Oktober 2000

Jika Yesus dari Nazareth kembali ke bumi pada hari ini, akankah Dia mengenali agama yang menggunakan namaNya pada saat ini? Tidak sama sekali! Umat manusia telah memelintir ajaran Yesus Kristus sehingga agama yang menggunakan namaNya itu secara praktek tidak lagi sama dengan apa yang Dia dan para rasul sesungguhnya hidup dan percayai.
Dapatkah anda menemui sebuah Gereja yang bertahan hidup dengan ajaran-ajaran yang ada pada Kekristenan Kerasulan, yaitu kekristenan yang ada ada zaman para rasul? dapatkah anda membuktikan bagi diri anda sendiri apakah yang sebenarnya dimaksud dengan kebenaran Allah tersebut? Buklet ini akan memberikan kepada anda semua jawaban penting atas pertanyaan tersebut!
Jika Yesus dari Nazareth kembali ke bumi pada saat ini, akankah Ia mengenali agama yang menggunakan namaNya pada saat ini? atau akankah Ia dikejutkan dengan segala kejadian yang ada dimana orang-orang yang mengaku sebagai pengikutNya telah melakukan peperangan melawan sesama mereka dengan tidak henti-hentinya selama 1.900 tahun terakhir ini, dimana umat Katolik berperang melawan umat Katolik, dan umat Protestan melawan umat Protestan? Juga tidakkah Ia akan dikejutkan ketika Ia menemui umat yang mengaku sebagai pengikutNya mempercayai doktrin yang sungguh bertentangan dengan apa yang Dia ajarkan, memperingati hari-hari raya yang berbeda dengan apa yang Ia rayakan, serta kebiasaan-kebiasaan yang berbeda yang tidak pernah Ia lakukan dan terlebih-lebih karena mereka memiliki konsep tentang Allah beserta tujuanNya yang sungguh berbeda dari apa yang pernah diajarkan dan dilakukan oleh Yesus dan para rasul?
Yesus pun mungkin akan bertanya-tanya: mengapa mereka memakai namaKu bagi hal-hal yang seperti ini, yaitu hal-hal yang tidak pernah Aku ajarkan?
Walaupun begitu, para kaum sekolahan agama yang tulen akan mengetahui bahwa perubahan yang besar sesungguhnya telah terjadi, masuk dan mengambil alih dunia kekristenan. Perubahan besar tersebut telah menjadikan dunia kekristenan suatu bentuk kekristenan yang jauh berbeda dengan kekristenan yang diajarkan dan dipeluk oleh Yesus dan para rasul! Sebagai seorang kaum sekolah protestan yang dihormati, Jesse Lyman Hulburt mengetahui hal ini dan ia mengatakan:
Selama 50 tahun setelah Santo Paulus meninggal, sebuah tirai menggantung diatas sejarah kehidupan dan kelangsungan gereja, yang mana melalui tirai inilah kita telah memandang perkembangan sejarah kekristenan dengan sangat sulit, khususnya ketika kita mencoba untuk mengikuti perkembangan yang ada; dan baru sekitar tahun 120 Masehi kita menemukan pemunculan dunia kekristenan di dalam sejarah dengan disertai berbagai tulisan awal para bapa gereja. Tetapi anehnya, gereja yang kita temui tersebut adalah suatu bentuk jemaat yang sangat berbeda di berbagai macam aspek dengan jemaat yang ada di zaman Santo Petrus dan Santo Paulus (story of the Christian Church/kisah dari gereja Kristen, halaman 41).
Jika para pemimpin gereja, yang hidup pada saat periode yang disebutkan oleh bapak Hurlbut tersebut sebagai "masa suram/age of shadows", memang dipenuhi dan dipimpin dengan Roh Kudus, mengapakah gereja itu tiba-tiba "menjadi sangat berbeda"? bukankah Alkitab menuliskan kepada kita bahwa Kristus adalah sama kemarin, saat ini, dan sampai selama-lamanya" (Ibrani 13:8 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Dan memang umat yang mengaku umat Kristen pada saat ini sungguh-sungguh tidak sama dengan jemaat yang didirkan oleh Yesus.
Dalam menceritakan masa-masa setelah kematian para rasul dan penerusnya, Hurlburt menuliskan:
Cara penyembahan yang dilakukan oleh gereja mengalami peningkatan di dalam hal keglamoran/kemeriahan, tetapi kadar rohani dan kesungguhan yang ada di dalamnya menurun dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Bentuk-bentuk dan upacara-upacara berhala secara perlahan masuk ke dalam penyembahan. Beberapa masa raya dewa kuno menjadi masa-masa raya jemaat dengan perubahan nama dan penyembahan. Sekitar tahun 450 SM, patung-patung santo dan para martir mulai muncul di gereja-gereja, pertama kalinya patung-patung tersebut muncul hanya sebagai pengingat, tetapi yang kemudian disukai, dikagumi dan akhirya disembah. Pengaguman akan perawan Maria telah menggantikan penyembahan akan dewi Venus dan Diana; perjamuan makan malam Tuhan menjadi suatu acara pengorbanan dan bukannya suatu acara peringatan; juga penatua berubah dari seorang pengajar menjadi seorang pendeta (halaman 79).
Perhatikanlah pernyataan bapak Hurlbut yang mengatakan bahwa "beberapa masa raya berhala menjadi masa raya gereja". Mereka "menjadi" seperti itu karena Allah sendiri telah meramalkan bahwa manusia hujat dan pemimpin sesat akan mengambil alih jemaat! Ingatlah peringatan wahyu ini yang diberikan oleh rasul Pulus Paulus kepada penatua di Efesus: "Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata" (Kisah Para Rasul 20:29-31 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Ketika Paulus menyadari betapa dalamnya pembelotan yang akan mengambil alih dan merusak jemaat tersebut, maka sangat marahlah dia. Ia kemudian "tidak berhenti memperingatkan setiap orang siang dan malamn dengan menangis"! Tetapi sayangnya, sangat sedikit orang pada saat ini yang memprihatinkan pembelotan besar ini atau bahkan menangisi perubahan besar yang terjadi ini.
Pembelotan besar-besaran ini terjadi karena orang laki-laki dan wanita pada saat itu, sama seperti pada saat ini, tidak dengan serius membuktikan kepada diri mereka sendiri dimanakah kebenaran Allah sedang diajarkan. Oleh karena itu, Kristus yang hidup menyatakan dan memperbaiki kesalahan umat Kristen untuk hidup di akhir Era Kerasulan: "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat." (Wahyu 2:4-5).
Jadi bagaimanakah dengan saat sekarang ini? Bagaimanakah munculnya 400 lebih denominasi dan sekte agama yang kesemuanya menamakan diri mereka "Kristen" pada saat ini? Yang mana mereka masing-masing memiliki jenis pemikiran, tradisi, dan pendekatan beragama yang berbeda tetapi yang mengaku mengikuti Yesus Kristus yang sama?
Sebagian dari jawabannya adalah karena hanya sedikit dari mereka yang benar-benar mempelajari Alkitab! Mereka tidak membuktikan apa yang mereka percaya di dalam Alkitab dengan sungguh-sungguh! Sesungguhnya, mereka boleh saja berantusias mempelajari buku-buku dan artikel-artikel tentang kesehatan, peningkatan kualitas diri atau investasi atau bagaimana cara mendapatkan uang dengan lebih, tetapi bagaimana dan dimanakah kesungguhan mereka untuk mencari dan mempelajari pengetahuan yang amat penting seperti: adakah Allah yang nyata? jika ya, apakah tujuan Allah dalam menciptakan manusia? dan bagaimanakah kami dapat memenuhi tujuan tersebut? Karena begitu Alkitab memerintahkan, "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik" (1 Tesalonika 5:21 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Hampir setiap orang "menerima" agama yang mereka peluk sebagai warisan dari keluarga mereka. Seperti anak-anak mereka harus percaya kepada kepercayaan dan tradisi yang diajarkan. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap agama yang mereka peluk telah dituliskan oleh seorang penulis artikel agama di harian Los Angeles Times, Teresa Watanabe:
Berdasarkan salah satu penelitian agama ditegaskan, bahwa dua pertiga dari orang Amerika tidak secara teratur membaca Alkitab atau mengetahui nama-nama empat kitab pertama di dalam Alkitab. Lebih dari setengah orang Amerika yang di survei bahkan tidak dapat menyebutkan 5 dari kesepuluh perintah. Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa Alkitab sudah tidak sesuai lagi bagi kehidupan mereka..........". Mereka masih mengakui dan menghormati Alkitab sebagai kitab yang suci, tetapi untuk sungguh-sungguh meluangkan waktu untuk membacanya, mempelajarinya dan melaksanakan apa yang ada di dalamnya adalah sudah merupakan hal kuno" kata George Barna. Alasan-alasan yang dikemukakan menyebutkan bahwa perubahan pendangan orang tentang Alkitab disebabkan juga mulai karena adanya perubahan kebudayaan Amerika sampai kepada kesulitan dalam memahami hakekat kalimat Alkitab itu sendiri.
Sekarang organisasi keagamaan sedang membuat suatu langkah usaha yang besar untuk memunculkan tokoh-tokoh Alkitab yang hebat. Penerbit Alkitab menerbitkan produk-produk media cetak dengan terjemahan dan edisi yang disesuaikan untuk setiap kondisi pasar, untuk meyakinkan orang-orang bahwa Alkitab masihlah sesuai dan tidak misterius (Los Angeles Times, 23 Juli, 1999).
Tentu saja, penyebab nyata yang besar dari peristiwa pembelotan keagamaan yang besar ini adalah bahwa dunia ini adalah dunia Setan dan ia telah benar-benar menyesatkan kumpulan besar manusia. Di dunia barat yang nyaman, hampir kebanyakan orang Amerika, Kanada dan negara lain gagal untuk menyadari bahwa kumpulan orang yang makmur tidak pernah mempercayai bentuk keKristenan yang sama dengan keKristenan Kristus dan para rasul. Mereka beranggapan bahwa yang disesatkan adalah dan selalu orang-orang Muslim, Hindu, Budha, Shinto, atheis dan agnostik.
Jika anda mempelajari dan mempercayai Alkitab, maka anda akan menemukan bahwa Setan digambarkan seperti pribadi "yang menyesatkan seluruh dunia" (Wahyu 12:9). Anda akan juga menemukan Setan yang diacukan sebagai "penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka." (Efesus 2:2 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Karena Setan "menyebarkan/menyiarkan" sikap hidup yang egois, dan memberontak di bumi. Ia adalah satu-satunya yang mempengaruhi orang-orang yang tersesat untuk memasukkan roh pemberontakan seksual, kejahatan yang besar dari hilangnya rasa hormat dan kecuekan akan hukum Allah, hal-hal yang disebut sebagai "kesenangan" diri. Anak-anak anda pun sering melihat atau mendengar hal-hal tidak layaj di televisi, di film, di radio atau bahkan sering kali mereka bermain banyak macam dari permainan komputer yang tidak mendidik yang menyajikan atau yang mempertontonkan tindakan yang tidak wajar atau keras. Tahukah anda siapa yang sesungguhnya tertawa dibalik semua "hal konyol ini"? ia adalah setan.
