolkan kesepuluh pemimpin politik yang muncul secara bersama dan yang akan memberikan kekuatan mereka kepada pemimpin agama karismatik yang kuat (Wahyu 17:12-13). Bersama-sama "raja-raja" ini akan menjadi kebangkitan yang terakhir dari kekaisaran keempat yang berkuasa atas dunia tersebut. Persatuan terakhir dari bangsa-bangsa Eropa yang akbar akan bangkit dihadapan kita! Ingatlah apa yang dikatakan oleh Daniel kepada Nebukdanezar, bahwa penglihatan ini memiliki tujuan untuk menyatakan kejadian-kejadian "di masa-masa mendatang".

Sekarang kita akan menuju ayat 44-45 yang menjelaskan arti daripada "tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung". Dengan jelas disana dikatakan bahwa kerajaan yang akan didirikan oleh Allah (batu yang terungkit) tersebut akan menghancurkan keseluruhan bagian patung, kekaisaran-kekaisaran yang menguasai dunia. Sedangkan kerajaan Allah itu sendiri akan memenuhi seluruh bumi. Amatlah jelas pernyataan yang dituliskan di dalam Alkitab mengenai hal ini!

Disini, didalam firman Allah yang jelas ini, terletak penjelasan yang amat jelas tentang apakah kerajaan Allah tersebut sebenarnya: "Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya"!

Ketahuilah bahwa tidak akan ada lagi manusia setara "raja diatas raja" seperti Nebukadnezar ketika Yesus Kristus berkuasa atas seluruh dunia sebagai "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan." (Wahyu 19:11-16). Wahyu 11:15 menguatkan nubuatan Daniel. Di saat kedatangan Kristus yang kedua kalinya, suara yang keras dari sorga akan berkumandang, "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya!" Inilah saat ketika Dunia Masa Depan akhirnya dimulai!

Nubuatan Daniel, ketika dipelajari dengan kitab Wahyu, akan memberikan suatu penjelasan yang amat gamblang bahwa Kerajaan Allah adalah benar-benar pemerintahan yang nyata senyata kekasiaran-kekaisaran yang telah dinyatakan. Daniel menyimpulkan, "mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai" (Daniel 2:45). Sungguh ini adalah kabar baik yang mengagumkan!

Nubuatan-nubuatan yang lain akan Dunia Akan Datang!

Nabi-nabi Wasiat Lama lainnya juga dengan jelas menunjukkan bahwa Kerajaan Allah akan menjadi suatu pemerintahan yang agung di masa depan yang nyata yang memiliki kekuasaan administrasi di seluruh bumi. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah Kerajaan Allah sudah didirikan? Jawabannya adalah jelas dari beberapa nubuatan yang menyatakan secara langsung dari firman Allah perihal Kerajaan Allah yang akan datang ini:

Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem." Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang" (Yesaya 2:2-4; bandingkan dengan Mikha 4:1-3).

Mikha menambahkan informasi tambahan ini: "Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya" (ayat 4). Masihkah orang pada saat ini masih berpendapat bahwa nubuatan ini telah dipenuhi?

Sebuah patung seorang pria yang menempa pedangnya menjadi alat bajak berdiri tegap diluar kantor pusat Persatuan Bangsa-Bangsa di kota New York-tetapi jika kita melihat sejenak ke layar TV atau surat kabar maka kita akan ditunjukkan kepada suatu kenyataan bahwa Persatuan Bangsa-Bangsa tidak dapat memenuhi nubuatan yang sesungguhnya indah tersebut. PBB tidak dapat membuat suatu keadaan dimana bangsa-bangsa tidak lagi belajar untuk berperang!

Bagian 7

Suatu nubuatan Yesaya yang terkenal lainnya yang dapat membantu kita untuk memahami dengan benar perihal kerajaan Allah ditengah segala argumentasi yang menimbulkan kebingungan dengan menyatakan bahwa kerajaan tersebut sesungguhnya sudah datang adalah:

Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. (Yesaya 11:4-10).

Nubuatan diatas yang menyatakan suatu gambaran dari dunia yang damai yang bahkan mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan alam tersebut telah banyak memberikan inspirasi bagi banyak kalangan untuk bekerja keras mentafsirkan firman Allah yang sesungguhnya sudah sangat jelas untuk dapat dipahami. Patutlah dimengerti bahwa Yesus sesungguhnya tidak menggenapi nubuatan ini pada kedatanganNya yang pertama kalinya. Dapatkah anda menemukan suatu kenyataan bahwa beruang atau singa memakan rumput? Sehingga pemenuhan dari pada nubuatan ini bukanlah pada masa sekarang melainkan pada masa yang akan datang pada saat kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Oleh karena itu, kalau anda membiarkan Alkitab sendiri menjelaskan hal-hal yang tertulis di dalamnya, maka anda tidak akan menemukan hal-hal yang membingungkan.

Suatu nubuatan yang lain tentang Kerajaan Allah ditemukan di dalam kitab Zakharia:

Maka pada waktu itu tidak akan ada lagi udara dingin atau keadaan beku, tetapi akan ada satu hari -- hari itu diketahui oleh TUHAN -- dengan tidak ada pergantian siang dan malam, dan malampun menjadi siang. Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengah lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin. Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. Maka semua orang yang tinggal dari segala bangsa yang telah menyerang Yerusalem, akan datang tahun demi tahun untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, dan untuk merayakan hari raya Pondok Daun.(Zakharia 14:6-9, 16).

Sayangnya, banyak orang yang tidak memiliki iman dan kepercayaan bahwa Allah yang Maha Kuasa sesungguhnya memiliki maksud seperti apa yang Ia katakan dan Ia berkata-kata sesuai dengan apa yang Ia maksudkan! Allah dengan jelas menyatakan di dalam nubuatan-nubuatan ini bahwa Ia akan benar-benar mengubah peradaban manusia. Allah secara berulang-ulang telah terlebih dahulu mengatakan perihal kepemerintahanNya di akhir zaman atas segala bangsa-bangsa yang ada di bumi: "di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan firman kebenaranNya (terjemahan yang lebih tepat bagi "His truth" dan bukannya kesetiaan-Nya.) (Mazmur 96:13). Sekali lagi, untuk menegaskan, Allah mengulang nubuatan ini: "di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran. (Mazmur 98:9).

Tetapi sayangnya kita menemukan suatu kenyataan yang berbeda pada saat ini, mengapakah kita tidak lagi mendengarkan Injil yang seperti diatas pada saat ini? Anda mungkin mengetahui alasannya. Memanglah benar jika pesan ini tidaklah terkenal di kalangan pemimpin agama, politik, dan sosial di dalam lembaga-lembaga yang berkuasa pada hari ini. Mereka tidak ingin kehilangan kekuatan mereka! Inilah salah satu alasan yang dicari-cari oleh para Imam Tertinggi dan Farisi untuk membunuh Yesus (Yohanes 11:47-53). Bagaimanapun juga, kita harus mengetahui bahwa pada akhirnya Yesus Kristus akan memerintah dan membawa suatu tatanan "dunia yang baru" dibawah kekuasaanNya dan hal tersebut benar-benar mengubah lembaga-lembaga keagamaan dan politik yang ada di dunia. Akankah anda percaya dengan apa yang dikatakan oleh Allah, atau akankah anda menelan "ramuan filosof" yang dihasilkan oleh manusia yang tidak patuh dan berdosa yang sesungguhnya telah disesatkan oleh Setan, yaitu "ilah" zaman ini (2 Korintus 4:4)?

Apakah Kristus mengatakan bahwa Kerajaan sudah "dekat"?