Karena keinginan manusia yang tidak wajar dalam hal seks dan kepuasaan maka dengan pandainya mereka memasukkan/menyuntikkan lelucon-lelucon sakit/tidak wajar ke dalam "komedi-komedi situasi" televisi. Setan dapat dengan mudah menyesatkan manusia kepada penyalahgunaan, pemerosotan, yang akhirnya benar-benar menghancurkan diri manusia sendiri jika Allah tidak mencampuri urusan manusia pada menit terakhir untuk menghentikannya (Matius 24:21-22). Setan adalah benar-benar "allah" dari dunia ini! Rasul Paulus diwahyukan untuk menulis, "Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah" (2 Korintus 3:4 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Hal penting yang harus disadari adalah bahwa Setan telah menyuntik dunia "kekristenan" dengan segala hal yang salah/yang sesat tentang: asal usul dan nasib manusia, bagaimanakah tampang Allah, apakah tujuan Allah yang agung, dan bagaimanakah kita dapat mencapai tujuan yang agung tersebut. Lebih jauh, setan telah dengan sangat membingungkan orang dalam hal nubuatan sehingga kebanyakan orang yang mengaku Kristen, bahkan kebanyakan minister dan pendeta Kristen telah mengesampingkan dan merendahkan nubuatan Alkitab. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah memberikan sekitar seperempat bagian dari seluruh Alkitab bagi " hal nubuatan" (2 Petrus 1:19, lihatlah versi Inggrisnya pada King James Version).
Sudahkah anda melihat kepada dunia kekristenan dan bertanya kepada diri anda sendiri, "apakah agama ini benar-benar berdasarkan Alkitab? Apakah agama ini adalah agama yang didirikan oleh Yesus Kristus dan diajarkan oleh para rasulNya?" Jika Yesus Kristus adalah Juru Selamat dunia, maka kehidupanNya haruslah menjadi teladan bagi para pengikutNya yang mana hal ini tidak terjadi secara praktek!
Malahan, umat manusia telah menciptakan agamanya sendiri yang sungguh berbeda dari apa yang diberitakan dan dipraktekkan oleh Yesus Kristus, dan mereka menyebut agama buatan mereka itu "kekristenan". Yang mana hal ini memberikan kesan bahwa seolah-olah agama buatan mereka itu berkaitan dengan Yesus Kristus! Seperti yang dituliskan ahli filsafat dan theolog Soren Kirkegaard:
Kekristenan Wasiat baru sesungguhnya tidak ada.....yang harus dicermati sesungguhnya adalah mengetahui adanya tindak kejahatan melawan keKristenan yang terjadi selama berabad-abad, yang dilakukan oleh jutaan orang (yang sedikit banyak bersalah), dimana mereka dengan sangat kejam, berkedok melakukan kegiatan menyempurnakan keKristenan, yang sedikit demi sedikit mulai mengeluarkan Allah dari kekristenan itu sendiri dan yang dengan sukses membuat kekristenan benar-benar berkebalikan dengan apa yang ada di dalam Wasiat Baru (serangan terhadap dunia kristen/Attack Upon Christendom, Kirkegaard, 1956, halamn 32-33).
Hal tersebut adalah kata-kata yang keras, tetapi yang patut kita pikirkan. Profesor Rufus M Jones setuju dengan hal ini dan mencatat bagaimana ajaran Kristus yang sebenarnya telah disingkirkan dari agama yang menggunakan namaNya:
Jika memang Kristus telah dipegang teguh oleh pengikutNya yang terkemudian sebagai model dan pola dari cara hidup yang baru, dan jika suatu usaha yang sungguh-sungguh memang telah dilakukan untuk mendirikan hidup dan ajaranNya sebagai standar dan norma dari jemaat, maka keKristenan akan menjadi suatu agama yang benar-benar berbeda. "Klenik" yang ada ada saat ini tentulah tidak menjadi seperti yang ada pada hari ini, keKristenan tidak akan melenceng dari jalanNya, ajaranNya, rohNya, kerajaanNya.......apa yang kita kenal dengan baik dan sebut sebagai "Kekristenan Galilea" sesungguhnya memiliki usia yang pendek, meskipun disana telah ada tindakan yang khusus untuk memunculkan dan membuatnya hidup kembali, dan di sana sini para nabi rohani telah memperingatkan bahwa segala agama yang lain dari agama Galilea adalah "klenik"; tetapi pada kenyataannya perkembangan sejarah telah mengambil arah yang berbeda dan telah menekankan hal yang sangat berbeda (Hutang Gereja kepada Ahli klenik/The Church's Debt to Heretics, Jones, 1924, halaman 15-16).
Kita tidak perlu terkejut jika umat manusia berusaha untuk mengubah dunia kekristenan sesuai dengan jalan mereka sendiri. Memang umat manusia selama ribuan tahun telah berusaha untuk menentukan dan menemukan jalan mereka sendiri. Kemanusiaan, kebendaan, sosialisme, komunisme atau kapitalisme, umat manusia telah menciptakan banyak filsafat hidup di dalam harapan yang sia -sia dengan memberikan arti bagi kehidupan tanpa adanya Allah dan menciptakan suatu kebahagiaan dan kemakmuran di dalam masyarakat melalui usaha manusia belaka.
Kebenarannya adalah jelas, "kekristenan modern" telah menjadi "sangat berbeda" dengan "kekristenan yang sebenarnya yaitu kekristenan milik Kristus" seperti apa yang dituliskan oleh professor Jones! Sehingga apakah yang dihasilkan oleh keadaan yang seperti ini? Tidak lain adalah peperangan yang secara terus-menerus dilakukan oleh bangsa yang satu melawan bangsa yang lain, mereka yang kaya akan makmur dan mereka yang miskin akan kelaparan, juga merambahnya penyebaran penyakit secara merajalela. Henry David Thoreau menuliskan, "umat manusia yang besar jumlahnya ini secara diam-diam telah memimpin kehidupannya kepada keadaan yang kacau dan memilukan. Dan ketahuilah bahwa beliau memang benar! Tetapi sayangnya, baik Thoreau maupun kebanyakan umat manusia yang ada di dunia tidak pernah membuka mata mereka kepada suatu pemecahan yang nyata, Kebenaran yang sesungguhnya akan dapat memimpin kehidupan mereka kepada kehidupan yang penuh arti dan kebahagiaan dan kedamaian.
Beberapa orang berpendapat, "Jadi kalau memang kita tidak membuka mata kita kepada kebenaran yang dapat membuat hidup kita penuh arti, kebahagiaan, dan kedamaian mengapa?" Hati-hati, janganlah kita meremehkan, kita tidak membicarakan hal yang kecil disini. Dengan jelas, kita sedang membicarakan jalan hidup abadi di suatu sisi, atau kematian abadi di sisi lain (Roma 6:23). Karena jika anda tidak memiliki keKristenan yang dimiliki oleh Kristus, maka hal ini berarti bahwa anda tidak memiliki kehidupan keKristenan sama sekali!
Yesus Kristus sendiri memperingatkan, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Adalah penting untuk menyadari bahwa Kristus mengatakan: "Aku tidak mengenal diriMu", kepada mereka yang gagal untuk melakukan kehendak Bapa. Dalam bahasa yang lebih sederahana hal ini memiliki arti bahwa para orang yang pergi ke gereja pada saat ini sebenarnya telah disesatkan, mereka sesungguhnya tidak pernah mengetahui Kristus yang mereka sembah dan layani. Mereka mengatakan dan berpendapat bahwa mereka melayani Kristus tetapi sesungguhnya mereka tidak pernah mengetahui dan memahami Kristus yang sesungguhnya. Orang-orang tersebut tidak pernah benar-benar berubah sehingga dengan kata lain dapat dikatakan bahwa mereka sesungguhnya bukanlah "umat Kristen" yang sebenarnya!
Sekali lagi, Yesus mengatakan, "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?" (Lukas 6:46 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Ketahuilah bahwa seorang "tuan/Tuhan" atau "majikan" adalah seseorang yang anda harus patuhi. Tetapi kenyataan yang kita temui sangatlah berbeda, kebanyakan minister/pelayan yang mengaku sebagai pelayan Kristus bersama-sama dengan pengikut mereka tidak mengikuti ajaran dan contoh yang telah diberikan oleh Yesus dan para rasul yang sangat jelas dan nyata. Hampir dari mereka bahkan tidak pernah menganggap bahwa mempelajari Alkitab secara lebih mendalam untuk menemukan apa yang menjadi ajaran dan contoh yang diberikan di dalam Alkitab tersebut sesungguhnya adalah PENTING!
Sehingga kunci penting yang harus kita ketahui adalah keinginan dan kemauan kita untuk kembali kepada iman Kristen yang benar, "iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus iman" (Yudas 1:3 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Apakah anda benar-benar ingin mencoba untuk mengikuti keKristenan Kristus? atau apakah anda berkeinginan untuk mendapatkan "suatu kesempatan berarti" di dalam hubungan anda dengan Allah dan di dalam pencarian anda akan hidup yang kekal?
Dengan jelas, "kawanan kecil" (Lukas 12:32), jemaat yang benar dari Allah selalu memahami kebutuhan untuk membentuk dirinya sendiri berdasarkan ajaran-ajaran dan contoh-contoh yang telah diberikan oleh Kristus dan para rasul. Meskipun hanya sedikit orang yang benar-benar berusaha untuk mengikuti pola ini, tetapi sebenarnya banyak kaum sekolahan dan kaum sejarawan telah memahami konsep dari "jemaat Allah Yerusalem". Hal ini adalah suatu konsep yang penting untuk dipahami jika kita benar-benar tertarik di dalam "masa ketika iman diberitakan."
Rasul Paulus telah diwahyukan untuk menulis kepada jemaat Tesalonika, "Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi." (1 Tesalonika 2:14 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Kitab Kisah Para Rasul membuat jelas bahwa "kantor pusat/markas besar/tempat pusat" jemaat Allah di bumi, selama beberapa abad, adalah jemaat Yerusalem. Disinilah Roh Kudus dicurahkan kepada umat Kristen yang benar (Kisah Para Rasul 2). Disinilah pula Petrus, Yakobus, dan Yohanes melaksanakan dan meneruskan kepelayanan mereka selama bertahun-tahun (berhubungan dengan Kisah Para Rasul 4:1; 8:1; 11:1-2). Kemudian, adalah kepada kepemimpinan di Yerusalem Paulus dan Barnabas datang untuk menyelesaikan masalah penting seperti sunat bagi para orang bukan Yahudi dan juga beberapa pertanyaan seputarnya (Kisah Para Rasul 15:4-6).
Seperti sejarawan terkenal Edward Gibbon yang menuliskan, "lima belas bishop/uskup/rasul/pemimpin Yerusalem yang pertama adalah semuanya merupakan orang Yahudi yang disunat; dan jemaat yang mereka pimpin semuanya menyatukan hukum Musa dengan ajaran Kristus. Adalah normal jika tradisi dan kebiasaan jemaat yang didirikan empat puluh hari setelah kematian Kristus, yang diatur selama bertahun-tahun dibawah pimpinan para rasul, harus diakui sebagai standar keortodoksan/utama. Sudah menjadi kebiasaan dan hal yang lumrah untuk dilakukan yaitu bahwa jemaat-jemaat yang letaknya jauh dari Yerusalem selalu memohon jemaat Yerusalem/Jemaat Pusat untuk memberikan keputusan dan peraturan bagi mereka" (Kejatuhan dan kehancuran dari kekaisaran Roma/The Decline and Fall of the Roman Empire, bab 15, bag. 1, hal. 389).
Seperti yang ditunjukkan diatas, satu-satunya konferensi kerasulan terbesar di dalam jemaat Wasiat Baru adalah konferensi yang diadakan di Yerusalem. Di Yerusalem inilah hidup rasul-rasul ketua dan di tempat ini pulalah jemaat yang benar berada (jadi bukan di Roma). Di Yerusalem ini jugalah Paulus dan Barnabas telah datang bahkan pada masa yang lebih awal, seperti yang dituliskan Paulus, "Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Titus pun kubawa juga.
Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi -- dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang --, supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha." (Galatia 2:1-2 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Setelah konferensi besar Yerusalem, Paulus dan Silas pergi keseluruh Asia Kecil untuk mengunjungi jemaat: "Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya" (Kisah Para Rasul 16:4 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Dengan jelas para rasul mula-mula dan jemaat Allah Yerusalem mendirikan suatu "pola" beribadah yang di wahyukan bagi keKristenan yang benar, yang diperuntukkan bukan hanya untuk jemaat Kristen yang benar saat itu tetapi untuk jemaat Kristen yang benar di setiap waktu! Berkebalikan dengan ide-ide Protestan yang bersifat klenik dan tidak murni yang berpendapat bahwa rasul Paulus telah digunakan oleh Allah untuk "memperbaharui" keKristenan, rasul Paulus yang asli dari Alkitab-seperti yang kita lihat-telah secara konstan menunjukkan rasa hormat yang tinggi kepada para rasul yang mula-mula. Paulus juga memandang tinggi kepemimpinan para rasul di Yerusalem dengan menyerahkan segala permasalahan yang ada ke Yerusalem untuk diputuskan pemecahannya! Adalah rasul Paulus yang menulis surat-surat bagi jemaat di Korintus, khususnya bagi jemaat bukan Yahudi di Korintus. "Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah" (1 Korintus 7:19 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Seorang sejarawan terkenal, Carl von Weiszacker menulis di tahun 1895:
Paulus jauh dari berbuat sekehendak keinginannya sendiri dalam memimpin dan mengajar Jemaat Kristen bukan Yahudi yang ia dirikan. Tidak semudah itu dirinya meninggalkan keKristenan Yahudi yang ia hormati. Ia bekerja bukan semata-mata untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Jemaat Allah.....seluruh Jemaat. Ia tidak pernah melupakan sesaat pun tentang tempat pertama kalinya Injil dilahirkan. Baginya umat Kristen di Yerusalem adalah selalu [orang-orang kudus]......Ia bagaimana pun juga tidak berbuat hal-hal/mengeluarkan peraturan-peraturan sekehendak hatinya yang semata-mata untuk kesatuan jemaat, melainkan pikirannya yang utama dan yang tetap adalah bahwa Jemaat mula-mula adalah lembaga/institusi paling tinggi dibawah naungan Injil........Di dalam para rasul mula-mula ia mendapati bahwa mereka adalah........rasul-rasul Tuhan. Dari merekalah pernyataan tentang kebangkitan berasal (1 Korintus 15:1 dan selanjutnya). Mereka adalah para rasul, yang mana Allah menempatkan kepala jemaatNya, orang-orang berkedudukan tinggi yang mula-mula yang bertanggung jawab untuk memimpin dengan menempati tempat kepemimpinan di dalam tubuh Kristus (1 Korintus 12:28) (Zaman Kerasulan dari Jemaat Kristen/The Apostolic Age of the Christian Church, halaman 12-13).
Kemudian di dalam pelayanannya, Paulus melakukan perjalanan kembali ke Yerusalem: "Ketika kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami dengan suka hati. Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ" (Kisah Para Rasul 21:17-18 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Perhatikanlah disini bahwa Paulus bertemu dan mewakili dirinya sendiri kepada Yakobus, saudara Tuhan, yang pada saat itu dengan jelas adalah merupakan rasul utama di Yerusalem-Petrus kemungkinan telah pergi mengunjungi "domba yang hilang" yaitu Israel di barat laut Eropa dan kepulauan Inggris.
Setelah memberitakan kabar gembira, Paulus membawa berita tentang pekerjaan Allah di antara orang-orang bukan Yahudi, kepemimpinan Yerusalem mengatakan kepada Paulus, "Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat" (ayat 20). Istilah "beribu-ribu/myriad" benar-benar memiliki arti "puluhan ribu". Jadi untuk tidak membingungkan atau mengecewakan banyak jemaat Kristen yang berkebangsaan Yahudi, Paulus disuruh oleh jemaat Yerusalem untuk melakukan di depan umum upacara korban persembahan untuk menunjukkan bahwa ia tidak mengajarkan ajaran yang lain yang menentang hukum-hukum Allah. Seperti pemimpin Yerusalem menjelaskan kepada Paulus, "Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat" (ayat 24, Alkitab Yerusalem/Jerusalem Bible).
Jika Paulus mengajarkan ajaran yang menentang hukum Allah, khususnya hukum rohani yang berisi kesepuluh perintah-maka ia pasti tidak akan melakukan upacara berdasarkan hukum Musa ini! Upacara yang khusus tersebut-kemungkinan adalah suatu persembahan syukur yang menyimpulkan ikrar Nazaret-dan bukan merupakan keharusan bagi jemaat Kristen Wasiat Baru. Tetapi hal tersebut juga bukan merupakan dosa! Rasa hormat Paulus yang tinggi akan hukum Allah, bagi jemaat pusat/jemaat ibu dan pola dari kepatuhan akan hukum Allah-semuanya ini memimbing Paulus dalam memutuskan keputusannya untuk maju terus dan ikut serta di dalam upacara ini. Dengan membimbing Paulus dalam hal ini-dan meletakkan semua contoh di dalam Alkitab-Allah menunjukkan kepada kita semua bahwa pendekatan Paulus adalah dengan mematuhi hukum Allah, dan bukannya seperti orang yang berusaha untuk meniadakan hukum Allah dengan membuat alasan-alasan untuk menghindarinya seperti yang diajarkan oleh kebanyakan kaum theologia Protestan!
Hampir kebanyakan orang Kristen memahami bahwa untuk diterima sebagai persembahan yang layak bagi dosa manusia, Yesus Kristus harus melakukan seluruh hukum dengan sempurna. Apakah yang Ia lakukan dan apakah yang Ia harapkan bagi pengikutNya? Inilah bagaimana Kristus sendiri menjelaskan misiNya:
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga" (Matius 5:17-20 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Banyak umat Kristen tidak memahami arti penting dari kata-kata tersebut. Kristus berkata bahwa tidak satu iota atau satu titik pun (tanda terkecil di dalam tulisan Ibrani) dari hukum Taurat akan lenyap sebelum langit dan bumi berlalu. Semenjak langit dan bumi belum berlalu, maka kita harus memahami hukum yang ada. Kristus mengutuk mereka yang dengan salah mengajarkan kepada manusia untuk meniadakan bahkan "yang paling kecil dari perintah-perintah ini". Di lain pihak, Ia menjelaskan bahwa mereka yang melakukan dan mengajarkan perintah-perintah akan disebut "besar" di dalam kerajaan sorga!
Apakah "penggenapan"Nya akan hukum Taurat akhirnya mengubah perintah-perintah ini? atau apakah perintah tersebut berubah setelah kebangkitan Kristus?Tidak! langit dan bumi tidak berlalu pada kebangkitanNya. Kita harus memahami apakah Ia maksudkan ketika Ia mengatakan bahwa Ia "menggenapi" hukum Taurat. Seorang kaum sekolah menjelaskan firmanNya seperti berikut:
Apakah [Yesus] memenuhi atau menggenapi [hukum Taurat]? Kata umum untuk plerosai memiliki arti "memenuhi/mengisi". Di dalam [Matius] 5:17 hampir semua terjemahan menterjemahkannya "menggenapi". Pendapat dunia theologia sering mengatakan bahwa [Yesus] menggenapi seluruh nubuatan dari [Wasiat Lama] yang diperuntukkan kepada orang Yahudi, sehingga tidak ada satu hukum pun yang tersisa pada saat ini; dan Ia melakukan [hukum] dengan sempurna sehingga tidak seorang pun yang butuh untuk mematuhinya pada saat ini. Tetapi kesimpulan-kesimpulan ini tidaklah masuk diakal dan pada kenyataannya bertentangan dengan [Yesus] dengan pernyataan yang baru saja kita bahas bahwa Ia tidak datang untuk meniadakan/menghilangkan (atau menghancurkan) hukum Taurat. Yang lebih pokok tentang terjemahan, bagaimanapun juga, adalah pertanyaan tentang apakah plerosai di dalam ayat ini harus diterjemahkan "menggenapi". Pandangan penterjemah [ini] adalah bahwa [Yesus] datang untuk menggenapi [hukum Taurat], hal yang juga ternyatakan dalam segala kepenuhannya di dalam tulisan para nabi, sehingga setiap orang dapat mengetahui apa yang akan menjadi bagian orang yang patuh terhadap hukum Taurat. Karena alasan ini pulalah, Jemaat Wasiat Baru yang berkebangsaan Yahudi/Jewish New Testament berkata bahwa [Yesus] datang "tidak untuk meniadakan tetapi untuk menggenapi". Pada kenyataannya, inilah pulalah sesunguhnya topik yang dibicarakan pada khotbah di bukit; dan [Matius] 5:17, dalam pemahaman ini bahwa Yesus tidak datang untuk meniadakan tetapi untuk menggenapi hukum Taurat adalah tema pokok/utama yang dibicarakan. (Yahudi Wasiat Baru/Jewish New Testament, Stern, 1995, halaman xxii-xxiii).
Dengan kata lain, Yesus datang, seperti yang dinubuatkan oleh Yesaya (Yesaya 42:21), untuk "memperkuat makna" hukum Allah dan untuk menunjukkan maksud dan tujuan utuhnya. Apa yang Yesus Kristus tiadakan adalah penyia-nyiaan hukum dan tradisi buatan manusia yang memutar balikkan hukum Taurat. Kematian pengorbananNya, yang adalah merupakan bayangan dari korban persembahan di bait Allah, membuat pengorbanan dan penyucian binatang tersebut tidak berlaku lagi bagi umat Kristen. Tetapi kehidupanNya menunjukkan bahwa hukum rohaniah-kesepuluh perintah-tetap dan akan tetap sesuai bagi mereka yang mencari diriNya. Seseorang tidak dapat benar-benar memahami ajaranNya tanpa memahami Alkitab Wasiat Lama beserta hukum-hukum yang ada di dalamnya seperti yang dituliskan oleh Frederick Holmgren:
Wasiat Lama membawa hadiah bagi tradisi keKristenan. Salah satu dari pemberian tersebut adalah Torah (hukum Taurat)....Yesus merangkul/memegang Taurat Musa, Ia datang tidak untuk mengakhirinya tetapi untuk menggenapinya (Matius 5:17)-untuk meneruskan ajaran hukum Taurat. Lebih jauh lagi, bagi mereka yang datang kepadaNya untuk mencari hidup yang kekal, Ia membuat hukum Taurat sebagai ajaran penting untuk dilakukan (Lukas 10:25-28). Disamping segala konflik yang Ia hadapi dengan beberapa penafsir di zamanNya, baik kaum Yahudi dan kaum sekolah Kristen memandang Yesus sebagai seseorang yang menghormati dan melakukan hukum Taurat. Ketika Yesus mengumumkan akan datangnya pemerintahan Allah, Ia tidak berbicara tentang sifat/karakter/peraturan dalam pemerintahan ini. Ia tidak perlu untuk memberitahukannya sekali lagi karena semuanya telah dituliskan/dinyatakan dengan jelas di dalam Wasiat Lama. Wasiat Lama bukanlah kitab yang diantikkan/dikunokan; melainkan segala ajaran di dalam Wasiat Lama yang dapat memberikan hidup tersebut amatlah dibutuhkan oleh jemaat (Ferederick C. Holmgren, "Menyebarkan Injil tanpa Anti-Keyahudian/Preaching the Gospel Without Anti-Judaism," "Menyingkirkan Anti-Keyahudian dari mimbar/Removing Anti-Judaism from the Pulpit, edisi Howard Clark Kee dan Irvin J. Borowski, 1996, halaman 72-73).
Jelas, Yesus Kristus mengajar dari Wasiat Lama dan Ia hidup olehnya sama seperti para pengikutNya.
Kita telah melihat bahwa Yesus Kristus dengan jelas telah menjunjung tinggi/menegakkan hukum Allah. Walaupun begitu beberapa gereja dengan salahnya menyangka dan menuduh para rasul-khususnya Paulus-bahwa umat Kristen tidak perlu lagi untuk mengikuti teladan Yesus Kristus. Bahkan kita dapat melihat bahwa di zaman para rasul pun kita dapat beberapa orang yang berusaha memutarbalikkan kata- kata Paulus bagi kepentingan mereka (berhubungan dengan 2 Petrus 3:16). Walaupun begitu ketika menulis kepada Timotius yang adalah seorang pengabar Injil yang masih muda, Paulus dengan jelas mengatakan kepadanya "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran". (2 Timotius 3:15-16 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Ketika Timotius masih kecil, "Kitab Suci" yang ia ketahui adalah Alkitab Wasiat Lama. Pada saat itu hampir sebagian besar kitab-kitab Wasiat Baru belumlah ada! Paulus mengatakan bahwa kitab Wasiat Lama "dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus". Paulus tidak melihat adanya konflik antara Alkitab Wasiat Lama dengan iman dan pelaksanaan Kristen, dan menegaskan bahwa seluruh Alkitab (termasuk Wasiat Lama) adalah baik untuk ajaran dan bagi pernyataan instruksi untuk hidup di dalam kebenaran. Hal ini jelas bukanlah kata-kata/ajaran yang diucapkan oleh orang yang berpendapat bahwa Wasiat Lama telah berakhir!
Rasul Paulus menginstruksikan orang Kristen untuk "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus." (1 Korintus 11:1 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Rasul Yohanes menelaah bahwa "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Keduanya, sama seperti rasul yang lain, mengetahui bahwa Yesus Kristus datang untuk menunjukkan teladan yang sempurna dan bahwa orang Kristen harus mengikuti teladanNya, yang mana hal ini dikuatkan oleh Roh Kudus. Hal ini adalah pemahaman umum pada masa rasul Paulus, sama seperti ketika keKristenan menyebar ke seluruh kekaisaran Roma.
"Setiap tempat, khususnya di bagian timur kekaisaran Roma, terdapat kelompok orang Kristen Yahudi yang cara hidupnya tidak begitu kentara/kelihatan berbeda dengan orang Yahudi kebanyakan. Mereka percaya bahwa Injil tetap dilanjutkan [agama Musa]; bagi mereka orang-orang Wasiat Baru, yang Yesus telah dirikan pada saat perjamuan terakhir dengan murid-muridNya.......tidak bermaksud bahwa perjanjian yang dibuat antara Allah dan Israel sudah tidak berlaku lagi. Mereka tetap merayakan masa raya Paskah, Pentakosta dan Tabernakel; mereka juga melanjutkan sunat, merayakan Sabat mingguan dan peraturan Musa berhubungan dengan makanan. Berdasarkan beberapa kaum sekolahan, mereka pastilah merupakan orang-orang yang berpendirian kuat sehingga pada kejatuhan Yerusalem di tahun 70 Masehi, mereka adalah elemen dominan di dalam gerakan Kristen (Kekristenan-Yahudi/Judeo-christianisme, "Paulus dan Kekristenan Yahudi/Paul and Jewish Christianity," Davies, 1972, halaman 72, dikutip Bacchiocchi, Dari Sabat ke Minggu/From Sabbath to Sunday, halaman 151).
Selama 40 tahun pertama masa Kekristenan, dengan dibimbing oleh Roh Kudus "elemen dominan" di dalam jemaat Allah tetap mengikuti teladan Kristus dari merayakan Sabat tahunan dan mingguan yang diperintahkan oleh Allah. Mereka tetap mengikuti contoh yang didirikan oleh Jemaat Allah Yerusalem!
Siapakah yang berani untuk mengubah segala sesuatunya?
Seperti yang kita lihat, bukan rasul Paulus yang berani untuk mengubahnya, juga tentu saja tidak satu pun dri kedua belas rasul. Agaknya, sejalan dengan masuknya ke dalam sejarah periode waktu-yang dengan tepat di sebut "Masa kekelaman/Dark Ages" maka mulailah terjadi pengubahan yang sangat kelihatan yang dilakukan oleh para pemimpin agama yang sesat dan salah arah. Mereka mengubah agama kekristenan secara terang-terangan, yaitu segala hal yang membuat agama Kristen pada asalnya berbeda dengan agama berhala cult/pemujaan kekaisaran Roma.
Beberapa orang dengan salah mengajarkan bahwa setelah Yerusalem jatuh dan Bait Allah dihancurkan di tahun 70 Masehi, maka umat Kristen tidak lagi merayakan hukum seperti yang dirayakan oleh Yesus Kristus dan para rasul. Mengenai hal ini, kita perlu untuk memperhatikan apa yang ditulis oleh rasul Yohanes, sebagai rasul terakhir yang masih hidup, di dalam kitab Wahyu setelah bait Allah dihancurkan. Di dalam kitab ini kita akan mengetahui bahwa ternyata Yohanes mempertahankan hukum Allah! "Berbahagialah mereka yang melakukan perintahNya, mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu" (Wahyu 22:14 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Ingatlah bahwa Yohanes mendengar kata-kata ini dari Allah, dan ia mengetahui pentingnya mematuhi Allah: "Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruni akan kuasa atas bangsa-bangsa;" (Wahyu 2:26 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Dengan jelas, umat Kristen pada saat itu menjalankan hukum Allah dan hidup sesuai dengan teladan Yesus Kristus. Hal ini mereka lakukan lama setelah Bait Allah dihancurkan! Kaum sekolah setuju untuk berpendapat bahwa, "Walaupun di dalam roh yang baru, umat Kristen yang mula-mula melanjutkan untuk memperingati masa raya Yahudi [masa raya yang diajarkan oleh Alkitab], sebagai pengingat dari kejadian-kejadian yang digambarkan/dibayangkan oleh segala masa raya tersebut" (Ensiklopedia Britannica, Encyclopedia Britannica, edisi 11, volume 8, halaman 828).
Kebanyakan umat Kristen pada saat ini tidak memiliki pengetahuan sama sekali tentang bagaimanakah sesungguhnya Kekristenan pada abad pertama tersebut! Walaupun begitu selama beberapa dekade, lama setelah peristiwa penyaliban dan penerimaan Roh Kudus terjadi, umat Kristen yang benar secara sungguh-sungguh percaya dan melakukan jalan hidup dan penyembahan kepada Allah yang benar-benar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh umat Kristen pada saat ini!
Seberapa jauh perbedaannya?
Seperti yang kita ketahui dari profesor Davies, umat Kristen yang mula-mula "mereka mengetahui kebenaran bahwa Injil tetap berlanjut [agama Musa]; bagi mereka yang adalah Perjanjian Baru, yang telah Yesus dirikan disaat Perjamuan Terakhir dengan murid-muridNya....hal ini jelas tidak berarti bahwa perjanjian yang dibuat antara Allah dan Israel tidak lagi berlaku lagi. Mereka masihlah merayakan masa raya Paskah, Pentakosta dan Tabernakel; mereka juga tetap disunat, merayakan Sabat mingguan dan peraturan Musa mengenai makanan."
Secara perlahan, diam-diam tetapi pasti, Setan iblis telah menyesatkan hampir kebanyakan minister pada saat ini untuk mempercayai bahwa kekristenan adalah "sebuah agama baru"-yang terlepas/terputus dari Wasiat Lama dan ajaran yang telah Allah berikan melalui Musa. Dan meskipun terdapat beberapa orang yang tidak benar-benar sadar akan hal ini tetapi prasangka anti Yahudi merangkak memasuki kekristenan mula-mula dan berlanjut sampai pada hari ini!
Tetapi fakta-fakta Alkitab dan sejarah menunjukkan bahwa kekristenan adalah suatu kesinambungan-suatu pembesaran dan pengagungan dari ajaran-ajaran yang Allah berikan melalui Musa dan bukan merupakan sesuatu yang baru! Seperti rasul Paulus diwahyukan di dalam Wasiat Baru untuk menjelaskan kepada umat Kristen bukan Yahudi di Efesus, "Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru." (Efesus 2:19-20 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Jadi landasan dasar dari "pondasi" kekristenan adalah tulisan-tulisan dan ajaran-ajaran nabi-nabi Wasiat Lama, tulisan-tulisan yang diacukan oleh Kristus dan para rasul sebagai "Kitab Suci" berkali-kali!
Yesus Kristus adalah seorang Yahudi yang disunat (Lukas 2:21-22; Ibrani 7:14). Adalah "kebiasaan" Yesus untuk merayakan hari ketujuh Sabat, bersama-sama dengan orang Yahudi yang lain (Lukas 4:16). Jadi bukannya membatalkan Sabat Allah, malah Yesus mengatakan bahwa Sabat dibuat untuk umat manusia dan bukan hanya bagi orang Yahudi. Yesus adalah "Tuhan" dari hari Sabat. Jadi sabat sesunguhnya adalah "Hari Tuhan" yang sesungguhnya, selama pengertian hari istirahat dan penyembahan dipatuhi!
Lama setelah peristiwa penyaliban, adalah kebiasaan rasul "Paulus" juga untuk merayakan hari ketujuh yaitu Sabat (Kisah Para Rasul 18:2). Kita juga menemukan bahwa Paulus juga merayakan masa raya Alkitab tahunan seperti Pentakosta (1 Korintus 16:8), Paskah dan Roti Tak Beragi (1 Korintus 5:7-8) dan masa raya yang lain.
Jemaat Allah yang benar dinamai "jemaat Allah", nama mereka ini tertulis sebanyak dua belas kali di dalam Alkitab Wasiat Baru, yang dimulai di hari Pentakosta yang adalah salah satu dari tujuh masa raya tahunan yang diberikan oleh Allah kepada Israel. Pada saat kedatanganNya yang kedua, Kristus sendiri akan kembali pada "sangakakala yang ke tujuh" (Wahyu 11:15) yang digambarkan dengan masa raya Sangkakala, salah satu dari hari besar Alkitab. Dan Yesus Kristus yang hidup, yang mewahyukan seluruh Alkitab, juga mewahyukan pelayanNya, Zakharia, untuk menjelaskan bahwa setelah kedatangan Kristus kedua kali seluruh dunia akan merayakan masa raya Pondok Daun! (bacalah dengan hati-hati seluruh 14 bab dari kitab Zakharia). Juga, selama pemerintahan seribu tahun Krisus yang akan datang, Yesaya menceritakan kepada kita, "Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN." (Yesaya 66:23 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Jadi Kekristenan yang benar yang merayakan Sabat Alkitab dan masa-masa raya Alkitab. Mereka pada kenyataannya adalah "perintis". Mereka mengikuti "pola" kekristenan kerasulan dan "merintis" jalan hidup yang tidak lama lagi, yaitu di dunia akan datang seluruh bangsa akan mempelajarinya!