Ketika Yesus memulai kepelayananNya di akhir 20 Masehi, Ia "Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Matius 4:17). Apakah yang dimaksud oleh Yesus dengan hal ini? Karena tentu saja Ia tidak bermaksud untuk menceritakan tentang masa Millenium (seribu tahun masa pemerintahan Yesus) ketika pedang-pedang akan ditempa menjadi mata bajak! Pada kenyataannya, sekitar 40 tahun setelah Yesus membuat pernyataan yang terdapat di dalam ayat diatas tersebut terjadilah pembantaian sadis yang menimpa pengikut-pengikutNya yaitu ketika pasukan Roma membantai ratusan ribu orang Yahudi selama masa revolusi Yahudi di akhir 60 Masehi dan awal 70 Masehian. Pada saat itu, pasukan Roma berusaha untuk menekan kekuatan Yahudi (bandingkanlah dengan Lukas 23: 28-31)! Pemerintahan kerajaan-kerajaan di dunia yang sadis, berdarah, dan sangat menekan seperti ini tetap berlangsung selama berabad-abad. Sehingga kalau kita kembali kepada apa yang dikatakan oleh Yesus di dalam Matius 4:17, bagaimanakah dapat dikatakan bahwa Kerajaan Allah sudah "dekat"?

Ketika Yesus dituduh oleh mereka yang menentang diriNya dengan berpendapat bahwa Ia telah mengusir iblis dengan kuasa Setan, Yesus menanggapinya,"Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu (Matius 12:27-28). Bagaimanakah disini dapat dikatakan bahwa Kerajaan Allah telah datang kepada mereka?

Jawabannya adalah karena Yesus Kristus ada bersama-sama dengan mereka. Sang raja, Anak Allah, pada saat itu ada di hadapan mereka dan Ia berada di bumi memberitakan Injil Kerajaan! Sang Mesias berdiri di hadapan mereka!

Alkitab terkadang menggunakan istilah "raja" dan "kerajaan" secara bergantian (bandingkan Daniel 7:7-18, 23). Dengan kekuatan Roh Kudus, Yesus Kristus melatih diriNya sementara Ia berada di Bumi untuk menjalankan peran-peranNya. Yesus mulai melatih diriNya untuk berdudukan sebagai Raja dari Kerajaan yang akan didirikanNya di bumi karena memang itulah hal yang akan terjadi pada diriNya.

Karakter Kerajaan Allah yang paling menakjubkan adalah keikutsertaan kekuatan Ilahi. Pada saat Yesus di bumi, Ia melakukan penyembuhkan pada mereka yang sakit, mencelikkan mata mereka yang buta, serta membangkitkan orang mati dan memerintahkan alam untuk berfungsi seperti yang Ia kehendaki!, seperti memurnikan embun pagi. Sehingga walaupun hanya untuk waktu yang sangat pendek, Kerajaan Allah telah didirikan yaitu selama tinggalnya Kristus di Bumi untuk waktu yang sejenak tersebut bagi manusia untuk memahami keberadaan Allah yang agung.

Ketika Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah yang dikatakan hadir di tengah-tengah manusia, Ia berbicara tentang tindakan-tindakan yang dilakukannya dan dampaknya. Ia tidak membawa mereka yang mendengarNya kedalam Kerajaan Allah atau menyatakan bahwa KerajaanNya telah "didirikan". Yesus hanya mengumumkan bahwa Raja dari Kerajaan Allah yang akan datang telah hadir di antara mereka! Ini pulalah hal yang akan memiliki dampak yang kuat di saat-saat setelahnya. Kerajaan dikatakan "sudah dekat" karena pada saat kedatangan Yesus Kristus yang pertama kalinya, keberadaan dan perbuatanNya memiliki dampak yang langsung pada kehidupan beberapa orang yang merasakan mukjizatNya, pada saat jauh sebelum Kerajaan tersebut memang benar-benar didirikan di bumi, yaitu semasa mereka hidup.

Bagian 8 Apakah Kerajaan Tersebut Tiba-Tiba Muncul pada Masa Rasul?

Di dalam catatan Injil Lukas, karena murid-muridNya "menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan" (19:11), maka Yesus memberikan mereka perumpamaan yang cukup terkenal, yaitu perumpamaan tentang uang atau mina:

"Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing" (ayat 12-15).

Kristus adalah bangsawan di dalam perumpamaan ini. Ia pergi menuju sebuah "negeri yang jauh" yang tidak lain adalah sorga tahkta Bapa untuk menerima Kerajaan Allah, yang mana kemudian Ia akan kembali dengan kerajaan tersebut. Patutlah dipahami bahwa hal ini masihlah belum terjadi, Kristus masihlah tetap di sorga sedangkan kedatanganNya yang kedua kali akan terjadi di masa yang akan datang. Pada kedatanganNya yang kedua kali, Ia akan kembali dengan Kerajaan tersebut. Di sisa perumpamaan ini, Kristus menunjukkan bagaimanakah mereka yang bersungguh-sungguh dan rajin menggunakan talenta dan kemampuan mereka yang diwakili dengan mina, untuk melayani Allah akan diberikan kepemerintahan atas kota-kota! Kepada mereka yang minanya bertambah sepuluh mina, kata Yesus, "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota" (ayat 17-19). Menakjubkan sekali! Mereka yang mengalahkan kehidupan Kristen mereka ke dalam jalan-jalan Allah akan diberikan kekuasaan dan kepemerintahan di dalam Kerajaan Allah! Bergembiralah kita semua yang memiliki kesempatan untuk melayani sesama dan mengajarkan kepada mereka jalan-jalan Allah di dalam kerajaanNya!

Kabar Baik yang menakjubkan ini memiliki kaitan yang kuat dengan bacaan-bacaan Alkitab lainnya. Kabar Baik ini bukanlah hal tentang "berkeliling-keliling di sorga selama-lamanya dengan tanpa arah". Kitab Matius tidak menyebut Kerajaan Allah sebagai "Kerajaan yang ada di Sorga" (seperti yang banyak dipikirkan orang) melainkan dikatakan disana bahwa Kerajaan ini adalah "kerajaan dari sorga" yang akan turun dari sorga/langit. Rasul Petrus memastikan kita bahwa warisan kami (Kerajaan) pada saat ini disimpan di sorga bagi kita (1 Petrus 1:4)-yang akan dibawa turun ke bumi oleh Yesus Kristus pada kedatanganNya yang kedua kali dan bukannya sebelumnya (seperti yang banyak dipikirkan orang!). Mereka yang oleh Kristus diberikan rohNya untuk tinggal di dalam diri mereka adalah para duta besar dari Kerajaan yang akan datang tersebut, yang mana pada saat ini ada di sorga (2 Korintus 5:20). Seperti Paulus menuliskan, "Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat" (Filipi 3:20). Tetapi kita tidak akan hidup disana (bandingkanlah dengan Yohanes 3:13; Kisah Para Rasul 2:29, 34). Kerajaan tersebut akan turun kepada kita pada kedatangan Kristus.

Yesus mengajarkan para muridNya bahwa akan terdapat saat penghakiman ketika Ia datang untuk "duduk di tahkta kemuliaanNya" (Matius 25:31). "Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan." (ayat 34). Hal ini dengan jelas berbicara tentang suatu masa yang terjadinya di masa yang akan datang yaitu ketika orang benar mewarisi Kerajaan Allah dan Kristus datang di dalam kemuliaanNya. Kita pada saat ini adalah ahli waris dari Kerajaan yang Ia akan bawa bersama-sama dengan diriNya, tetapi kita masih belumlah pewarisnya.

Kerajaan Allah BUKANLAH Jemaat/Gereja. "Jemaat" di dalam "Gereja" pastilah akan masuk kedalam Kerajaan di masa mendatang. "Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus" (2 Petrus 1:10-11).

Kepemerintahan Orang Kudus di dalam Kerajaan

Di akhir masa kepelayananNya, Yesus mengatakan kepada murid-muridNya:

"Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan. Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami. Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku" (Lukas 22:25-29).