Sebagai contoh, hari ketujuh Sabat menggambarkan pemerintahan Kristus pada saat seribu tahun ketujuh dari sejarah manusia. Masa ini adalah masa "istirahat" yang Allah perintahkan dari permulaan (Ibrani 4:4). Oleh karena itulah Paulus diwahyukan untuk menulis, "Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah" (ayat 9). Adalah penting untuk menyadari bahwa kata Yunani yang diterjemahkan "perhentian" disini adalah sabbatismos-"merayakan Sabat", dimana katapauisn adalah kata Yunani yang biasa digunakan untuk beristirahat dan kata ini digunakan di sisa di Ibrani setelah bab 4:4.
Jika anda ingin untuk membuktikan secara dokumen bahwa kekristenan pada saat ini harus merayakan Sabat Alkitab, maka pesanlah buklet kita yang penting, Hari apakah hari Sabat umat Kristen?/Which Day is the Christian Sabbath" dan buklet itu akan di kirimkan kepada anda tanpa pungutan biaya. Tulislah atau teleponlah kita di alamat kita yang terdekat dengan tempat tinggal anda seperti yang tertulis di dalam daftar di bagian akhir buklet ini.
Sabat Allah dan hari besar tahunanNya menggambarkan rencana agungNya. Tetapi kekristenan kerasulan yang sesungguhnya, melibatkan lebih jauh dari hanya sekedar merayakan hari sabat-sabat Alkitab. Seperti yang telah kita lihat, hal itu melibatkan seluruh jalan hidup yang berdasarkan contoh/teladan Yesus dan ajaranNya, "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." (Lukas 4:4 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Di dalam khotbah di bukit, Yesus dengan jelas tidak "meniadakan" hukum rohaniah Allah (Matius 5:17). Melainkan, Ia "mengagungkan" kesepuluh perintah. Ia menjelaskan bahwa kita tidak hanya dilarang untuk melakukan pembunuhan tetapi bahkan kita juga tidak boleh melihat manusia lain dengan jijik/pandangan yang mengkafirkan atau jahat (ayat 20-23). Yesus menjelaskan bahwa memandang manusia lain dengan hina dan jijik adalah "pembunuhan secara rohani". Kita tidak dapat "membenci" bahkan musuh kita sekalipun. Sama seperti Yesus mengatakannya dengan jelas, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (ayat 44 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Kita juga tidak boleh melakukan percabulan, seperti yang dikatakan oleh Yesus dengan jelas, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (ayat 27-28 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Umat Kristen yang mula-mula diajarkan agar mereka memberi dengan cara yang tersembunyi dan tidak dengan cara yang menunjuk-nunjuk/mempertontonkan, atau mengagungkan nama mereka sendiri untuk mengagungkan perihal pemberian yang mereka lakukan (Matius 6:1-4). Kekristenan yang benar berdoa dengan teratur dan di tempat yang tertutup-mereka tidak menunjukkan doa secara terbuka dengan kemampuan berbicara dihadapan manusia atau menggunakan kata-kata atau frasa-frasa tertentu dengan secara diulang-ulang atau yang diulang-ulang yang sesungguhnya hal ini adalah kesia-siaan (ayat 5-13). Dan umat Kristen yang benar akan berpuasa dengan teratur (ayat 16-18), mengikuti teladan Alkitab dengan berpuasa tanpa makan dan minum untuk merendahkan diri dan lebih dekat dengan Allah seperti yang dilakukan Yesus (Matius 4), Musa (Ulangan 9:9, 18), dan rasul Paulus sendiri (Kisah Para Rasul 9:9).
Di dalam zaman materialistis seperti sekarang ini, kami butuh untuk memahami bahwa umat Kristen yang asli tidak mengijinkan diri mereka untuk dikalahkan oleh keinginan akan uang, kebendaan seperti mereka yang terjadi pada mereka yang mengaku diri sebagai umat Kristen pada saat ini (Matius 6:19-20). Karena Yesus kemudian memperingatkan pengikutNya, "Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah" (Matius 13:22 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). PengikutNya haruslah menjadi manusia seperti yang dijelaskan di dalam Kitab para rasul, "Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama" (Kisah Para Rasul 4:32 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Kekristenan abad pertama benar-benar hidup berdasarkan ajaran-ajaran dari "hukum Taurat dan para nabi" kecuali hukum tentang pembasuhan dan penyembahan binatang yang menggambarkan pengorbanan Kristus dan yang menggambarkan pembersihan yang dilakukan oleh Allah melalui Roh Kudus. Pengorbanan dan pembasuhan ini menjadi usang (Ibrani 9:9-12). Tetapi hukum rohaniah Allah tidak pernah ditiadakan. Melainkan, murid Yesus tersayang, yaitu Yohanes diwahyukan untuk menuliskan, "Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus" (Wahyu 14:12 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Jika anda dapat bagaimanapun juga "melihat kedalam" dunia kekristenan yang benar di abad pertama dan bahkan setelahnya, sesungguhnya apakah yang akan anda temukan disana? Jawabannya adalah bahwa anda akan melihat suatu kelompok orang percaya yang sungguh-sungguh percaya di dalam Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan. Anda akan menemukan suatu komunitas orang percaya yang memberikan tempat kepada Allah Israel sebagai Allah yang nyata, Allah dari segala yang ada. Karena orang-orang ini tidak hanya berbicara tentang pribadi Yesus Kristus tetapi mereka juga melakukan apa yang Ia perintahkan.
Dengan Kristus yang hidup di dalam mereka melalui Roh Kudus yang dijanjikan, mereka melakukan kesepuluh perintah sebagai jalan hidup. Sejalan dengan mereka bertumbuh "...dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya." (2 Petrus 3:18 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI), di dalam komunitas mereka benar-benar tidak ditemui kejahatan, pembunuhan, pemerkosaan, perampokan atau penyerangan. Benar-benar tidak ditemui perbuatan zinah dan percabulan. Dan kecuali di suatu peristiwa perbuatan seks yang tidak senonoh yang sangat jarang terjadi dari perbuatan seks yang menyimpang, disana tidak terdapat perceraian dan pernikahan kembali (Matius 5:32). Dengan jelas, umat Kristen yang seperti ini di dalam masyarakat mereka tidak akan ditemui pornografi dan sesuatu perbuatan seks yang kotor dan kejahatan di dalam berbagai bentuk "hiburan" mereka-baik itu buku, permainan atau (seperti di antara umat Kristen pada saat ini) di dalam hiburan mereka seperti televisi, film, permainan komputer atau internet. Melainkan, di dalam masyarakat mereka kita akan menemui keluarga-keluarga yang dengan rasa hormat yang tinggi membaktikan diri mereka kepada "Tuhan" mereka, dan tidak hanya menggunakan namaNya saja sedangkan mereka sendiri melakukan hal yang bertentangan dengan cara hidup mereka bahkan dalam segala hal yang Ia ajarkan (Lukas 6:46). Umat Kristen di saat itu beristirahat dan menyembah Allah di hari Sabat, hari ketujuh, seperti yang Allah perintahkan-dengan terus menerus mereka diingatkan oleh hari Sabat Alkitab yang adalah hari penyembahan ini kepada Allah ini bahwa Allah yang benar adalah Pencipta dari segala sesuatu (Keluaran 20:8-11).
Kekristenan kerasulan yang benar, contohnya, tidak akan pernah bertempur atau membantai sesama umat Kristen-seperti yang telah terjadi lagi-lagi di beberapa abad dulu di Perancis, Belgia, Jerman dan Itali. Di abad pertama dari dunia kekristenan, umat jemaat Allah tidak pernah berdoa kepada orang yang sudah mati atau mereka tidak mengetahui dan tidak mengakui apa yang kita panggil "santo" atau kepada idola-idola. Mereka tidak pernah menyembah Perawan Maria, tentu saja, mereka memahami bahwa sebagai seorang istri yang normal, Maria memiliki setidaknya enam anak yang lain dengan suaminya setelah kelahiran Yesus yang ajaib (Matius 13:55-56).
Di dalam kekristenan abad awal, minister dan penatua yang mengabdi di dalam jemaat Allah adalah para suami dan para bapa (1 Timotius 3:1-5; Titus 1:5-9). Mereka diajarkan bahwa di "hari-hari kemudian" beberapa diantara mereka akan disesatkan dengan "doktrin iblis" kepada pikiran yang tidak baik bagi manusia, seperti doktrin yang melarang minister dan pendeta untuk menikah (1 Timotius 4:1-3). Mereka bertemu dengan teratur di hari-hari yang Allah kuduskan, yaitu SabatNya. Minister Allah diperintahkan: "Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng" (2 Timotius 4:2-4 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Tentu saja, seperti yang kita lihat, umat manusia telah berbalik kepada "cerita fabel". Hari ini, di dalam katedral-katedral yang gelap, lembab, dan seram, pendeta-pendeta dan minister dengan gaun "Ibu Hubbard/Mother Hubbard" melakukan ritual yang tidak dipahami, doa yang berkomat-kamit dan bacaan yang sambung menyambung dengan sangat jarang menguraikan Alkitab. Pengertian mereka tentang jalan hidup Kristus dan para rasul sangatlah minim/kurang, juga pemahaman dan pengetahuan tentang nubuatan, padahal seperti yang kita ketahui bahwa nubuatan mengisi seperempat bagian dari Alkitab. Mereka pun juga kurang memahami tujuan Allah yang sedang Allah kerjakan di bumi ini.
Seperti yang dijelaskan di dalam Wasiat Baru, kekristenan abad awal akan "makan Kristus/hidup oleh Dia" (Yohanes 6:57 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI) yaitu dengan mempelajari Alkitab secara konstan. Ingatlah gambaran Allah tentang orang Yahudi di Berea? "Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian" (Kisah Para Rasul 17:11 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Kekristenan abad awal, kemudian, akan mencoba dengan sungguh-sungguh, dengan penolong yang dijanjikan Allah, untuk hidup oleh setiap firman Allah. Mereka akan mengikuti teladan Kristus akan kepatuhan terhadap hukum Allah-bukan dengan jalan-jalan, ritual-ritual atau masa-masa raya keagamaan yang dipelajari dari bangsa-bangsa berhala yang ada disekitar mereka.
Sekali lagi, mereka tidak akan hanya percaya di dalam pribadi Yesus Kristus, tetapi mereka akan percaya dan mempraktekkan apa yang Ia ajarkan: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia" (Yohanes 14:23 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Dan mereka akan percaya dengan apa yang rasul Yohanes tulis di akhir zaman kerasulan: "Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa" (1 Yohanes 2:24 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Hampir seluruh kekristenan abad awal akan dengan memahami sangat dalam tentang ajaran mendasar rasul Paulus, "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2:20 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Alkitab membuat jelas bahwa :"Yesus Kristus adalah sama dulu, sekarang dan selamanya" (Ibrani 13:8 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Jadi kekristenan yang benar-melalui Kristus yang hidup di dalam mereka-akan mematuhi kesepuluh perintah sama seperti Yesus, merayakan hari Sabat ketujuh dan masa raya Alkitab seperi yang Yesus lakukan juga. Mereka mengikuti seluruh jalan hidup yang dimodelkan oleh Yesus Kristus dan jemaat kekristenan yang asli. Seperti mereka yang menyembah bersama-sama, bernyanyi bersama dan melayani satu dengan yang lain, mereka dipenuhi dengan kasih dengan penyembahan dan pengagungan terhadap Allah yang hebat, dan dengan kebaikan dan perhatian yang lancar terhadap satu dengan yang lain.
Karena Kristus akan menghidupkan di dalam mereka kasihNya, pelayananNya dan hidupNya yang patuh. Dan mereka akan diisi dengan dan dipimpin ole Roh Kudus (Roma 8:14). Kasih allah tersebut mengalir dialas sungai kesepuluh perintah. Seperti rasul yang Kristus cintai: "Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat" (1 Yohanes 5:3 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Beberapa orang mengajarkan bahwa sekte mereka diberikan wewenang untuk mengubah ajaran-ajaran Kristus, dan karenanya maka anggota mereka tidak perlu lagi mematuhi perintah-perintah Kristus atau mengikuti teladanNya. Sekte kekristenan terbesar memanggil diri mereka universal dan Kerasulan, dan menyatakan kepemimpinan mereka berasal dari rasul Petrus dan karenanya mereka memiliki wewenang untuk mengubah doktrin Alkitab, meskipun Petrus sendiri tidak pernah mengatakannya.
Anggota yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran dari jemaat tersebut sesungguhnya akan dikejutkan ketika mereka mempelajari bahwa ternyata banyak dari mereka yang pada saat ini menyebut diri mereka umat Kristen dapat melacak bahwa iman mereka tidak berasal dari rasul Petrus tetapi Simon penyihir yang disebutkan di dalam Kisah Para Rasul 8! Simon penyihir inilah yang sesungguhnya berada di pusat pembelotan yang memutar balikkan banyak jemaat kerasulan dari ajaran-ajaran kristus.
Alkitab menceritakan bahwa semua penduduk Samaria memberikan perhatian kepada Simon Penyihir sebagai seseorang yang agung, dan menyebutnya "yang menerima kuasa dari Allah" (Kisah Para Rasul 8:9-10). Frasa tersebut mewakili suatu kenyataan yang menceritakan kepada kita tentang pernyataan Simon "sebagai seseorang yang memiliki kuasa untuk membawa pernyataan/wahyu ilahi" (Lingkungan sekitar Wasiat Baru/The New Testament Environment, Lohse, halaman 269). Simon menerima baptisan dan menjadi seorang umat Kristen, tetapi rasul Petrus mengetahui dan menemukan Simon sebagi seorang yang "diracuni oleh kepahitan dan terlibat kecemaran" (Kisah Para Rasul 8:23), agama Samaria Simon sangatlah dipengaruhi oleh filsafat Yunani, dan penulis kekristenan yang mula-mula sangat mencerca dirinya. Buku cetak Eerdmen tentang sejarah kekristenan (Eerdman's Handbook to the History of Christianity) mencatat, "penulis kristen pada zaman awal mendefinisikan Simon sebagai sang penemu segala ilmu klenik". Ahli sejarah terkenal Edward Gibbon mengatakan bahwa orang-orang gnostics "mencampur dengan iman Kristus banyak hal-hal luhur tetapi sesungguhnya secara samar adalah merupakan ajaran yang mereka ambil dari filsafat oriental/timur". (Kemenangan Dunia Kekristenan di dalam Kekaisaran Roma/The Triumph of Christendom in the Roman Empire, halaman 15).
Simon Penyihir dan yang lain berusaha untuk menciptakan suatu agama yang merupakan kombinasi atau gabungan dari beberapa ajaran, menggabungkan dan mencampurkan penyembahan yang terkenal dengan ajaran/paham filsafat mereka, dan menambahkan suatu selubung firman/kata-kata Kristus untuk menciptakan suatu agama yang dapat memenangkan/diterima orang banyak. Seperti yang dituliskan oleh sejarawan Will Durant: "Dunia kekristenan tidak menghancurkan berhala; melainkan mengadopsinya. Ide-ide Yunani, juga tentang kematian akhirnya tiba dan mengubah kehidupan beragama dan liturgi di dalam Jemaat; bahasa Yunani, yang telah memerintah selama berabad-abad atas filsafat, menjadi kendaraan dari kesusastraan dan ritual kristen; misteri-misteri Yunani diturunkan kedalam misteri yang menakjubkan dari umat yang besar tersebut. Kebudayaan berhala lainnya menghasilkan suatu agama yang merupakan gabungan dari banyak ajaran. Dari Mesir datang pemikiran-pemikiran tentang ketrinitasan ilahi....dan terdapat bagi setiap orang suatu upah abadi dan hukuman abadi; dari Mesir juga berasal penyembahan Ibu dan Anak, dan theosofi mistik yang membuat Neoplatonism (ajaran yang menggabungkan ajaran filasafat Plato dengan hal mistik, agama Yahudi dan kekristenan) dan paham Gnostic, dan mengaburkan keyakinan tentang Kristus; dari disana juga pola kehidupan kefrateran dan kesusteran berasal. Dari Prigia datang penyembahan terhadap Ibu Agung; dari Siria berasal drama kebangkitan dari Adonis; dari Thrace, agaknya, cara pemujaan Dionysus, allah yang meninggal dan yang menyelamatkan.......ritual Mithraic juga sangat mempengaruhi dan menjadi asal dari pengorbanan ekaristi dari Umat Yang Besar tersebut sehingga para bapa Kristen memberikan kesempatan bagi iblis dengan menemukan hal-hal yang serupa ini untuk menyesatkan orang-orang yang beriman/berpengetahuan lemah. Kekristenan adalah merupakan ciptaan terbesar dari dunia berhala kuno....(Ekaristia) adalah sebuah konsep yang sudah lama disucikan oleh waktu; pikiran berhala tidak membutuhkan sekolah untuk menerimanya; dengan mewujudkan "misteri dari misa," Kekristenan menjadi agama misteri yang terakhir dan terbesar" (Kisah Dari Peradaban Manusia/The Story of Civilization, volume 5, Durant, halaman 595, 599).
Di dalam abad keempat setelah Kristus, kaisar Roma Konstantin mengadopsi kekristenan sebagai agamanya. Lebih tepatnya, seseorang pernah/dapat mengatakan bahwa ia "mengadaptasinya", semenjak kekristenan kerasulan yang sebenarnya benar-benar diubah di bawah pengaruh kekaisaran.
Dibawah pengawasan Konstantin, konsili Nicea diadakan ditahun 325 SM. Walaupun ia belum dibaptis, Konstantin sudah memimpin sesi pembukaan konsili dan mengambil bagian dalam diskusi, mempercayai bahwa hal itu adalah tugasnya sebagai kaisar untuk melihat penyusunan doktrin bagi jemaat. Tetapi hal yang harus kita pikirkan adalah apakah Konstantin (yang adalah bekas seorang penyembah berhala) sudah menjadi seorang Kristen sehingga ia bisa memimpin pembukaan konsili, atau apakah ia menggunakan konsili Nicea untuk menyuntikkan ajaran berhalanya ke dalam dunia kekristenan yang sedang disusun menjadi agama kekaisaran? Sejarawan yang cukup terkenal dan dihormati, Paul Johnson telah meneliti pandangan-pandangan keagamaan Konstantin:
Terdapat beberapa keraguan tentang besarnya perubahan Konstantin tentang ide-ide berhala yang pernah dipeluknya.........Ia sendiri diketahui sebagai seorang penyembah matahari, yang mana penyembahan terhadap matahari adalah merupakan salah satu bentuk penyembahan berhala terakhir yang memiliki perayaan yang sama dengan umat Kristen. Oleh karenanya pengikut Isis memuja seorang madonna yang menyusui anak sucinya; penyembahan Attis dan Cybele merayakan hari darah dan puasa, yang diikuti dengan masa raya kebangkitan Hilaria, suatu hari kesenangan, pada 25 Maret, kaum Mithraic (agama Persia kuno) elit, kebanyakan dari mereka adalah anggota pasukan bersenjata senior, yang memakan makanan suci. Konstantin dapat dipastikan sebagai seorang Mithraic, yang mana kubah arak-arakan kemenangannya dibangun setelah "pertobatannya", yang mana hal ini adalah penguatan tentang pertobatan dan kesungguhannya kepada Dewa matahari atau "matahari yang tak terkalahkan".
Banyak umat Kristen yang tidak dapat membuat suatu pembedaan yang jelas antara penyembahan matahari dengan penyembahan Kristen. Mereka mengarah kepada Kristus "mengendarai keretaNya melintasi langit," mereka mengadakan kebaktian/pertemuan ibadah mereka pada hari Minggu, berlutut menghadap ke timur dan memiliki masa raya kelahiran pada tanggal 25 Desember, yaitu kelahiran matahari pada solstice (masa ketika matahari mencapai jarah terjauh dari garis ekuator bumi, terjadinya sekitar 21 Juni atau 21 Desember) musim dingin. Selama pemunculan kembali penyembahan berhala dibawah kaisar Julian, banyak umat Kristen dengan mudah memberontak terhadap kekristenan yang sebenarnya karena kebingungan mereka terhadap penyembahan matahari dan penyembahan kristen yang kelihatannya sama; uskup Troy memberitahu kaisar Julian bahwa ia telah selalu berdoa kepada matahari secara sembunyi-sembunyi. Konstantin tidak pernah meninggalkan penyembahan matahari, ia pun menggunakan simbol matahari pada uang logamnya. Ia membuat hari Minggu menjadi suatu hari peristirahatan......."(Sejarah Kekristenan/A History of Christianity, Johnson, 1976, halaman 67-69).
Jika anda membaca kutipan sejarah diatas dengan hati-hati, anda akan mengerti bahwa selama masa yang tepatnya dinamakan "zaman kegelapan/dark ages" hampir seluruh aspek keberhalaan diperkenalkan kedalam kekristenan. Konsep-konsep yang salah tentang "misteri dari umat yang besar," penyembahan terhadap perawan Maria yang dipolakan secara langsung dari penyembahan dewi-dewi, ide "Tuhan Yesus yang kecil" sedang dilahirkan pada tanggal 25 Desember yang dinamakan "Natal" dan menghubungkannya dengan seluruh ritual berhala Saturnalia-seluruh konsep yang salah ini semakin terajut dengan erat kedalam apa yang akhirnya menjadi kekristenan "arus besar".
Berabad-abad kemudian, para reforman Protestan dapat melihat beberapa masalah dari agama Roma ini. Tetapi hampir seluruh konsep berhala ini benar-benar tertancap di dalam pikiran mereka sehingga para reforman tersebut hanya mengubah sedikit saja pada permukaannya.
Martin Luther-"bapa" reformasi dan reforman lainnya masih memiliki sikap melawan segala sesuatu yang berbau "Yahudi", termasuk Sabat Yesus Kristus, masa raya tahunan dan pada kenyataannya mereka melawan kepatuhan yang akan kesepuluh perintah. Itulah suatu alasan Martin Luther yang dengan angkuhnya menambahkan sesuatu kepada firman Allah! Di dalam terjemahan Wasiat Baru versi Luther, ia dengan sadar mengingini penambahan kata "sendiri" kepada Roma 3:28. Luther sangat menentang keharusan bagi manusia untuk mematuhi hukum Allah. Agaknya ia bingung membedakan hukum Allah dengan hukum kanonika dan ritual Katolik sehingga ia menambahkan suatu kata kepada firman pernyataan yang diwahyukan Allah!