Alkitab versi King James dengan lebih jelas menuliskan: " Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku," (ayat 29). Yesus kemudian memberikan kepada muridNya suatu pandangan tentang upah mereka di masa mendatang dan tanggung jawab mereka di dalam KerajaanNya sesuai dengan tugas yang diberikan olehNya: "bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel" (ayat 30). Apakah yang sedang dibicarakan oleh Yesus disini? Ia menceritakan/mengutarakan suatu masa di masa yang akan datang ketika mereka akan menghakimi kedua belas suku Israel. Disini Yesus tidak mengacu kepada masa kepelayanan yang harus mereka jalankan tidak lama setelahnya.

Jika Yesus memang menginginkan muridNya untuk memahami bahwa KerajaanNya memang benar-benar ada pada saat itu, mengapakah Ia memberikan tanggapan ini kepada Pilatus: "Yesus menjawab: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." (Yohanes 18:36).

Bahkan setelah kematian dan kebangkitan Yesus, Ia melanjutkan "berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah" (Kisah Para Rasul 1:3). Patutlah diketahui bahwa Yesus memilih kata-kataNya dengan sangat cermat dan bermakna karena Ia mengetahui bahwa murid-muridNya sangatlah mengenal dan memahami nubuatan-nubuatan Yesaya, Daniel dan Zakharia. Nubuatan-nubuatan ini dengan jelas meramalkan suatu pemerintahan yang nyata dan suci yang akan didirikan di bumi di bawah kekuasaan sang Mesias. Para rasul bertanya kepada Yesus: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Ia menjawab: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:6-7). Yesus tidak pernah membingungkan atau mengacaukan pemahaman para murid tentang Alkitab tentang Kerajaan Allah. Ia dengan jelas menyatakan bahwa suatu Kerajaan yang nyata akan memang didirikan di bumi dan akan memerintah atas bangsa-bangsa. Ia semata-mata menceritakan kepada mereka bahwa saatnya belumlah tiba.

Pada bab ketujuh dari kitab nubuatannya, Daniel telah meramalkan hal-hal yang akan terjadi pada saat KerajaanNya mulai:

"Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah" (Daniel 7:13-14).

Bagian 9

Dimanakah Kerajaan tersebut itu berada? Perhatikanlah bahwa Kerajaan ini adalah suatu Kerajaan yang mana "seluruh manusia, bangsa, dan bahasa akan melayani" seperti yang ditunjukkan oleh beberapa ayat yang menyatakan kepada kita bahwa Kerajaan tersebut akan berada di sini di dunia ini!

Di dalam Daniel 7, Daniel, yang adalah nabi Yahudi yang ikut di dalam pembuangan, bermimpi tentang empat binatang yang menyimbolkan empat kerajaan yang sama yang sebelumnya dinyatakan oleh mimpi Nebukadnezar yang tercatat di dalam bab dua. Perhatikanlah: "Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi; sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya" (ayat 17-18). Ayat 22 menyatakan, "sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan". Pada saat itu, orang-orang kudus Allah akan memiliki Kerajaan sorga sebagai makhluk yang agung, abadi, dan ilahi!

Ingatlah bahwa masa depan yang menakjubkan menunggu para orang kudus Allah! Mereka akan diberikan kuasa dan kekuatan untuk membantu mewujudkan kedamaian dan kesenangan bagi dunia yang menderita dan penuh penumpahan darah ini. Tidak akan ada lagi solusi "Sumbangan - Bantuan/Band Aid" yang sering kali hanya bersifat sementara dan tidak berguna. Para orang kudus yang abadi akan membantu Kristus di dalam melaksanakan pemecahan-pemecahan masalah dan reformasi-reformasi bagi kemanusiaan. Ya, mereka akan bergabung dengan Kristus di dalam memerintah dunia dan meluruskan masalah-masalah yang ada di bumi ini. Yesus mengatakan, "Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi." (Matius 5:5).

Rasul Yohanes menulis di kitab Wahyu bahwa Kristus akan memiliki "Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." (Wahyu 5:10). Kitab yang sama mencatat Kristus yang mengatakan, "Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;" (Wahyu 2:26). "Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya" (Wahyu 3:21). Tahkta Bapa berada di sorga, dan Kristus sekarang ada disana juga dan berada pada tangan kanan Bapa. Bagaimanapun juga, tahkta Kristus, yang mana para orang kudus akan memerintah bersama-sama dengan diriNya, adalah merupakan tahkta Daud di Yerusalem (Lukas 1:32).

Kita akan dapat berada disana setelah sangkakala terakhir yang telah dinubuatkan berbunyi dan Kristus kembali sebagai Raja atas segala raja. "Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah" (I Korintus 15:51-52). Sejalan dengan ditiupnya sangkakala terakhir dan terjadinya suatu gempa bumi yang dahsyat yang menggoncang dunia sampai ke dasarnya (Wahyu 11:13-15; 16:18), orang-orang kudus di dalam Kristus akan tentu saja mengalami kegembiraan yang sangat, sejalan dengan saat mereka bertemu dengan Kristus di angkasa (I Tesalonika 4:13-18). Kemudian mereka akan turun denganNya di bukit Zaitun (Kisah Para Rasul 1:11-12; Zakharia 14:3-4) untuk memulai pekerjaan mereka membawa Kedamaian kepada dunia yang penuh dengan pemberontakan ini.

Dibawah kekuasaan Yesus Kristus, banyak di antara kita yang akan membantu Raja Daud yang berkedudukan sebagai raja Israel. (Yeremia 30:9; Yehezkiel 37:24). Kita akan dapat mengetahui dan bertemu dengan Musa, Abraham, Ishak, Yakub dan semua orang kudus dan pelayan Allah dari seluruh generasi. Karena kita nantinya akan benar-benar "dilahirkan dari Allah", dilahirkan pada kebangkitan kedalam Keluarga Kerajaan Allah.

Orang-orang kudus Allah, "mereka yang menang", akan diberikan kesempatan, di bawah pemerintahan Yesus, untuk berhadapan dan mengatur para orang berkuasa di bumi yang akan membawa umat manusia kepada ujung kehancuran: "Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa, untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi, untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!" (Mazmur 149:5-9).

Bagian 10

Di dalam Wasiat Baru, rasul Yohanes diwahyukan untuk menuliskan, "Berbahagia dan kuduslah ia yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya." (Wahyu 20:6). Patutlah diketahui bahwa para rasul dan Jemaat Allah yang mula-mula tersebut memanglah dipenuhi oleh Roh Kudus dan mereka itu dengan sungguh-sungguh memahami dan mengajarkan bahwa Kerajaan Allah akan didirikan nantinya, pada akhir zaman ini. Kerajaan ini adalah benar-benar pemerintahan yang nyata yang akan ada di bumi ini dan berada di bawah pemerintahan Kristus dan para orang kudus yang telah di bangkitkan. Dunia Yang Akan Datang yang sangat menakjubkan sering disebut sebagai "Millenium", yang artinya suatu periode 1.000 tahun.

Edward Gibbon, seorang sejarawan terkenal, mencatat perihal kepercayaan akan "Millenium" di dalam catatan sejarahnya yang terkenal "The Decline and Fall of the Roman Empire/Jatuhnya Kekaisaran Roma". Berhubungan dengan sejarah Kekristenan awal, Gibbon menuliskan:

"Ajaran kuno terkenal yang berhubungan dengan Millenium sangatlah kuat berkaitan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali. Dan semenjak pekerjaan penciptaan diselesaikan di dalam enam hari, maka lamanya periode tersebut pada saat ini, berdasarkan suatu tradisi yang terkait erat dengan nabi Elia, adalah suatu masa yang lamanya enam ribu tahun [bandingkan Mazmur 90:4, 2 Petrus 3:8]. Dengan analogi yang sama, periode yang lama dan penuh dengan kegiatan dan pekerjaan ini (yang pada saat ini hampir berakhir) akan diikuti dengan suatu masa Sabat yang menyenangkan yang lamanya seribu tahun [bandingkan Ibrani 3-4; Wahyu 20:6]; sedangkan Kristus dengan barisan orang kudusNya serta mereka yang terpilih yang telah terlepas dari kematian atau yang dengan secara ajaib telah dibangunkan/diubah, akan memerintah di bumi sampai suatu masa yang telah ditentukan bagi kebangkitan yang terakhir yang besar" (halaman 403).