Di dalam New King James di dalam Roma 3:28 adalah: "Oleh karena itu kita menyimpulkan bahwa seorang manusia dibenarkan oleh iman terlepas dari pelaksaan hukum Taurat." Luther menambahkan kata "saja/sendiri" (sola di dalam bahasa Latin) sehingga di dalam frasa Wasiat Baru di dalam bahasa Jerman versi Luther menjadi "dibenarkan hanya oleh iman saja/sendiri"-dengan jelas ini adalah suatu perubahan yang salah tanpa adanya pendukung diteks tersebut. Ketika seseorang mengajukan kritik keberatan terhadap perubahan Alkitab di dalam versinya, Luther dengan sombongnya menyatakan: "Jika Pausmu meresahkan dirinya sendiri akan hal yang tak berguna tentang kata "sola" maka hendaklah engkau menjawab: "Hal ini adalah keinginan Dr. Martin Luther sehingga haruslah demikian adanya." (John Alzog, Panduan bagi Sejarah Jemaat Universal/Manual of Universal Church History, Dublin: M.H Gill dan Son, 1902, halaman 199). Dan kita dapat melakukan penambahan apapun asalkan untuk kebaikan, padahal kalau kita ketahui bahwa sesungguhnya tidak ada alasan apapun yang dapat kita lakukan untuk melakukan perubahan yang tidak alkitabiah seperti ini. Kalau kita meneliti lebih dalam tentang pernyataan doktrinal pribadi Luther, Martin Luther adalah orang yang memutuskan segala sesuatu sesuai dengan apa yang dikira ia sendiri benar berdasarkan kemauannya.
Traktat ketiga tahun 1520, Di dalam Kemerdekaan Kristen/On Kristen Liberty, menguatkan bahwa seorang Kristen adalah orang yang secara rohani tidaklah terkekang atas suatu manusia pun atau hukum apapun. Ia berpendapat bahwa semenjak kita hanya dibenarkan oleh iman saja, kita tidak lagi terpaut/terkekang untuk melaksanakan hukum Allah. Dan seperti yang kita ketahui dengan baik, Luther memanggil kitab Yakobus sebagai suatu "surat rasul yang mempersulit atau epistle of straw" karena dengan jelas Yakobus mengajarkan kepada kita akan kebutuhan bagi kita untuk mematuhi kesepuluh perintah! Perhatikan Yakobus 2:10-12:
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga. Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang (Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Adalah benar-benar jelas di dalam bacaan Alkitab ini bahwa Yakobus sedang membicarakan kesepuluh "poin/hal" dari Sepuluh Perintah. Ia menceritakan kepada umat Kristen untuk melakukan seluruh hukum. Yakobus kemudian juga menyimpulkan dengan mengajarkan umat Kristen wasiat baru untuk "berbicara dan memiliki tindakan seperti itu" sebagai mereka yang diadili oleh hukum Allah.
Jadi meskipun kelihatannya bersungguh-sungguh, para reforman Kristen sesungguhnya menyebabkan sesuatu yang benar-benar menentang hukum Allah, anti-hukum, anti sikap patuh yang mereka adopsi di dalam pemberontakan mereka melawan "Ibu Roma/Mother Rome". Meskipun begitu, seperti Roma, mereka masih memiliki dan terlibat di dalam sistem berhala dari doktrin yang sesat, masa raya yang salah dan konsep yang salah tentang Allah, yang Allah sendiri gambarkan di dalam Wahyu 17:4-5 (Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, SUATU RAHASIA: "BABEL BESAR, IBU DARI WANITA-WANITA PELACUR DAN DARI KEKEJIAN BUMI.
Sejalan dengan berkembangnya bentuk "kekristenan" ini menjadi agama negara, sekumpulan besar umat dari orang-orang bekas jemaat berhala tersebut "ditobatkan dan bertobat". Banyak yang melakukannya bukan karena mereka ingin memeluk kepercayaan yang kuat melainkan hanya untuk merasa nyaman atau dipandang normal, tapi yang mana mereka tetap melakukan kegiatan ibadah agama lama mereka secara sembunyi-sembunyi. Yang lainnya memiliki agama/kepercayaan yang baru yang merupakan gabungan dari banyak kepercayaan. Pada agama yang baru inipun mereka tidak memiliki pengetahuan tentang agama/kepercayaan itu sendiri. Mereka hanya dapat menerima/menyerap instruksi dasarnya saja.
Gereja mendapatkan dari Konstantin dan kekaisaran Roma bukan hanya doktrin-doktrin yang baru, tetapi juga organisasi yang baru. Roma sesungguhnya telah memiliki tradisi penyembahan kekaisaran yang telah lama berlangsung dan pelaksanaan-pelaksanaannya menemukan tempat di dalam kekristenan yang berkompromi ini. Will Durant meneliti:
Kekristenan......bertumbuh dengan menyerap ritual dan kepercayaan berhala; adalah menjadi kemenangan gereja dengan mewarisi kelihaian dan pola organisasi Roma....sejalan dengan Yudea memberikan etika-etika kekristenan dan Yunani telah memberikan teori keagamaannya, jadi sekarang Roma memberikan organisasinya; dengan lusinan iman yang terserap dan jauh bertolak belakang, masuk ke dalam dunia kekristenan. Hal itu tidaklah semena-mena Gereja mengambil alih beberapa kebiasaan dan bentuk agama yang umum di dalam periode sebelum kekristenan Roma-penipuan dan segala kebohongan lainnya dari pendeta-pendeta berhala, penggunaan kemenyan dan air suci di dalam penyucian, penyalaan lilin dan cahaya abadi di depan altar, pemujaan santo/orang kudus, artisektur basilika, hukum Roma sebagai dasar dari hukum peraturan, gelar Pontifex Maxmims bagi Pontif yang agung, dan, di dalam abad keempat, bahasa latin sebagai kendaraan agung dan media dari ritual Katolik. Kekaisaran Roma memberikan bukan hanya sekedar suatu tatanan struktur dari pemerintahan yang luas, yang, secara pemerintahan dunia gagal, menjadi suatu struktur hukum jemaat. Tidak lama setelahnya, para uskup, bukannya komandan Roma, menjadi dasar dari tatanan dan kedudukan kekuatan di kota-kota; kota besar metropolitan. Atau uskup agung akan menyannga, jika tidak membantu, gubernur provinsi, dan sinode uskup akan melaksanakan perkumpulan propinsi/pertemuan propinsi. Jemaat Roma mengikuti di dalam langkah pemerintahan Roma; hal itu mengalahkan propinsi-propinsi, mempercantik ibu kota, dan menndirikan ajaran dan kesatuan dari suatu daerah ke daerah yang lain. Roma telah meninggal dan lahir di dalam gereja; Gereja dimatangkan dengan mewarisi dan menerima tanggung jawab yang dimiliki Roma (Kisah dari Peradaban Manusia/The Story of Civilization, vol 5, Durant, halaman 575, 618-619).
Sejalan dengan ditambahkannya elemen-elemen yang baru dan yang sesat ke dalam "kekristenan ini", elemen asli jadi terhilang dan sirna. Kadang-kadang hal ini terjadi karena adanya perasaan membenci orang-orang Semit/anti-Semit. Semenjak Yesus Kristus secara lahiriah berasal dari suku Yehuda, banyak kaum Gnostik yang menyangkal keadaan lahiriahNya-mereka menolak untuk menerima kenyataan bahwa Allah mereka sesungguhnya berasal dari suku yang dibenci. Yang lain memutar balikkan ajaran Kristus karena mereka membenci bangsa dari mana ajaran-ajaran berasal. Mereka mengetahui bahwa orang-orang Kristen merayakan "hari-hari raya "Yahudi" dan memiliki pengertian bahwa praktek-praktek ibadah yang dilakukan oleh orang-orang berhala sangatlah tidak dapat diterima. Sejarawan gereja pada masa awal, yaitu Eusebius menuliskan bahwa mereka yang, memegang perasaan sentimen ini, berusaha untuk menggantikan Paskah Wasiat Baru yang Kristus rayakan dengan masa raya Easter dari penyembahan terhadap Ishtar dengan berpendapat:
Adalah sungguh sangat tidak terpuji jika di dalam perayaan masa raya yang sangat suci ini kita harus mengikuti pelaksanaan orang Yahudi [dengan merayakan Paskah Passover pada tanggal 14 Nisan], yang secara tidak beriman menajiskan tangan mereka dengan dosa yang besar, dan karenanya, pantaslah merundung kesesatan jiwa....Oleh karena itu, janganlah kita memiliki sesuatu yang sama dengan kerumumanan orang Yahudi yang dikucilkan/dijijikkan; karena kita telah menerima dari Juru Selamat kita suatu jalan yang berbeda......Jemaat yang terkasih, marilah kita dengan satu perhatian memperhatikan dan berusaha melakukan tujuan ini, dan mengeluarkan diri kita sendiri dari semua keikutsertaan di dalam kehancuran mereka.......Karena bagaimana mereka dapat memberikan suatu suara penghakiman, yang..........semenjak kesalahan mereka di dalam membunuh Tuhan mereka, telah membuktikan kesesatan mereka, yang tidak lain dan bukannya mencari-cari alasan, bahwa segala hal jijik itu mereka lakukan dari.....setiap detak dari roh yang sesat yang ada di dalam diri mereka?..........berjuanglah dan berdoalah terus menerus sehingga penyucian jiwamu tidak kelihatan dinodai oleh pertemanan di dalam kebiasaan dari orang-orang sesat ini.......Semuanya harus disatukan di dalam keinginan agar suara yang muncul menuntut dan menghindari semua partisipasi dari melakukan sumpah palsu Yahudi (Eusebius, Kehidupan konstantin/The Life of Constantine, bk, 3, bab 18-19, Nicea dan Para Bapa setelah Konsili Nicea, 1979, vol 1, halaman 524-525).
Ya, banyak orang yang mengajarkan bahwa "kita menerima dari Juru Selamat kita suatu jalan yang berbeda". Tetapi yang anehnya cara/jalan itu tidak ditemukan di dalam Alkitab. Melainkan, jalan itu ditemukan di dalam adat kebiasaan orang Yunani dan Roma dan bangsa Eropa yang bertobat yang mengadopsi keKristenan pada permukaannya saja tetapi tetap melakukan apa yang dulu mereka lakukan. Dengan berlalunya waktu, cara-cara kuno ini membanjiri ajaran-ajaran Yesus Kristus dan para rasul, seperti yang didiskusikan oleh John Romer dibawah ini:
"Dengan tidak kentara, dengan sangat tidak kentara uskup-uskup sendiri tidak dapat melihatnya, dewa-dewa kuno telah memasuki gereja-gereja mereka seperti udara Mediterania. Dewa-dewa kuno sampai saat ini masih tinggal di dalam ritual kekristenan, di dalam tradisi patung dan hari-hari raya keKristenan. Ketika Julian tiba di Antiokhia di tahun 362.....kota Kristen Antiokhia yang besar tersebut berada di dalam situasi yang mengenaskan, penduduknya meratap dalam cara Levantine (cara menyembah dewa matahari) dalam peringatan kematian tahunan Adonis, kekasih Venus yang gagah. Di Efesus, meskipun altar Diana, dewi kota tersebut, diturunkan......patungnya dengan sangat hati-hati dikuburkan ke dalam pasir. Dan ketika Konsili ketiga dari jemaat gereja di Efesus dengan agungnya memutuskan bahwa Perawan Maria layak diagungkan dengan gelar Theokos yang artinya yang melahirkan Allah, Efesus sendiri sesungguhnya telah selama berabad-abad adalah merupakan kota dari dewi Diana sang pemburu yang masih perawan menjadi kota Perawan Maria, Ibu Allah. Di Mesir, juga, tanda kehidupan kuno, yaitu ankh, yang telah dibawa para dewa dewa dipatung-patung mereka selama ribuan tahun, dengan mudahnya dipindahkan kedalam salib Kristen; sosok Isis menyusui anaknya Horus, yang diketahui dengan Isis Lactans menjadi sosok Perawan dengan Yesus di dadanya.....Di Roma, Romulus dan Remus dipindahkan menjadi santo-santo Alkitab Petrus dan Paulus. Dan masih diabad kelima, Paus harus menghentikan pertemuan jemaat di pagi hari di gereja Santo Petrus yang berjalan mundur menuju anak tangga gereja agar jangan menyinggung Sol, dewa matahri terbit. Sama dengan 25 Desember yang sekarang menjadi hari kelahiran Kristus, juga dahulu adalah hari raya Sol Invictus dan hari kelahiran Konstantin. Hari raya ini dirayakan dengan menggunting cabang-cabang hijau dan menggantungi lentera-lentera, dan hadiah diberikan di dalam nama dewa. Hari raya mingguan Sol, hari Sol, atau Minggu menjadi hari Sabat umat Kristen. Sama seperti Apollo dari Delphi telah diubah dan dipindahkan dengan indahnya menjadi Sol Invictus Roma, dan kemudian ia menjadi Kristus dari matahari. Ketiganya dari mereka kadang-kadang digambarkan di dalam kereta-kereta yang gagah........dengan........cahaya berpendar yang melingkar" (Wasiat: Alkitab dan Sejarah/Testament: Bible and History, Romer, 1988, halaman 230-231).