Memanglah manusia telah diberikan suatu masa yang lamanya 6000 tahun untuk mempelajari bahwa tanpa Allah, mereka benar-benar tidak dapat memerintah diri mereka. Nabi Yeremia mengemukakan "Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya" (Yeremia 10:23).

George Washington, presiden Amerika Serikat yang pertama, memberikan hal yang sama didalam sepucuk surat tertanggal 31 Oktober 1786: "umat manusia, jika dibiarkan sendirian, tidak akan dapat memerintah diri mereka sendiri" (Columbia Dictionary of Quotation, 1993). Ingatlah bahwa krisis-krisis yang mengenaskan di akhir zaman ini akan akhirnya membawa umat manusia kepada pinggir jurang kehancuran mereka sendiri. Pada saat itulah barulah manusia akan melihat dan menyadari bahwa pemerintahan yang mereka buat tanpa Allah tersebut adalah lemah. Mereka akan benar-benar direndahkan dan disedihkan sehingga mereka akhirnya mencari kepemerintahan Allah bagi hidup mereka. Maka Allah kemudian akan mengulurkan tanganNya!

Dilahirkan ke dalam Kerajaan Allah

Kerajaan Allah memang akan memerintah orang-orang di dunia tetapi ingatlah bahwa orang-orang yang masih berbentuk daging ini belumlah berada DI dalam kerajaan-mereka hanyalah diperintah oleh kerajaan tersebut. Siapakah yang kemudian berada di dalam kerajaan tersebut? dapatkah anda menjadi bagian di dalamnya?

Ketika Kristus bertemu dengan seorang Farisi bernama Nikodemus, yang telah dengan rahasia pada malam hari mendatangiNya, Yesus dengan langsung berbicara ke dalam pokok permasalahan. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." (Yohanes 3:3). Ia kemudian menjelaskan "Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh" (ayat 6), yaitu yang wujudnya adalah roh. Jikalau kita tidak diubah menjadi makhluk abadi, seperti yang digambarkan di dalam 1 Korintus 15 tentang kebangkitan kita di masa mendatang, maka kita "belumlah "dilahirkan kembali". Ayat 50 dari bab yang sama meyakinkan kita bahwa "daging dan darah" tidak akan mewarisi Kerajaan Allah. Tetapi, apakah manusia "darah dan daging" dapat menjadi anggota dan bagian Jemaat? Ya! Jadi Jemaat/Gereja bukanlah Kerajaan Allah! Untuk masuk ke dalam Kerajaan, kita harus pertama-tama dilahirkan dari Allah sebagai anak-anak di dalam Keluarga Allah.

Dari semua ciptaan jasmani Allah, umat manusia itu sendiri memiliki suatu kesadaran dan dapat mengetahui perbedaan antara yang baik dan yang jahat. Hal ini melalui apa yang oleh Alkitab disebut sebagai "roh manusia". (1 Korintus 2:11).

Roh ini memberikan kekuatan kepada otak manusia dengan kecerdasan-menciptakan pemikiran-pemikiran menakjubkan pada diri kita, yang mana hal ini membuat kita memiliki kemampuan dan keadaan yang jauh di atas segala ciptaan jasmani yang ada. Roh Kudus Allah bergabung dengan roh manusia ini pada saat manusia bertobat dan dibaptis. (Roma 8:16).

Dunia Kekristenan arus deras bingung akan perihal "dilahirkan kembali" dengan perihal "pengubahan saat ketika seorang manusia bertobat dan dibaptis serta menerima Roh Kudus atau yang di dalam bahasa Inggrisnya disebut conversion". Di dalam buklet ini tidak ada ruang yang cukup bagi kami untuk menjelaskan kepada anda perihal "dilahirkan kembali" seperti yang dinyatakan di dalam Firman Allah. Hal ini akan kita bicarakan di dalam buklet kami yang lainnya. Walaupun begitu, kami akan membicarakan hal tersebut secara singkat karena hal ini berhubungan secara langsung dengan pemahaman kita tentang apakah Kerajaan Allah tersebut sebenarnya.

Ingatlah bahwa "pengubahan awal" adalah benar-benar masa permulaan awal dari kehidupan rohani, sama seperti proses pembuahan adalah masa permulaan dari suatu kehidupan jasmani. Peristiwa "pembuahan" tersebut bukanlah peristiwa "kelahiran". Peristiwa "kelahiran secara jasmani" terjadi setelah suatu masa mengandung di dalam rahim seorang ibu berakhir. Peristiwa "kelahiran secara roh", yaitu berubahnya wujud jasmani menjadi wujud roh, terjadi setelah suatu proses pengandungan (layaknya proses kehamilan) rohani di dalam kehidupan jasmani ini berakhir (yang pertama terjadi ketika Yesus datang kembali ke bumi). Peristiwa "kelahiran secara roh" ini adalah merupakan proses yang sangat menakjubkan. Di dalam peristiwa "pengubahan/conversion" pembuahan rohani kita, yang di karenakan oleh adanya Roh Kudus akan membuat kita "boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (2 Petrus 1:4), sehingga kita akan dapat benar-benar memiliki kodrat Allah yang agung. Sejalan dengan kita bertumbuh dan berhasil mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupan rohani kita, Allah akan memberikan kepada kita lebih dan lebih kodrat dan karakter ilahiNya di dalam diri kita. Akhirnya, kita akan siap secara sungguh-sungguh untuk secara sempurna "dilahirkan" dari Allah di dalam peristiwa kebangkitan.

Yesus akanlah menjadi "yang sulung di antara banyak saudara" (Roma 8:29) atau di dalam terjemahan NRSVnya dituliskan "yang sulung dari keluarga yang besar." Sebagai Juru Selamat kita, Saudara Tertua, dan Imam Tertinggi kita, Yesus sedang bertindak untuk "membawa banyak orang kepada kemuliaan" (Ibrani 2:10). Di dalam kebangkitan, mereka yang secara sungguh-sungguh menerima dan mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka akan benar-benar menerima dan saling berbagi keagungan ilahi. Mereka akan menjadi "anak-anak kebangkitan" seperti Yesus (Lukas 20:36). Karena Yesus Kristus sendiri dilahirkan dari kebangkitan dan dua kali disebutkan sebagai "yang sulung dari kebangkitan" (Kolose 1:18; Wahyu 1:5). Tentu saja kita, sebagai yang lebih muda di dalam keluarga Allah, akan selalu tunduk dan menyerahkan diri kita kepada Allah Bapa dan Kristus di dalam kasih dan kepatuhan yang mutlak, yaitu dengan menunjukkan kepatuhan, kepelayanan, dan keberhasilan kita dalam menyelesaikan pekerjaan kita di sepanjang kehidupan kita.

Kekristenan Kerasulan, Kekristenan yang berdasarkan Alkitab, mengajarkan bahwa Kerajaan Allah akan, di akhir zaman, didirikan secara nyata sebagai pemerintahan yang nyata di bumi ini, yang mana umat Kristen yang benar pada saat ini, akan melayani di bawah pimpinan Yesus Kristus untuk membawa Kedamaian yang sebenarnya bagi dunia. Hal ini tentu saja adalah suatu Kabar Baik! Kerajaan Allah akan memerintah Keluarga Allah dan kita akan menjadi bagian di dalamnya pada saat kebangkitan dari kematian di masa mendatang. Memanglah benar bahwa Injil yang tidak palsu tersebut amatlah menakjubkan bagi umat manusia!

Bagian 11

Untuk benar-benar sukses, seseorang harus pertama-tama memiliki suatu tujuan atau hal yang diharapkan. Allah telah memberikan umat Kristen suatu tujuan hidup yang menakjubkan yang tidak lain adalah hidup yang kekal di dalam Kerajaan Allah. Setelahnya, langkah yang harus di ambil adalah mempelajari dan mendapatkan pelajaran tentang bagaimanakah jalan/cara untuk mencapai tujuan tersebut. Bagaimanakah orang-orang kudus milik Allah ini dapat masuk ke dalam kerajaanNya? "Jalan-jalan" hidup seperti apakah yang dinyatakan oleh firman Allah yang harus kita miliki dan tempuh agar kita dapat masuk kedalam kerajaan tersebut? Yesus mengatakan:

"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:1-6).

Rasul Petrus kemudian menyatakan. "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para Rasul 4:12). Nama Yesus Kristus adalah benar-benar penting. Ingatlah bahwa para rasul dan pengabar Injil yang mula-mula telah memberitakan nama Yesus Kristus bersamaan dengan Pesan tentang Kerajaan Allah yang akan segera datang. Oleh karenanya, kita pun juga harus memiliki fokus yang sama. Hendaklah kita meyakinkan diri kita dan memahami dengan benar bahwa pada saat ini kita sedang membicarakan Kristus yang benar.

Banyak orang pada saat ini menyembah Yesus yang palsu yang mereka katakan sebagai Yesus yang telah meniadakan perintah BapaNya. Ia sering juga digambarkan sebagai seseorang yang bertampang feminin dengan rambut yang panjang dan mata yang sayu. Sesungguhnya mereka hanya memuji namaNya dan memiliki perasaan sentimentil yang indah tentang diriNya.

Tetapi, apakah memang hal tersebut yang sesungguhnya dimaksud dengan memberitakan nama Yesus? Tidak! Marilah sekarang kita melihat tentang perihal "nama" di dalam "The Interpreter's Dictionary of the Bible:

"NAMA. Secara Alkitabiah, sebuah nama bukan hanya sekedar suatu label identitas; nama sebenarnya menggambarkan karakter diri yang asli dari mereka yang menyandang nama tersebut. Nama seseorang menyatakan karakter diri orang tersebut. ..................Perihal konsep nama ini pulalah yang dipahami oleh orang-orang pada zaman lampau. Oleh karenanya, perihal mengetahui nama Allah berarti juga mengetahui Allah seperti apa yang dinyatakan oleh diriNya sendiri (Mazmur 9:10). Pernyataan yang yang sangat lengkap perihal karakter dan sifat Allah ada di dalam diri Yesus Kristus, yang telah menyatakan namaNya (Yohanes 17:6, 26)."

Nama Yesus tidak hanya menyangkut tentang siapakah diri Yesus dan segala sesuatu yang Ia kerjakan, tetapi juga tentang segala sesuatu yang Ia ajarkan dan peluk. Sehinggga apa yang harus anda ketahui sekarang adalah apakah yang dipeluk/dipercayai oleh Yesus? Jalan hidup seperti apakah yang Ia nyatakan?

Hukum Kerajaan

Ingatlah bahwa salah satu persyaratan terpenting dari suatu kerajaan adalah adanya aturan dari hukum-hukum yang digunakan oleh kerajaan tersebut untuk memerintah. Di dalam Kerajaan Allah, hukum tertinggi yang digunakan di dalamnya adalah Kesepuluh Perintah Allah yang merupakan hukum rohani Allah yang agung. Kristus memberitahu kaum Farisi, "Hukum Taurat dan kitab para nabi [Wasiat Lama] berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya" (Lukas 16:16).

Patutlah kita memahami ayat diatas dengan baik. Ayat diatas tersebut tidak memiliki arti bahwa Pesan dari Kerajaan Allah telah menggantikan "hukum dan tulisan para nabi" karena patutlah kita memahami dan mengingat bahwa pesan Kerajaan Allah memberikan suatu makna yang lengkap kepada hukum dan tulisan para nabi! Pada permulaan pelayanan Kristus, Matius mencatat, "Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu" (Matius 4:23). Yesus, seperti yang kita ketahui, memberitakan "Injil Kerajaan Allah".

Sejalan kita "memasuki" perjalanan menuju Kerajaan Allah, hal-hal apakah yang harus kita selalu perjuangkan, pertahankan dan lakukan? Di dalam tiga bab yang berikutnya, Matius 5-7, Yesus menjelaskan dan mengupas dengan jelas tentang seluruh jalan kehidupan di dalam apa yang kita sebut "Khotabah di bukit". Peringatan Yesus kepada para pengikutNya adalah agar mereka benar-benar mematuhi secara keseluruhan Firman yang diwahyukan oleh Allah. Hal inilah yang mungkin akan cukup mengejutkan banyak orang yang memiliki latar belakang Kekristenan arus deras. Perhatikanlah tentang apa yang dikatakan oleh Yesus, ""Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" (Matius 5:17).

Ketahuilah bahwa kata "menggenapi" bukan berarti "meniadakan", ini adalah suatu pemahaman yang bertolak belakang dengan apa yang mungkin pernah diajarkan kepada anda! Ketikan Yesus menggenapi hukum Taurat, Ia memberikan arti yang lebih dalam (luas) kepada hukum Allah. Yesus menunjukkan kepada kita tentang bagaimanakah kita harus mematuhi dan melakukan hukum tersebut berdasarkan roh yang didasarkan atas keinginan hati dan kemauan seperti apa yang tertulis di dalam tulisan-tulisan hukum-hukum tersebut. Suatu pemahaman yang dalam bahwa hukum tersebut memiliki persyaratan yang wajib dilakukan dan dipatuhi di dalam pikiran (2 Korintus 10:5) dan juga di dalam tindakan. Sebagai contohnya Yesus mengajarkan bahwa tidak hanya suatu keharusan bagi seorang Kristen untuk menjauhi dan tidak melakukan pembunuhan, tetapi juga ia tidak boleh bahkan memiliki pikiran atau sikap benci atau ingin menyakiti sesamanya (Matius 5:21-22).

Yesus mengatakan, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (ayat 27-28). Di dalam ajaran Yesus, Kesepuluh Perintah adalah merupakan suatu landasan dasar bagi seluruh jalan kehidupan yang Ia beritahukan. Jadi hal ini bukanlah semata-mata hanya kepercayaan sentimentil di dalam pengagungan pribadi Kristus saja, tetapi bahkan suatu tindakan berserah diri dan menaklukkan diri yang total kepadaNya dan kepada Bapa, sebagai Tuan dan Tuhan kita. Di dalam Lukas 6:46, Yesus bertanya, ""Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?". Perhatikanlah bahwa disini Yesus tidak pernah mengatakan, "Terimalah diriKu, tidak maukah engkau memberikan hatimu kepadaKu?", melainkan Kristus secara terus menerus mengajarkan kepada kita untuk memusatkan diri kepada Allah dan berkata "Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku" (Yohanes 14:28). Sehingga untuk datang dan menerima Yesus, kita tidak dapat hanya menyebut namaNya, melainkan kita harus berserah diri dan memusatkan pikiran kita kepada Allah serta melakukan perintahNya.

Jika setiap orang hidup berdasarkan hukum Allah yang agung dan mulia, maka kita tidak akan mendapati permasalahan dan kita pun akan hidup pada masyarakat yang tenang dan damai sejahtera. Ingatlah bahwa segala permasalahan manusia tersebut timbul oleh karena terdapatnya pelanggaran dari hukum-hukum Allah. Alkitab dengan jelas mendefinisikan dosa sebagai "Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah." (1 Yohanes 3:4).

Memanglah amat menyedihkan bahwa setelah hampir 6000 tahun ketika Allah membiarkan manusia untuk memutuskan sendiri jalan mana yang harus ditempuh, umat manusia masihlah buta terhadap kenyataan ini: "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut" (Amsal 14:12; 16:25). Manusia telah berusaha mencari kedamaian dan keharmonisan selama bertahun-tahun, tetapi tetap mereka masihlah belum mendapatkannya. (Yesaya 59:8). Tanpa hukum Allah, kelembagaan manusia masihlah belum pernah berhasil merancang suatu sistem kepemerintahan yang pernah sukses di sepanjang perjalanan hidup mereka.

Bagian 12

James Madison, pemrakarsa Konstitusi Amerika dan presiden Amerika Serikat keempat, menyadari permasalahan ini dengan sangat baik: "Kita sesungguhnya meletakkan seluruh masa depan peradaban Amerika tidak pada kekuatan pemerintah, bahkan jauh dari pada itu. Kita sesungguhnya menggantungkan masa depan...........yaitu kemampuan kita masing-masing pribadi dan bersama untuk mengatur diri kita dan menopang diri kita berdasarkan Kesepuluh Perintah Allah" (Warisan Kekristenan Amerika: Suatu kumpulan Tanggal, Kejadian, Dekrit, Kutipan dan Proklamasi, Yayasan Plymouth Rock/America's Christian Heritage: A Collection of Dates, Events, Decrees, Quotations and Proclamations, Plymouth Rock Foundation).

Hukum Allah adalah bagian terbesar di dalam Injil dan merupakan Kabar Baik yang memberikan suatu pengertian akan jalan hidup yang memimpin kepada kebahagiaan, kecukupan, kedamaian, dan kegembiraan yang sempurna dan abadi. Pada kenyataannya, hukum Allah telah menjelaskan kepada orang Israel kuno tentang jalan hidup yang indah tersebut. Bagaimanapun juga, hukum tersebut tidak dapat memberikan orang Israel kuno tersebut kebaikan yang lama karena mereka tidak memiliki iman yang hidup untuk tetap berjalan di dalam jalan Allah:" Karena kepada kita [umat Kristen abad pertama] diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka [umat Israel zaman Musa], tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya." (Ibrani 4:2). Jadi kabar baik yang diberitakan kepada mereka hanyalah sebagian, dan sayangnya mereka tidak memiliki pemahaman atau iman yang baik untuk menerimanya.

Pada saat ini kita mengetahui bahwa pernyataan akan potensi diri manusia secara ilahi tersebut terletak pada Yesus Kristus! Yesus sendirilah yang menunjukkan jalan yang benar. Ketika Ia memperkenalkan perihal Kerajaan Allah, Ia menceritakan kepada para pendengarnya, "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil" Markus 1:15. Kita harus bertobat dan percaya (memiliki iman). Rasul Paulus memberitakan pesan yang sama: " kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah." (Kisah Para Rasul 20:25). Di dalam melakukannya, ia juga menyatakan, "aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus." (ayat 21).

Sudah seharusnyalah kita pergi kepada Allah untuk memohon pengampunan, dan untuk diterima olehNya, pertama kali kita harus bertobat dari melanggar hukum rohaniNya yang disimpulkan di dalam Kesepuluh Perintah. "Bertobat" memiliki arti untuk benar-benar menyesal, sangat menyesal dan dengan bersungguh-sungguh berbalik dan memulai mematuhi hukum Allah dan untuk selama-lamanya kita menjaga jalan hidup kita. Kita juga harus memiliki "iman terhadap Tuhan kita Yesus Kristus" yang adalah Raja dari Kerajaan Allah. Hal ini mencakup kepercayaan dan menerima Yesus yang adalah Juru Selamat kita satu-satunya, Imam Tertinggi kita di sorga pada saat ini dan Raja kita yang akan datang.

Pada permulaan Jemaat Wasiat Baru, pada hari Pentakosta, rasul Petrus di wahyukan untuk memberitakan jalan yang memimpin umat manusia kepada keselamatan bagi umat manusia dengan mengatakan, "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (Kisah Para Rasul 2:38-39). Jelaslah bahwa Petrus mengatakan bahwa kita harus bertobat dan dibaptis bagi pengampunan dosa kita!

Di dalam Yohanes 3:16, Yesus mengatakan, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal". Dengan iman kita yang sungguh-sungguh di dalam Yesus Kristus dan kematianNya bagi kita, maka upah kematian yang diakibatkan oleh pelanggaran terhadap hukum Allah akan dijauhkan dari kita sehingga kita pun terluput darinya. Ketika kita benar-benar berubah, maka "seorang Kristen akan dibenarkan oleh darahNya" (Roma 5:9). Dibenarkan memiliki arti dinyatakan tidak bersalah, yaitu menerima pengampunan yang tidak bersyarat bagi upah dosa yang mengenaskan yaitu kematian yang abadi. Inilah juga yang termasuk di dalam Kabar Baik!

Menerima Karunia Yang Paling Berharga di Dunia

Kita perlu dengan benar-benar berterima kasih kepada Allah bahwa, melalui kematian AnakNya, kita dapat dimaafkan dari dosa. Tetapi apakah kemudian pembenaran kita membuat kita bebas untuk kembali dan terus melanjutkan pelanggaran hukum rohani Allah? Ketahuilah bahwa tidak ada yang lebih penting daripada kebenaran! Suatu kebenaran yang sesungguhnya amat jelas tetapi yang seringnya tidak ingin dipahami adalah bahwa di dalam saat pertobatan, seorang Kristen yang benar harus benar-benar bertobat dari pelanggaran akan hukum Allah. Haruslah dipahami bahwa orang tersebut, pada saat pertobatan, sesungguhnya membuat suatu "perjanjian dengan sang Pencipta" untuk berhenti berdosa, yaitu untuk menghentikan pelanggaran yang ia lakukan terhadap hukum Allah yang tidak lain adalah Kesepuluh Perintah.

Pada saat baptisan, yaitu saat ketika seseorang harus memiliki iman di dalam karunia yang dijanjikan yaitu Roh Kudus adalah seorang Kristen yang baru mengubah hidupnya dengan mengadakan perjanjian dengan Allah untuk berhenti berdosa dan untuk menyerahkan pikiran, keinginan, dan hidupnya kepada Allah sehingga Kristus yang hidup dapat memperkuat dirinya untuk hidup di dalam kepatuhan terhadap hukum dan kehendak Allah. Seperti apa yang dijelaskan oleh Paulus, "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2:20).

Adalah melalui Yesus Kristus yang benar-benar hidup di dalam diri kita maka kita akan dapat mematuhi Kesepuluh Perintah sebagai suatu jalan hidup. Sekarang dapatkah kita melakukan perintah-perintah tersebut dengan sempurna? Tentu saja tidak, seperti kita pun juga tidak dapat melakukan hal-hal lainnya (seperti apa yang kita lakukan di dalam kehidupan kita) dengan sempurna! Tetapi ketahuilah bahwa kita harus menyerahkan diri kita kepada Kristus untuk membiarkan diriNya melakukan hukum Allah di dalam diri kita melalui kekuatan Roh Kudus dan dengan semakin kita berserah kepada Kristus dan memfokuskan diri kita kepadaNya maka semakinlah kita akan dapat dengan lebih dan lebih mematuhi hukum Allah. Kemudian kita juga dikatakan untuk tetap. "Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya" (2 Petrus 3:18). Sejalan dengan kita bertumbuh secara rohani di dalam kehidupan kekristenan kita, maka kita pun harus melakukan hukum Allah dengan semangat dan iman yang semakin bertambah.

Bagaimanakah anda dapat dengan benar-benar mematuhi hukum rohani Allah sejalan dengan anda berusaha untuk melakukan teladan dan mengikuti Juru Selamat kita? Ketahuilah bahwa Yesus Kristus telah menjanjikan kepada anda untuk memberi anda karunia Roh Kudus. Sedangkan patutlah dipahami bahwa Roh Kudus tidak lain adalah keadaan alamiah dan kasih yang sesungguhnya dari Allah. Dengan memberikan Roh KudusNya kepada kita maka Allah sesungguhnya "memperanakkan" kita dan memberikan alam keadaan ilahiNya yang agung kepada dan dengan kita. Melalui keadaan alamiahNya yang ilahi tersebutlah maka kita akan dapat bertumbuh secara rohani. Roh Kudus adalah Roh "yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7).

Bagian 13

Rasul Paulus menuliskan, "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita" (Roma 5:5). Sesungguhnya, bagaimanakah roh Allah bekerja? dan di dalam jalan yang manakah kekuatan tersebut akan memimpin kita? "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat" (1 Yohanes 5:3). Jadi Kasih Allah yang ditanamkan secara Rohani tersebut akan memimpin kita secara langsung untuk mematuhi Kesepuluh Perintah sebagai suatu jalan hidup. Inilah hal yang adalah merupakan juga Kabar Baik dan bagian penting dari Injil.

Dengan memberikan RohNya, yang tidak lain adalah keadaan alamNya yang ilahi, Allah membantu kita untuk mengalahkan dosa dan untuk bertumbuh secara rohani. Allah sendiri "memberikan kualitas" kepada diri kita agar layak menerima hidup yang abadi melalui pembebasan diri kita secara rohani dari dosa dan pengaruh Setan. Melalui Roh Kudus, Ia memperanakkan kita menjadi keluargaNya yang hanya saja pada saat ini kita masih belum menjadi apa yang direncanakan oleh Allah, karena kita masih harus dengan sungguh-sungguh "maju ke depan dan meraih tujuan" sebelum akhirnya kita akan benar-benar dilahirkan kedalam Kerajaan Allah pada saat kebangkitan dari kematian (Filipi 3:13-14).

Sungguh Kabar Baik yang sangat menakjubkan untuk mengetahui bahwa kita dibebaskan dari dosa melalui Kristus! "Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya." (Efesus 1:13-14). Ya, hal tersebut adalah juga Kabar Baik untuk dengan benar mengetahui Bapa dan Juru Selamat kita, dan untuk menerima Roh Kudus Allah yang menguatkan kita dan yang akan memberikan kepada kita kesempatan untuk hidup di dalam kehidupan yang Ia inginkan bagi kita. Sungguh suatu Kabar Baik bagi seluruh umat manusia yang dapat membawa kesenangan dari keselamatan yang nyata, kasih, kedamaian pikiran dan pemahaman yang dalam akan tujuan yang belum pernah kita alami sebelumnya.

Kerajaan Allah tidak akan pernah menjadi suatu pesan yang menakjubkan jika kita tidak memiliki kesempatan untuk menjadi bagian di dalamnya! Tetapi, hendaklah kita mengucapkan syukur kepada Allah di dalam kasih dan belas kasihNya yang besar, yang telah memberikan suatu jalan bagi kita, yaitu melalui kematian dan kebangkitan anak yang dicintaiNya, Yesus Kristus. Sungguh suatu Kabar Baik yang betul-betul menakjubkan dan mengagumkan!

Apakah yang telah, sedang, dan akan dilakukan oleh Yesus Kristus

Injil berisi tentang segala rencana Allah tentang keselamatan. Injil adalah merupakan suatu pesan yang dipusatkan kepada perihal siapakah dan apakah Allah dan tujuan yang Ia miliki dan akan laksanakan melalui umat manusia.

Pemenuhan akan tujuan ini bagi masing-masing dari kita dan setiap pribadi terletak pada keinginan kita untuk mempercayai Yesus Kristus. Injil menyatakan jalan hidup yang sempurna yang diajarkan oleh Yesus, yaitu suatu jalan untuk hidup di dalam hukum Allah seperti yang dituliskan di seluruh Wasiat Lama dan Baru sesuai dengan wahyu yang diberikannya.

Injil menunjuk kepada peranan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang datang untuk menghapus dosa-dosa dari mereka yang menerimaNya sebagai Juru Selamat mereka. Injil juga membimbing kita kepada peranan Kristus pada saat ini yang adalah Imam Tertinggi kita yang berada di sorga yang dengan terus menerus ikut serta secara aktif bersama-sama dengan Allah Bapa bagi kepentingan kita. Adalah melalui Roh Kudus maka Yesus hidup di dalam kehidupan kita, sejalan dengan kita berbuah bagiNya. Itulah yang memperkuat kita untuk mematuhi hukum rohani Allah, Kesepuluh Perintah!

Ingatlah bahwa fokus utama dari Injil adalah pada kedatangan Kristus di masa mendatang di dalam kekuatan dan keagungan sebagai Raja di atas segala raja untuk memerintah dunia ini dan seluruh alam semesta dibawah kekuasaan Allah Bapa. Yang mana para orang kudus yang abadi yang telah dibangkitkan akan bersama-sama memerintah dengan Yesus Kristus sampai selama-lamanya. Sungguh suatu rencana yang agung dan menakjubkan yang dinyatakan di dalam Injil dari Kerajaan Allah.

Keselamatan melalui hidup abadi di dalam Kerajaan Allah adalah tujuan kita. Dan Yesus Kristus (yang benar) adalah satu-satunya jalan untuk sampai kesana " Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani" (Roma 1:16). Kristus mengajarkan kepada kita suatu Jalan yang dengan menerima dan mematuhi diriNya sebagai Tuhan dan Tuan kita, yaitu ketika kita harus melakukan hukum-hukum suciNya, Kesepuluh Perintah maka kita akan dapat memasuki Kerajaan Allah.

Berbahagialah karena Allah memberikan suatu Kabar yang Baik bagi kita yang menyatakan kepada kita bahwa Allah menyediakan suatu jalan yang seperti itu!

"Ia yang mempercayai Anak berarti memiliki Hidup"

Rasul Yohanes menyatakan bahwa catatan InjilNya "yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya." (Yohanes 20:31). Dan, di dalam tulisan gulungan yang pertama, ia menuliskan, "Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal" (1 Yohanes 5:12-13).

Kristus menceritakan kepada kita untuk "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil" (Markus 1:15). Dengan jelas disini Kristus mengatakan agar kita mempercayai pesanNya. Dan ingatlah bahwa pesan dari firman Allah adalah tetap. Oleh karena itu, dapatkah suatu ayat berkata, "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu" (Kisah Para Rasul 16:13), sementara ayat yang lainnya mengatakan "Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah" (Matius 19:17)? Yohanes juga sangatlah jelas tentang pentingnya bagi kita mematuhi Kesepuluh Perintah Allah. Di dalam 1 Yohanes 3:10, ia menuliskan, "Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran [melakukan perintah-berhubungan dengan Mazmur 119:172], tidak berasal dari Allah....". Yohanes melanjutkan "Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita." (1 Yohanes 3:24).

Apakah jawabannya? Apakah keselamatan datang oleh kepercayaan atau oleh melakukan perintah, oleh "iman" atau oleh "perbuatan"? Marilah kita melihat bagaimana rasul Yakobus menjawab "Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar" (Yakobus 2:14,17,19). Dengan cara yang sama, bahkan iblis mengetahui bahwa Yesus adalah sang Mesias yang datang untuk membebaskan umat manusia. Tetapi hal tersebut tidak akan menyelamatkan mereka. Kita harus menggunakan pengetahuan yang diberikan oleh Allah kepada kita. "Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.........Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman" (ayat 20, 22, 24).

Bagian 14

Jadi kita telah melihat bahwa keselamatan bukanlah suatu perihal akan iman ATAU melakukan pekerjaan (perbuatan)-tetapi keselamatan adalah perihal iman DAN perbuatan! Ingatlah bahwa suatu iman yang hidup dan dinamis akan selalu diikuti dengan KEPATUHAN YANG AKTIF kepada hukum Allah. Bagaimanakah sekarang perihal percaya di dalam Yesus dan pesanNya adalah hal yang penting bagi kepatuhan yang aktif kepada hukum Allah? Jawabannya adalah sederhana: Jika kita benar-benar percaya tentang apa yang dimiliki oleh Yesus dan apa yang Ia nyatakan dan ceritakan kepada kita maka kita akan MEMATUHI diriNya. Hal ini dapat dilakukan jika kita menerima diriNya dan segala apa yang Ia ajarkan. Setelah pertobatan dan pembaptisan maka kita akan menerima Roh Kudus Allah (Kisah Para Rasul 2:38), yang mana kasih Allah "dicurahkan di dalam hati kita" (Roma 5:5). Dan, seperti yang dituliskan oleh Yohanes, "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya" (1 Yohanes 5:3).

Seperti yang dinyatakan di dalam 1 Yohanes 3:24 diatas bahwa kepatuhan akan perintah adalah bukti dari Kristus hidup di dalam kita melalui Roh Kudus. Jika kita sungguh-sungguh menerima Yesus Kristus di dalam kehidupan kita maka Ia akan menghidupkan jalan hidupNya yang penuh dengan kepatuhan yang sempurna di dalam diri kita. Oleh karenanya, maka kita akan dapat membuat cara hidup dan diri kita yang lama meninggal dan setelahnya memfokuskan diri kita untuk berbuah kepadaNya. Paulus menjelaskannya, "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2:20).

Perhatikanlah frasa "Iman DARI Anak Allah". Wahyu 14:12 menunjukkan bahwa jemaat Allah yang benar memiliki "Iman DARI Yesus". Pada permulannya, kita harus mendemonstrasikan "iman kepada Allah" (Ibrani 6:1). Tetapi hal itu bukanlah iman yang akan menyelamatkan kita. Kita harus memiliki iman dariNya, sungguh-sungguh imanNya (yang mana Ia dapat melakukan mukjizat) untuk bekerja di dalam kita. Iman ini adalah buah dari roh Kudus (Galatia 5:22). Sejalan dengan kita melatih iman ini melalui tindakan kita dalam mematuhi hukum Allah, maka iman ini akan bertumbuh dan akan terus bertumbuh sejalan dengan bertambahnya kepercayaan kita dan ketergantungan kita pada Yesus Kristus. Bertindak di dalam iman akan menyebabkan iman tersebut membawa kita kepada kehidupan!

Ketahuilah bahwa tidak terdapat suatu pertentangan disini. Iman yang hidup adalah kepatuhan yang aktif, yang adalah kasih rohani. Sekatang, bagaimanakah kita mengetahui bahwa kita memiliki Anak Allah di dalam diri kita? "Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia" (1 Yohanes 2:3-5).

Suatu panggilan kepada Kemuliaan!

Ya, Kristus memang meninggal untuk memperdamaikan kita kepada Allah. Tetapi hal tersebut bukan berarti akhir dari segalanya atau akhir dari apa yang dilakukan oleh Kristus di dalam kehidupan ini melalui kita. Yesus Kristus melakukan hal yaitu "menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar" (Kolose 1:22-23). Sebagai umat Kristen, kita harus selalu berpegang dan menaruh harapan kepada Injil yang benar yang menyatakan suatu pemahaman yang menakjubkan dari tujuan kehidupan kita yang paling indah.

Ingatlah bahwa ketika sangkakala terakhir dibunyikan maka mereka yang telah berhasil dan yang setiap harinya belajar untuk "berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" (Filipi 3:14) akan mendapati diri mereka terangkat naik untuk bertemu dengan Kristus. Sekarang, dapatkah anda membayangkan betapa senang dan takjubnya perasaan gembira para orang kudus ketika mereka mengetahui bahwa diri mereka sekarang adalah anggota keluarga Allah? Akhirnya, mereka akan meninggalkan segala kesusahan yang pernah mereka alami untuk mendapatkan tujuan kehidupan mereka yang paling indah dan yang paling utama yaitu menjadi keluarga Allah yang sebenarnya untuk selama-lamanya di dalam keabadian! Inilah sesungguhnya tujuan akhir dan yang terutama dari penciptaan manusia. Anda dapat mempelajari lebih jauh tentang topik ini di dalam buklet kami yang berjudul "Tujuan Hidup Anda Yand Sesungguhnya" yang kami tawarkan secara gratis tanpa ada pungutan biaya.

Sejalan dengan kita berada di angkasa untuk bergabung dengan Kristus maka kita akan menyadari bahwa kita akan selama-lamanya menjadi anggota keluarga Allah yang abadi. Suatu kejadian yang amat menakjubkan dari kehidupan manusia ini telah memberikan suatu inspirasi kepada rasul Paulus untuk menuliskan "Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan" (Roma 8:18-19).

Kapankah Kerajaan tersebut datang?

Kristus menceritakan kepada murid-muridNya di dalam Matius 24:36, "Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri". Disini Ia mengacu kepada peristiwa kedatanganNya yang kedua kali untuk mendirikan Kerajaan Allah di bumi. Bagaimana pun juga, meskipun kita tidak mengetahui, bahkan pada saat ini, hari atau jam yang mana Kerajaan Allah akan didirikan tetapi kita mengetahui bahwa hal itu sudah dekat. Matius 24, Markus 13 dan Lukas 21 memberikan beberapa "tanda-tanda zaman" untuk kita perhatikan. Yesus mengatakan:

"Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Lukas 21:28-33).

Kejadian-kejadian yang mengenaskan akan meningkat pada dunia di saat ini, yang mana pada satu sisi hal tersebut adalah Kabar Baik karena hal tersebut memiliki arti bahwa kerajaan Allah sudah akan datang. Di dalam Matius 24:14, Yesus mengatakan, "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.". Berbahagialah bahwa anda pada saat ini sesungguhnya sedang membaca tulisan dari mereka yang mewartakan Injil yang tertulis di dalam Matius 24 tersebut, yaitu anda sekalian yang sedang membaca buklet ini! Ingatlah bahwa pernyataan Kristus akan "Injil Kerajaan" ini (yang ada pada ayat diatas) juga mencakup kejadian-kejadian nubuatan yang akan terjadi mendahului kedatangan KerajaanNya. Hal ini adalah Kabar Baik karena Allah akan memberikan satu-satunya obat yang paling mujarab pada mereka yang keras kepala, umat manusia yang dipenuhi pemikiran jasmani dan kedagingan. Inilah peristiwa pengambilalihan kuasa dan kepemimpinan dari planet bumi yang akan dilakukan secara paksa, ya suatu peristiwa kudeta ilahi!

Banyak pemimpin dunia, ahli ilmu pengetahuan dan para orang pandai lainnya mempercayai bahwa satu-satunya jalan untuk mencegah umat manusia menghancurkan diri mereka sendiri adalah dengan mendirikan suatu bentuk pemerintahan tunggal yang terpusat yang akan berkuasa atas seluruh dunia. Tetapi sayangnya, hal ini tidak akan pernah terwujud semenjak setiap manusia mengetahui dan menyadari bahwa umat manusia tidak akan pernah melakukan hal ini di dalam kerja sama harmonis yang baik dan benar karena hanya Allah sajalah yang dapat melakukannya dengan benar. Oleh karena itu maka nantinya Allah memang AKAN benar-benar MELAKUKANNYA. Setelah itulah maka kedamaian dan kebahagiaan di dunia akan benar-benar dapat kita alami. Inilah suatu kebenaran dari Kabar Baik yang indah dan menakjubkan tersebut bagi umat manusia!

Pada akhirnya anda harus mengingat bahwa ketika anda mendengarkan seseorang memberitakan "Injil" yang menakjubkan, haruslah anda memastikan bahwa mereka tidak membicarakan hanya perihal fasa awal dari kehidupan keKeristenan yaitu tentang pengampunan dosa-dosa lama kita melalui darah Yesus bagi kita. Karena Injil yang benar sesungguhnya berbicara tentang sesuatu yang lebih jauh dari hal tersebut. Injil pada kenyataannya berkenaan dengan hal yang jauh melampaui apa yang orang kebanyakan mengerti dan pahami. Jadi ingatlah selalu bahwa Kabar Baik yang benar tersebut amatlah menakjubkan dan memberikan kepada anda suatu kesempatan terindah yang pernah ada yaitu untuk hidup di dalam kepelayanan yang aktif di dalam Kerajaan Allah melalui pemerintahan Kristus yang sebentar lagi akan datang di bumi dan berjalan untuk selama-lamanya atas alam semesta yang sangat luas ini! Inilah Kabar Baik yang sesungguhnya! Inilah Injil yang sebenarnya dari Yesus Kristus!