Jadi kita dapat melihat bahwa keKristenan yang sesungguhnya dimusuhi dari awal oleh mereka yang ingin mengubahnya dari Allah yang benar yang perintah-perintahNya dilakukan oleh Yesus Kristus. Tetapi kebanyakan orang yang pada saat ini mengaku dirinya umat kristen tidak menyadari dari manakah perintah-perintah itu berasal, dan siapakah yang memerintahkan kepada mereka di bukit Zaitun.
Di dalam Matius 22:42-45, Yesus menantang para pemimpin agama, Apakah pendapatmu tentang Kristus? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud." Dan Ia mengatakan kepada mereka, "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula? Orang Farisi tidak dapat menjawab karena mereka mengetahui bahwa raja Daud dari bangsa Israel tentu saja tidak memiliki seorang "tuan" manusia. Bacaan Alkitab ini jelas menjelaskan tentang keberadaan dua Pribadi di dalam keluarga Allah, yang seorang lebih besar dari yang lainnya. Dan, jelas juga bagi kita bahwa "tuan" Daud yang disebutkan olehnya adalah Dia yang kemudian menjadi Yesus dari Nazareth, yang di katakan akan duduk di sebelah kanan Bapa sampai tiba saatnya bagiNya untuk menjadi Raja di atas segala raja.
Walaupun para orang Yahudi mengetahui bahwa Mesias yang akan datang akan jelas-jelas berasal dan adalah "seorang keturunan Daud", mereka masih bingung bagaimana Mesias juga dapat menjadi "Tuan" Daud, dan bahkan Ia memiliki seorang Tuan yang jauh lebih besar dari diriNya yang memberitahukan kepadaNya untuk melakukan apa yang harus di lakukan?
Di dalam 1 Korintus 10:1-4, kita membaca bahwa bangsa Israel kuno telah di baptis ke dalam Musa dan mereka semua "memakan makanan rohani yang sama, semuanya minum minuman rohani yang sama. Mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan bahwa batu karang itu adalah kristus". Sekali lagi, hal ini adalah jelas, yaitu seperti yang diketahui beberapa komentaris Alkitab, bahwa Pribadi rohani yang berhubungan dengan bangsa Israel kuno adalah Dia yang menjadi Kristus karena, seperti yang kita lihat, Yesus mengatakan bahwa "tidak seorang pun" telah melihat "Allah", dengan jelas mengarah kepada satu-satunya Pribadi yang kita panggil sebagai Bapa.
Walaupun begitu, sejenak setelah memberikan kesepuluh perintah dan beberapa ketetapan kepada bangsa Israel kuno, kita menemukan bahwa "Allah Israel" menampakkan diri secara nyata kepada beberapa pemimpin Israel! "Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel. Lalu mereka melihat Allah Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah. Tetapi kepada pemuka-pemuka orang Israel itu tidaklah diulurkan-Nya tangan-Nya; mereka memandang Allah, lalu makan dan minum." (Keluaran 24:9-11 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Jadi lebih dari 70 lebih pemimpin Israel "MELIHAT Allah Israel", BUKAN Allah Bapa, tetapi "sang Firman" yang kemudian menjadi Yesus kristus (Yohanes 1:1-12). Tidakkah hal ini sudah sangat jelas?
Dan adalah Pribadi yang menjadi Yesus Kristus yang secara benar-benar berjalan dan bercakap-cakap dengan Adam dan Hawa di Taman Eden. Ia adalah satu-satunya Pribadi yang berhubungan langsung dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Ia adalah satu-satunya yang berbicara dengan "bertatap muka" dengan Musa (Bilangan 12:8). Ia adalah Pribadi satu-satunya yang memberikan kesepuluh perintah dari atas gunung Sinai. Ia adalah satu-satunya Pribadi yang memerintahkan Sabat hari ketujuh.
Jika semua umat Kristen diajarkan kebenaran bahwa satu-satunya Pribadi yang menjadi Juru Selamat mereka adalah sesungguhnya Pribadi yang memberikan kesepuluh perintah, mungkin mereka akan memiliki sikap dan tingkah laku yang akan sangat berbeda dari sikap dan tingkah laku mereka pada saat ini. Dunia mungkin akan menjadi tempat yang jauh lebih aman! Semua orang akan menyadari bahwa keKristenan yang benar adalah suatu agama yang memiliki hukum kekal, suatu jalan hidup yang didasarkan hukum rohani Allah yang agung. Mereka akan mempelajari bahwa-meskipun tidak seorang pun dapat dengan tiba-tiba menjadi sempurna, dan kita diperintahkan untuk tumbuh di dalam karakter Kristus, adalah mungkin untuk mengikuti teladan rohani Kristus melalui RohNya di dalam kita.
Alkitab membuat dengan jelas bahwa umat Kristen harus melaksanakan perintah Allah. Rasul Yohanes menuliskan : "Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (I Yohanes 2:3-6 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Tetapi bagaimanakah umat Kristen dapat hidup "seperti Dia"? Jika Yesus Kristus harus datang dan memberikan hidupNya karena semua manusia telah melanggar hukum Allah, bagaimana seseorang dapat melaksanakan hukum tersebut? Sekali lagi, mungkin penjelasan yang paling singkat diberikan oleh rasul Paulus. "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (Galatia 2:20 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Seorang Kristen tidak mematuhi hukum dari diri mereka sendiri, tetapi melalui kekuatan Kristus yang ada di dalam diriNya. Paulus melanjutkan dengan menegaskan bahwa mematuhi-hukum datang melalui kasih karunia Allah, dan bahwa melakukan hukum tidak akan memberikan kasih karunia. (Galatia 2:21). Dengan kasih karunia Allah, seorang Kristen yang benar-benar bertobat akan dapat melakukan hukum Taurat; tetapi tanpa kasih karunia tersebut, tidak ada suatu usaha pun yang akan dapat membawakan kebajikan dan keselamatan.
Seseorang dapat mengenali seorang Kristen yang benar sebagai seseorang yang berjuang, melalui bantuan Kristus, untuk hidup dengan setiap firman Allah (berhubungan dengan Matius 4:4). "Karenanya anda akan dapat menjadi sempurna," (Matius 5:48). Dengan menyerahkan diri kepada Yesus Kristus, buah-buah roh akan menjadi semakin nyata di dalam kehidupan seorang Kristen.
Seorang Kristen adalah lebih dari seseorang yang "mengetahui" kebenaran. Orang Gnostics mempercayai bahwa "ilmu pengetahuan" membawa keselamatan, dan beberapa orang pada hari ini menyangkal bahwa adala penting bagi seseorang untuk melakukan sesuatu untuk menjadi seorang umat Kristen yang beriman dan setia (bagi mereka tidaklah penting bagi seseorang untuk melaksanakan perintah Allah untuk menjadi seorang umat Kristen yang beriman dan setia). Padahal bacaan Alkitab memberikan instruksi yang berbeda: "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri" (Yakobus 1:22 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).
Umat Kristen harus melakukan teladan yang dilakukan oleh Kristus. Di dalam "Misi Besar" Ia memerintahkan pengikutNya: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Umat Kristen harus mengabarkan pesanNya kepada "semua bangsa" dan mengajarkan "segala sesuatu" yang Ia perintahkan! Mereka tidak boleh merubah pesanNya sehingga pada saat ini karena telah banyak pesanNya yang diubah, maka orang-orang tidak lagi dapat mengenali pesan-pesanNya tersebut!
Sedihnya, banyak dari mereka yang memanggil dirinya umat Kristen pada saat ini-yaitu bahkan umat Kristen yang seharusnya melakukan perintah Allah telah cuekdan tidak mengambil peduli. Dikatakan bahwa mereka harus "mempersiapkan pengantin perempuan" (sang Jemaat) menyongsong kembalinya Kristus ke dunia, mereka ternyata mengesampingkan pesan-pesan sang mempelai pria. Bagaimanakah Jemaat bisa mempersiapkan kedatanganNya dengan mengesampingkan pesanNya untuk mengabarkan Injil Kerajaan Allah kepada seluruh bangsa? (Matius 24:14). Tidak bisa! Oleh karena itulah Living Church of God telah mengirimkan buklet ini, dan mencetak buklet-buklet, majalah-majalah, Kursus Pelajaran Alkitab dan media cetak lainnya. Inilah alasan mengapa kami menyiarkan acara Tomorrow's World. Inilah mengapa kita menggunakan Internet dan segala media lain yang Allah sediakan bagi pekerjaanNya ketika Ia membuka pintu-pintu bagi pesanNya untuk diberikan kepada dunia sebagai saksi sebelum Ia kembali!
Adalah penting bahwa semua pembaca benar-benar mengetahui bahwa kita yang terlibat di dalam Pekerjaan ini, kita yang menjadi staf majalah Tomorrow's World, acara TV Tomorrow's World dan, memang, semua dari kita yang terlibat di dalam Pekerjaan dari Living Church of God-semuanya bekerja untuk MENGEMBALIKAN KEKRISTENAN KERASULAN!
Ketika anda membaca artikel-artikel dan buklet-buklet kami dan melihat acara Tomorrow's World, adalah penting bagi anda untuk mengetahui dari mana kami mengajarkan ajaran kebenaran. Karena kami berkeinginan untuk melanjutkan untuk mengabarkan dan mengajarkan pesan yang sama yang Yesus dan para rasul lakukan dan ajarkan. Juga, dibimbing oleh Roh Allah, kami akan melanjutkan untuk mengabarkan nubuatan Alkitab yang terwahyukan dan memperingatkan mereka yang berkeinginan untuk mendengarkan hal-hal yang tidak lama lagi akan terjadi.
Sejalan dengan keikutsertaan Allah di dalam urusan manusia dan masa kesesakan yang akan datang adalah penting untuk memastikan bahwa anda dan mereka yang anda cintai memiliki hidup yang berkenan di hadapan dan diperuntukkan bagi Yesus Kristus yaitu Kristus yang ada di dalam Alkitab. Hendaklah anda menyembah Allah "di dalam roh dan di dalam kebenaran" (Yohanes 4:23 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Dan hendaklah anda adalah merupakan bagian dari Jemaat Allah yang benar yang mengajarkan dan melaksanakan keKristenan Kerasulan-keKristenan Yesus dan rasul yang asli. "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." (Wahyu 3:13 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI).